BPCB SUMBAR MAMFAATKAN CENGKEH UNTUK LESTARIKAN PENINGGALAN BERSEJARAH YANG BERBAHAN KAYU

- Tim

Senin, 1 Maret 2021 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPCB Sumbar Riau Jambi menggunakan ramuan cengkeh dan tembakau dalam melestarikan peninggalan bersejarah yang tebruat dari kayu.

BPCB Sumbar Riau Jambi menggunakan ramuan cengkeh dan tembakau dalam melestarikan peninggalan bersejarah yang tebruat dari kayu.

Tanah Datar.Dalam melestarikan peninggalan bersejarah yang berbahan kayu,Balai Peninggalan Cagar budaya (BPCB) Sumbar Riau Jambi sering mensosialisasikan penggunaan cengkeh sebagai bahan anti rayap.

Kepala BPCB Sumbar Teguh Hidayat melalui humasnya Kosasih kepada Bnews , Senin (1/3) menyebutkan,Indonesia sebagai salah negara beriklim tropis,hal ini tentu sangat cocok dengan pertumbuhan serangga rayap dan Sumatera Barat sebagai daerah yang dikenla dengan ribuan Rumah gadang yang terbuat dari bahan kayu merupakan tempat rayap mencari makan.

“Serangga  rayap merupakan salah satu serangga perusak kayu. Di Sumatera Barat, banyak degradasi terutama disebabkan oleh rayap. Rayap memakan selulosa kayu dan membuat lubang dalam kayu, sehingga ada kayu yang pada bagian luarnya terlihat baik, sementara pada bagian dalamnya sudah rusak”Sebut Nurmatias.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan,guna mencegah degradasi Rumah gadang yang diakibatkan serangga rayap, BPCB mensosialisasikan cengkeh ataupun tembakau  sebagai  bahan anti rayap.

Dijelaskan,Masyarakat di daerah Kudus-Jawa Tengah dan sekitarnya memiliki kekayaan budaya pembersihan dan perawatan kayu dengan tembakau dan cengkeh. Teknologi tradisional warisan nenek moyang tersebut terbukti efektif, baik secara empiris melalui kajian observasi di lapangan maupun studi laboratorium yang telah dibuktikan oleh Balai Konservasi Borobudur.

“Efektifitas tembakau dan cengkeh sebagai bahan konservan yang sudah cukup teruji sudah dipublikasikan dalam Jurnal Konservasi Benda Cagar Budaya Borobudur Vol.II No.2 Desember 2008. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Magelang – Jawa Tengah”Ungkap Kosasih.

Menurutnya tembakau mengandung bahan aktif alkaloid yang merupakan metabolit sekunder tanaman tembakau yang berfungsi sebagai pengawet kayu. Masuknya alkaloid ke dalam pori kayu akan meningkatkan kandungan zat ekstraktif kayu, sehingga menjadi lebih awet. Nikotin merupakan bahan aktif utama dalam tembakau.

Sementara itu Tambahnya Cengkeh merupakan senyawa fenolat dengan eugenol sebagai komponen paling besar. Senyawa fenolat memiliki sifat fungisida yang mampu melindungi dari serangan mikrobiologi. Kayu yang diolesi dengan ekstrak tembakau dan cengkeh dan diumpankan kepada rayap kayu kering berpengaruh terhadap mortalitas (kematian) rayap.

“Penggunaan bahan tradisional tembakau dan cengkeh untuk pembersihan dan pengawetan kayu juga kami terapkan pada bangunan cagar budaya bahan kayu di Sumatera Barat, diantaranya  di Balairung Sari Tabek di Kabupaten Tanah Datar, Masjid Tuo Kayu Jao di Kabupaten Solok, Rumah Gadang Engku Lareh Paninjauan dan Rumah Gadang Matur di Kabupaten Agam, dan Rumah Gadang Rosma Syarif di Nagari Sumpur Kabupaten Tanah Datar”Pungkasnya.(FA/LAP)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan
Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati
Bangkit dari Kerusakan, AMPHIBI Kembali Hijaukan Pesisir Percut dengan 75.000 Mangrove
Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU
Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak
Dari Luka yang Sama, Muaro Ambius Bantu Korban Banjir Taluk

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:50 WIB

Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:06 WIB

Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati

Senin, 15 Juni 2026 - 18:20 WIB

Bangkit dari Kerusakan, AMPHIBI Kembali Hijaukan Pesisir Percut dengan 75.000 Mangrove

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:19 WIB

Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU

Berita Terbaru