2 TABUAH LARANGAN DIMUSEUM ISTANA BASA PAGARUYUNG PUNYA FUNGSI BERBEDA

- Penulis

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bnewsmedia.id Tanah Datar – Setiap ornamen di Museum Istana Basa Pagaruyung mempunyai cerita dan kegunaan tersendiri seperti Dua buah Tabuah ataupun beduk yang ada di bangunan kebanggaan masyarakat minangkabau ini.

Tabuah adalah alat musik seperti gendang, cuma dalam bentuk yang besar. Tabuah merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional di Minangkabau, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Minangkabau, sebuah Tabuah biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu  sembahyang. Tabuah terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira tiga meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, tabuah menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh. hampir semua masjid dan surau di Minangkabau menggunakan tabuah sebagai alat pemberitahu waktu shalat atau sembahyang.

Baca Juga :  Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Raja di Minangkabau juga menggunakan tabuah sebagai alat komunikasi. Ada dua buah Tabuah di Istano Pagaruyuang, yaitu yang terkenal dengan nama Tabuah larangan. Tabuah pertama bernama Gaga Bumi yang dibunyikan apabila terdapat peristiwa yang besar seperti bencana alam, kebakaran, tanah longsor dsb. Tabuah kedua bernama Tabuah Mambang Diawan yang dibunyikan untuk  memanggil Basa Nan Ampek Balai (Dewan Empat Menteri) yaitu Tuan Titah di Sungai Tarab, Tuan Kadi di Padang Ganting, Tuan Indomo di Saruaso, Tuan Mankudun di Sumanik, Tuan gadang di Batipuh serta Tigo Selo (Raja Alam, Raja Adat, Raja Ibadat) untuk mengadakan rapat.(An/lap

Berita Terkait

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha
Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi
Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia
Ganjar Ogah Jadi Mentri Prabowo, Gibran : Yang Nawari Siapa?
RUU Desa Resmi Jadi Undang-Undang, Kepala Desa Resmi Jabat 8 Tahun
Live Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
Indonesia Obrak Abrik Gawang Vietnam di kandangnya sendiri pada Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bombardir Bendungan dan Sumber Kelistrikan, Rusia: itu sebagai serangan balasan

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 09:35 WIB

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Senin, 1 April 2024 - 21:38 WIB

Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi

Senin, 1 April 2024 - 10:52 WIB

Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia

Sabtu, 30 Maret 2024 - 06:02 WIB

Ganjar Ogah Jadi Mentri Prabowo, Gibran : Yang Nawari Siapa?

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:59 WIB

RUU Desa Resmi Jadi Undang-Undang, Kepala Desa Resmi Jabat 8 Tahun

Selasa, 26 Maret 2024 - 22:11 WIB

Indonesia Obrak Abrik Gawang Vietnam di kandangnya sendiri pada Kualifikasi Piala Dunia 2026

Minggu, 24 Maret 2024 - 21:08 WIB

Bombardir Bendungan dan Sumber Kelistrikan, Rusia: itu sebagai serangan balasan

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:49 WIB

Perumdam Kota Padang Panjang Raih Top BUMD dan Top CEO BUMD

Berita Terbaru