Optic Bawah Laut Merah Rusak, berdampak besar ke jaringan internet Dunia

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bnewsmedia.id – Kabel optik di bawah Laut Merah mengalami kerusakan dan mengganggu jaringan telekomunikasi di beberapa negara. Kerusakan kabel optik tersebut memaksa penyedia layanan telekomunikasi untuk mengalihkan seperempat rute lalu lintas antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah, termasuk lalu lintas internet, dilansir dari CNN, Senin (4/3/2024). Perusahaan telekomunikasi Hong Kong, HGC Global Communications mengatakan, total ada empat kabel milik jaringan telekomunikasi utama telah terputus dan menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan komunikasi di Timur Tengah. Kejadian ini mengakibatkan setidaknya 25 persen lalu lintas internet antara Asia, Eropa, serta Timur Tengah terganggu.

Kabel bawah laut adalah kekuatan tak terlihat yang menggerakkan internet. Kabel ini banyak didanai dalam beberapa tahun terakhir oleh raksasa internet seperti Google, Microsoft, Amazon, dan induk Facebook, Meta. Kerusakan pada jaringan bawah laut itu dapat menyebabkan pemadaman internet yang meluas, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, yakni setelah gempa bumi Taiwan pada 2006. Kerusakan kabel optik di Laut Merah ini terjadi beberapa minggu setelah pemerintah resmi Yaman memperingatkan kemungkinan pemberontak Houthi akan menargetkan kabel-kabel tersebut.

Akan tetapi, pemimpin pemberontak Yaman Abdel Malek al-Houthi membantah tuduhan tersebut. “Kami tidak berniat menargetkan kabel laut yang menyediakan internet ke negara-negara di kawasan ini,” katanya. Houthi kemudian menyalahkan unit militer Inggris dan Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah tersebut atas kerusakan yang terjadi. Di antara jaringan kabel yang terkena dampak, ada jaringan kabel Asia-Afrika-Eropa 1. Jaringan kabel tersebut memiliki sistem kabel sepanjang 25.000 kilometer (15.534 mil) yang menghubungkan Asia Tenggara ke Eropa melalui Mesir. Selain itu, Europe India Gateway (EIG) juga mengalami kerusakan. Di mana, EIG menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan India dengan Vodafone sebagai investor utama.

Perusahaan ini mengatakan di situs webnya bahwa mereka dapat mengirimkan lalu lintas internet melalui sekitar 80 sistem kabel bawah laut yang menjangkau 100 negara. Sebagian besar perusahaan telekomunikasi besar mengandalkan beberapa sistem kabel bawah laut yang memungkinkan mereka untuk mengalihkan lalu lintas jika terjadi pemadaman untuk memastikan layanan tidak terganggu.

Dampak kerusakan kabel optik bawah laut Gangguan yang terus-menerus terhadap kabel optik Laut Merah itu dapat menimbulkan konsekuensi besar bagi telekomunikasi global, dilansir The Week, Selasa (5/3/2024). Pasalnya, mayoritas lalu lintas internet antara Eropa dan Asia Timur berjalan melalui kabel bawah laut yang disalurkan ke selat sempit di ujung selatan Laut Merah. Karena hal inilah, kawasan tersebut sudah lama memiliki risiko bagi infrastruktur telekomunikasi karena lalu lintas kapalnya yang sibuk. Meningkatnya serangan kapal dari kelompok Houthi semakin meningkatkan risiko ini. Ketika layanan terputus, perusahaan telekomunikasi mungkin ragu untuk memasang jalur kabel baru di wilayah tersebut karena biayanya yang tinggi. Banyaknya bahaya di Laut Merah memicu biaya asuransi beberapa kapal kabel di dekat Yaman melonjak awal tahun ini hingga 150.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 miliar per hari. Serangan baru-baru ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur bawah laut yang penting, terutama di perairan dangkal dengan banyak kabel.

Baca Juga :  Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Apakah gangguan Meta karena kerusakan kabel di Laut Merah?  Di sisi lain, layanan Meta seperti media sosial Instagram, Threads, dan Facebook juga sempat mengalami gangguan di seluruh dunia pada Selasa (5/3/2024). Gangguan tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 15.30 GMT. Meski begitu, layanan-layanan Meta tersebut tampaknya kembali normal sekitar dua jam kemudian. Meski demikian, seorang pejabat senior dari badan keamanan siber dan keamanan infrastruktur AS mengatakan bahwa gangguan tersebut tidak berhubungan dengan kerusakan kabel optik bawah laut di Laut Merah. “Kami mengetahui insiden tersebut dan saat ini kami tidak mengetahui adanya hubungan pemilu tertentu atau aktivitas siber berbahaya tertentu,” kata dia, dikutip dari The Guardian, Selasa.

Juru bicara Meta yang menaungi Facebook dan Instagram, Andy Stone melalui akun X @andymstone menuliskan bahwa ada masalah teknis yang menyebabkan orang kesulitan mengakses beberapa layanan dari Meta. “Sebelumnya hari ini, ada masalah teknis yang menyebabkan orang kesulitan mengakses beberapa layanan kami. Kami menyelesaikan masalah ini secepat mungkin untuk semua orang yang terkena dampaknya, dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tulis Andy dalam unggahan. Meskipun demikian, hingga Rabu (6/3/2024), tidak ada laporan resmi yang menyebutkan detail penyebab dari gangguan di media sosial Meta.

Berita Terkait

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha
Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi
Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia
Ganjar Ogah Jadi Mentri Prabowo, Gibran : Yang Nawari Siapa?
RUU Desa Resmi Jadi Undang-Undang, Kepala Desa Resmi Jabat 8 Tahun
Live Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024
Indonesia Obrak Abrik Gawang Vietnam di kandangnya sendiri pada Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bombardir Bendungan dan Sumber Kelistrikan, Rusia: itu sebagai serangan balasan

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 09:35 WIB

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Senin, 1 April 2024 - 21:38 WIB

Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi

Senin, 1 April 2024 - 10:52 WIB

Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia

Sabtu, 30 Maret 2024 - 06:02 WIB

Ganjar Ogah Jadi Mentri Prabowo, Gibran : Yang Nawari Siapa?

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:59 WIB

RUU Desa Resmi Jadi Undang-Undang, Kepala Desa Resmi Jabat 8 Tahun

Selasa, 26 Maret 2024 - 22:11 WIB

Indonesia Obrak Abrik Gawang Vietnam di kandangnya sendiri pada Kualifikasi Piala Dunia 2026

Minggu, 24 Maret 2024 - 21:08 WIB

Bombardir Bendungan dan Sumber Kelistrikan, Rusia: itu sebagai serangan balasan

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:49 WIB

Perumdam Kota Padang Panjang Raih Top BUMD dan Top CEO BUMD

Berita Terbaru