PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP MODERASI BERAGAMA

- Kontributor

Senin, 24 Oktober 2022 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadhriyatul Amni Ali

Kepemimpinan merupakan cara seseorang untuk mempengarui orang lain dalam mencapai tujuan instansi. Kepemimpinan adalah salah satu factor organisasi sebagai fungsi manajemen. Rapl Currier Davis menyatakan “Organization is any group of individual that work toeard zone common and under leadership”. Jadi Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memimpin, mengorganizing, mengatur sekelompok orang untuk daoat mencapai tujuan bersama.

Di dalam suatu kepemimpinan akan ditemukan Beraneka ragam Ras, Budaya, Etnis hingga watak dan tingkah laku seseorang. Dimasa sekarang banyaknya pembahasan moderasi beragama yang muncul.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita sebagai generasi penerus bangsa harus tahu bahwa moderasi beragama bisa dimaknai sebagai sumber utama perpecahan. Tidaklah sempit pemahaman agama yang luas, moderat dan tidak kaku yang diwujudkan dan diajarkan di masyarakat, khususnya di lembaga pendidikan, agar peserta didik sebagai generasi penerus bangsa memiliki landasan pemahaman agama. Moderasi beragama adalah moderasi atau sikap yang tidak berlebihan, seimbang, adil, sedang atau ekstrim terhadap keragaman suku, adat, ras, dan agama. Ide utama moderasi beragama adalah mencari persamaan, bukan menonjolkan perbedaan

Kepemimpinan adalah salah satu factor organisasi sebagai fungsi manajemen. Rapl Currier Davis menyatakan “Organization is any group of individual that work toeard zone common and under leadership”. Jadi Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memimpin, mengorganizing, mengatur sekelompok orang untuk daoat mencapai tujuan bersama.

Dapat kita pahami bahwa untuk menjadi seorang pemimpin maka diperlukan skill atau kemampuan yang baik agar apa yang disampaikan dapat mempengaruhi, membimbing da mengajak orang lain agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Istilah moderasi dari kata bahasa Inggris “moderation”, yang berarti sikap tidak melebih-lebihkan (Kom 2014).

Jika moderasi disamakan dengan kepemimpinan, berarti pemimpin harus memiliki sikap yang tidak ekstrim (otoriter) dan selalu mencari jalan terbaik yang menyatukan dan menyelaraskan semua elemen dalam menjalankan kepemimpinan. Artinya pemimpin harus menjadi contoh, perlindungan dan kesejahteraan, membawa kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat. Pada saat yang sama, empat syarat yang harus dipenuhi dalam kaitannya dengan kepemimpinan spiritual, yaitu As-Siddiq (kebenaran dan keikhlasan dalam tindakan, ucapan dan perjuangan dalam menunaikan tugas), Al-Amanah (keyakinan yang membuatnya memelihara sebaik mungkin apa yang dipercayakan kepadanya baik oleh Tuhan maupun para pemimpinnya untuk menciptakan rasa aman dalam semua yang bersangkutan.

Al-Fathanah (kecerdasan yang menghasilkan kemampuan menghadapi dan mengatasi hal-hal yang tidak terduga) masalah dan Tabligh (editing jujur ​​dan bertanggung jawab atau dengan kata lain “keterbukaan”.

Dalam buku “Merangkul Al-Qur’an Jilid 2 (Aktifkan Wahyu Kehidupan) ada satu kalimat yang mengatakan bahwa “Kepemimpinan bukanlah sebuah hak istimewa, tetapi tanggung jawab, itu bukan kesepakatan, tetapi pengorbanan, atau malas, tetapi kerja keras, karena itu bukan kesewenang-wenangan dalam bertindak, tetapi otoritas dalam pelayanan, dan kepemimpinan tidak dihormati, tetapi dilayani.

Selanjutnya, kepemimpinan bukanlah kesewenang-wenangan, tetapi kemampuan untuk membuat keputusan yang disengaja dan menentukan tindakan terbaik (Jamaluddin 2022).

Berdasarkan uraian singkat di atas, jelaslah bahwa tugas dan tanggung jawab  pemimpin tidak semudah membalikkan telapak tangan, ia harus mampu membawa kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat yang dipimpinnya dan bersatu sesuai dengan visi dan misinya. “Semangat Moderasi Kepemimpinan”. Selain itu, ia harus memiliki sikap adil  terhadap dirinya, keluarganya, masyarakat yang dipimpinnya dan Allah SWT, karena kepada-Nya segala sesuatu diperhitungkan. (Dr. Tusriyanto 2022)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ribuan Masa Tumpah Ruah Hadiri Acara Puncak Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik
Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi
SARUASO DICANANGKAN SEBAGAI NAGARI SHALAWAT DULANG
Perdana Nagari Saruaso Gelar Festival Pesona Budaya Saruaso
Simuntuk dalam Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik
AMPHIBI BERSAMA DINAS LH KAB.DELI SERDANG DAN KECAMATAN PST SIDAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH LIAR (TPSL)
KTH AMPHIBI Lakukan Penghijauan Bersama Bupati Batu Bara di Danau Laut Tador
DIHADIRI WAMENAKER RI,JELAJAH WISATA PESONA PAGARUYUNG DIGEBER
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 22:15 WIB

Ribuan Masa Tumpah Ruah Hadiri Acara Puncak Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik

Senin, 1 April 2024 - 21:38 WIB

Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:59 WIB

SARUASO DICANANGKAN SEBAGAI NAGARI SHALAWAT DULANG

Senin, 8 Mei 2023 - 21:42 WIB

Perdana Nagari Saruaso Gelar Festival Pesona Budaya Saruaso

Selasa, 25 April 2023 - 22:12 WIB

Simuntuk dalam Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik

Jumat, 10 Maret 2023 - 20:23 WIB

AMPHIBI BERSAMA DINAS LH KAB.DELI SERDANG DAN KECAMATAN PST SIDAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH LIAR (TPSL)

Senin, 7 November 2022 - 11:57 WIB

KTH AMPHIBI Lakukan Penghijauan Bersama Bupati Batu Bara di Danau Laut Tador

Senin, 24 Oktober 2022 - 09:40 WIB

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP MODERASI BERAGAMA

Berita Terbaru