AMPHIBI BERSAMA DINAS LH KAB.DELI SERDANG DAN KECAMATAN PST SIDAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH LIAR (TPSL)

- Kontributor

Jumat, 10 Maret 2023 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bnewsmedia.id Deli Serdang – Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL), AMPHIBI lakukan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kab.Deli Serdang dan kecamatan Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang Prov.Sumatera Utara serta melakukan Sidak TPSL yg berada di atas lahan Eks HGU PTPN 2 di Desa Bandar Klippa Kec.PST Kab.Deli Serdang pada,
Kamis, 09-03-2023.

Hadir dalam sidak tersebut Dlh Kab.Deli Serdang yang diwakili Ely Nasution dan Habeahan, Camat Percut Sei Tuan yang diwakili Andriani dan Team Kebersihan PST.

Sementara dari AMPHIBI dipimpin langsung oleh ketua umum Agus Salim Tanjung yang didampingi Ketua AMPHIBI Deli Serdang M.Iqbal, Wakil Ketua Tri Rejo, Sekretaris Tengku M.Fahri dan Dir.KTH Adhi Ernadi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam koordinasi tersebut AMPHIBI meminta Pemerintah Kab.Deli Serdang untuk segera melakukan Clean Up lokasi tersebut agar tidak terjadi Penumpukan dan Pencemaran Lingkungan yang dapat mengganggu Kesehatan dan Kenyamanan Masyarakat yang tinggal disekitar lokasi TPSL tersebut.

Mawardi selaku penanggung jawab lokasi tersebut menyatakan sekitar 45 becak motor dari 10 desa se kecamatan PST yang membuang sampah dilokasi tersebut.
Dalam 1 becak motor bisa membuang 3 kali sehari.
Kegiatan tersebut sudah berjalan 10 tahun, “ucap Mawardi.

Seksi kebersihan kec.PST Andriani yang melihat banyaknya jumlah volume sampah dilokasi tersebut menyatakan tidak mampu meng cleanup lokasi tersebut sesuai dengan permintaan Lembaga AMPHIBI.
Ini jumlahnya bisa ribuan Truck kalau di clean up.
Saya akan melaporkan hal ini dulu kepada pak Camat, “ucap Andriani.

Hal senada juga disampaikan Ely Nasution dan Habeahan selaku perwakilan dari Dinas LH Kab.Deli Serdang.
Dengan jumlah volume sampah yang besar ini, kami akan sampaikan ke pimpinan dan akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, ucapnya.

Ketua Amphibi Deli Serdang M.Iqbal menyikapi hal tersebut menyatakan bahwa banyaknya lokasi TPSL di kabupaten Deli Serdang sudah sangat memprihatinkan.
Sudah saatnya Pemkab Deli Serdang menertibkan lokasi TPSL serta merubahnya dengan pemilahan dan sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien atau TPS-3R “ucap Iqbal.

Disamping melakukan Sidak ke lokasi TPSL, AMPHIBI juga menyerahkan Barang Bukti tangkap tangan berupa tumpukan Sampah sebanyak 1 Dump Truck Engkel yang dibuang oleh pengelola Pemukiman Elit Citra Land Medan estate yang tidak dikelola sesuai aturan.

Ketua umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung menjelaskan bahwa hampir diseluruh kota di Indonesia penanganan sampah saat ini masih mengacu pada konsep jadul “kumpul angkut dan buang”.
Hal ini tidak sesuai dengan peraturan perundangan terkait dengan pengelolaan sampah.
Sedangkan kepedulian masyarakat terhadap sampah juga masih rendah.
Masih mengaju Not In My Back Yard (pokoknya tidak ada dihalaman belakang saya) hanya memindahkan masalah. Diperparah lagi kebiasaan pingin cepat selesai.
Kalau ada sampah langsung dibuang ke lingkungan dimana sampah itu dihasilkan.
Hal ini disebabkan karena tidak adanya /belum diterapkannya penegakan hukum terhadap pelanggar UU sampah, “ucap Agus ST.

Disisi lain sebagian besar masyarakat merasa bahwa sampah adalah tanggungjawab pemerintah.
Karena selama ini pemerintah sebagai operator dan regulator dalam pengelolaan sampah.
Sehingga sulitnya dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar undang undang sampah, “papar Agus ST.

Seharusnya masyarakat penghasil sampah diberikan tanggungjawab untuk mengelola sampah.
Sehingga memperingan beban pemerintah sebagai otoritas pengelolah sampah.

Disisi lain penimbunan sampah yang tidak ramah lingkungan berdampak pada pencemaran udara ,air tanah dan air permukaan serta berpotensi menebarkan penyakit seperti halnya yang terjadi saat ini dibeberapa daerah di kabupaten Deli Serdang, “tutup Agus ST. (**Lap)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ribuan Masa Tumpah Ruah Hadiri Acara Puncak Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik
Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi
SARUASO DICANANGKAN SEBAGAI NAGARI SHALAWAT DULANG
Perdana Nagari Saruaso Gelar Festival Pesona Budaya Saruaso
Simuntuk dalam Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik
KTH AMPHIBI Lakukan Penghijauan Bersama Bupati Batu Bara di Danau Laut Tador
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP MODERASI BERAGAMA
DIHADIRI WAMENAKER RI,JELAJAH WISATA PESONA PAGARUYUNG DIGEBER

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 22:15 WIB

Ribuan Masa Tumpah Ruah Hadiri Acara Puncak Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik

Senin, 1 April 2024 - 21:38 WIB

Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:59 WIB

SARUASO DICANANGKAN SEBAGAI NAGARI SHALAWAT DULANG

Senin, 8 Mei 2023 - 21:42 WIB

Perdana Nagari Saruaso Gelar Festival Pesona Budaya Saruaso

Selasa, 25 April 2023 - 22:12 WIB

Simuntuk dalam Sepekan Alek Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik

Jumat, 10 Maret 2023 - 20:23 WIB

AMPHIBI BERSAMA DINAS LH KAB.DELI SERDANG DAN KECAMATAN PST SIDAK TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH LIAR (TPSL)

Senin, 7 November 2022 - 11:57 WIB

KTH AMPHIBI Lakukan Penghijauan Bersama Bupati Batu Bara di Danau Laut Tador

Senin, 24 Oktober 2022 - 09:40 WIB

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP MODERASI BERAGAMA

Berita Terbaru

Opini & Cerita

Urgensi Masterplan Pariwisata Tanah Datar Berbasis Potensi

Jumat, 19 Jul 2024 - 16:14 WIB