Pusat Data Nasional Di Bobol Hacker, Minta Tebusan 131 Milyard

- Kontributor

Rabu, 26 Juni 2024 - 00:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image: Hacker Ilustrasi

Image: Hacker Ilustrasi

bnewsmedia.id Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap mengungkap peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya bermula dari upaya melumpuhkan antivirus Windows Defender. Tiga hari kemudian, sistem bobol.
Sebelumnya, PDNS 2 disebut mengalami gangguan sejak 20 Juni. Ini membuat sejumlah layanan publik lumpuh, termasuk imigrasi.

Juru Bicara BSSN Ariandi Putra menuturkan Hasil Analisis Forensik Sementara menemukan adanya upaya penonaktifkan fitur keamanan Windows Defender mulai 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB.

“Aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB, di antaranya melakukan instalasi file malicious, menghapus filesystem penting, dan menonaktifkan service yang sedang berjalan,” ungkap Ariandi, dikutip dari siaran pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa (25/6).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan pemerintah Indonesia tidak mudah ditakut-takuti oleh penyerang sistem Pusat Data Nasional (PDN) yang membuat layanan publik terganggu. Sekalipun, pelaku peretasan PDN meminta tebusan sebanyak 8 juta dollar AS atau setara Rp 131 miliar. “Tentu saja kita enggak demikian gampang bisa ditakut-takuti begitu ya,” ujar Nezar saat ditemui di Bentera Budaya Jakarta, Selasa (25/6/2024) malam.

“Karena begini, yang diserang ini kan critical infrastructure. Infrastruktur yang sangat penting ya. Misalnya ini kan data center milik negara lah untuk melayani publik. Jadi serangan terhadap critical infrastructure saya kira juga serangan buat kepentingan nasional kita,” tuturnya. Maka dari itu, kata Nezar, yang pemerintah coba lakukan adalah mitigasi dan penyelidikan. Dia menyebut tindakan-tindakan lain akan diambil setelahnya.

“Yang jelas ada layanan publik yang terganggu. Untuk itu kami sudah menyatakan meminta maaf kepada masyarakat. Terutama yang layanannya terganggu akibat serangan dari ransomware ini. Terutama di layanan imigrasi kemarin yang membuat orang ngantre sampai 3 jam itu,” imbuh Nezar.(**bn)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Garuda Muda U19 Kukuh di Puncak Klasmen Group A setelah Tumbangkan Kamboja 2-0
Agusrimanda,Putra Saruaso Masuk Nomine Penyuluh Agama Nasional 2024
Netizen: King Indo masuk Group Neraka Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Indonesia Gasak Laos 6 – 1 Pada Ajang AFF U16 2024
Kolaborasi Amphibi Dalam Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Dengan Aksi Bersih Sungai Deli dan Salurkan TJSL/CSR PT.Musim Mas
Allex Saputra Putra Tarantang Sayang mendominasi berdasarkan Survey per Mei 2024
Anies Baswedan: seandainya Pilgub DKI digelar 2022, tidak diundur, saya akan lebih memilih itu
Indonesia dipastikan lolos ke Rond 3 Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia 2027

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 16:42 WIB

Garuda Muda U19 Kukuh di Puncak Klasmen Group A setelah Tumbangkan Kamboja 2-0

Rabu, 3 Juli 2024 - 13:47 WIB

Agusrimanda,Putra Saruaso Masuk Nomine Penyuluh Agama Nasional 2024

Jumat, 28 Juni 2024 - 01:18 WIB

Netizen: King Indo masuk Group Neraka Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Rabu, 26 Juni 2024 - 00:25 WIB

Pusat Data Nasional Di Bobol Hacker, Minta Tebusan 131 Milyard

Jumat, 21 Juni 2024 - 02:16 WIB

Kolaborasi Amphibi Dalam Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Dengan Aksi Bersih Sungai Deli dan Salurkan TJSL/CSR PT.Musim Mas

Minggu, 16 Juni 2024 - 00:43 WIB

Allex Saputra Putra Tarantang Sayang mendominasi berdasarkan Survey per Mei 2024

Jumat, 14 Juni 2024 - 07:25 WIB

Anies Baswedan: seandainya Pilgub DKI digelar 2022, tidak diundur, saya akan lebih memilih itu

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:07 WIB

Indonesia dipastikan lolos ke Rond 3 Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia 2027

Berita Terbaru

Opini & Cerita

Urgensi Masterplan Pariwisata Tanah Datar Berbasis Potensi

Jumat, 19 Jul 2024 - 16:14 WIB