UNIK,KONTRUKSI BANGUNAN MUSEUM ISTANA BASA PAGARUYUNG LAMBANG ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU

- Tim

Sabtu, 9 Oktober 2021 - 16:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id Tanah datar – Bangunan kontruksi Museum Istana basa Pagaruyung secara keseluruhan terlihat unik dan beda dari bangunan museum-museum lainnya,dimana semua tiang berdiri dengan posisi miring ke kiri dan ke kanan, kecuali Tonggak Tuo yang berdiri tegak lurus. Konstruksi seperti ini mempunyai nilai-nilai falsafah sebagai berikut :

  1. Konstruksi bangunan yang semakin besar ke atas melambangkan bahwa Adat dan Budaya Minangkabau terus berkembang sejalan dengan kemajuan dan peradaban. b. Sementara konstruksi yang semakin mengecil kebawah memproyeksikan seolah-olah semua tiang-tiang tersebut bertemu pada suatu titik jauh di perut bumi, konstruksi ini melambangkan satu kesatuan. Bangunan Istano Basa Pagaruyung terdiri atas 3 (tiga) unsur yaitu : a. Kerangka Dasar b. Unsur Utama c. Unsur Penunjang Istano Basa Pagaruyung dengan semua unsur-unsurnya Mewakili dan melambangkan kehidupan Adat dan Budaya Minangkabau.Berikut arti dan makna yang ada pada bangunan Istano Basa Pagaruyung. 3. Kerangka Dasar Kerangka Dasar Istano Basa Pagaruyung terdiri dari batu sandi, tiang, unsur pemersatu, unsur pengokoh dan deretan tiang. a. Batu Sandi Batu Sandi adalah tempat berdirinya masing-masing tiang, keberadaan batu sandi memiliki sebuah kaum untuk masingmasingnya, sebuah batu sandi melambangkan kesepakatan dan kesatuan anggota kaum untuk memilih salah seorang laki-laki dalam kaum yang bersangkutan untuk menjadi pemimpin, suri teladan, penasehat, wakil dan pelindung mereka. Batu sandi tersebut juga melambangkan dukungan anggota kaum untuk mematuhi, melaksanakan dan mendukung kebijakan-kebijakan.
  2. Tiang Bangunan Istano Basa Pagaruyung terdiri dari 72 buah tiang,3 lantai dan 11 gonjong. Pengelompokan tiang bangunan Istano Basa Pagaruyung dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing kelompok mewakili dan melambangkan peran yang berbeda sesuai dengan letak dan fungsi masing-masing. Pengelompokan tiang Istano Basa Pagaruyung adalah : 1) Tiang Panagua Alek Deretan yang pertama dari depan dinamakan tiang panagua alek yang mewakili dan melambangkan peran penghulu kaum sebagai penasehat dari setiap pertemuan, kegiatan sosial dan keramaian ditengah-tengah masyarakat, deretan tiang panagua alek juga dinamakan tiang tap
  3. Tiang Temban Deretan yang kedua dari depan dinamakan tiang temban yang mewakili dan melambangkan keramah-tamahan, suka 12 menerima tamu dan suka menolong tanpa membedakan agama, bangsa dan warna kulit, tapi berdasarkan saling pengertian.
  4. Tiang Panjang Deretan yang ketiga dari depan dinamakan tang panjang yang mewakili dan melambangkan kemampuan pemimpin, cendikiawan Minangkabau dalam mengorganisir, memimpin, menciptakan, memberi, menjaga dan melindungi stabilitas, persatuan dan kesatuan kerajaan dalam semua aspek kehidupan, deretan Tiang Panjang juga dinamakan tiang Simajolelo.
  5. Tiang Puti Bakuruang Deretan yang keempat dari depan dinamakan tiang puti Bakuruang yang mewakili batas ruangan yang satu dengan yang lain dan melambangkan batas-batas ruang gerak dan tanggung 13 jawab urang sumando dirumah istrinya, tiang puti bakuruang juga dinamakan tiang biliak. Gambar 2.7 : Tian
  6. Tiang Suko Dilabo Deretan tiang yang paling belakang dinamakan tiang suko dilabo yang mewakili kaum wanita sebagai ibu, pendamping suami, pelaksana adat dan kebudayaan, Ia melambangkan komitmen kaum wanita untuk menyajikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan demi kelangsungan hidup, keutuhan keluarga, kaum, adat dan kebudayaan Minangkabau
  7. Tiang Salek Istilah tiang salek berarti deretan tiang yang dipasang antara rasuak atas dan bawah, Ia terletak antara tiang puti bakuruang dan tiang dapua tapi dibalik kain kelambu di dalam kamar. Tiang Salek mewakili dan melambangkan peran generasi muda dan 14 generasi penerus masyarakat Minangkabau dan merelakan Adat dan Kebudayaan Minangkabau akan diwariskan.
  8. Tonggak Tuo Dalam adat Minangkabau Tonggak Tuo adalah Tonggak yang paling tua (yang pertama) dalam mendirikan Istano Basa Pagaruyung. Tata cara mendirikan Tonggak Tuo DITENT 8) Tonggak Gantung Dua buah tiang yang tegak diujung sebelah kanan dan kiri bangunan Istano Basa Pagaruyung tidak menyentuh permukaan tanah, kedua tiang tersebut dinamakan “Tunggak Gantuang“ yang mewakili keberadaan Datuk Ketemanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang sebagai peletak dasar kerangka Adat Minangkabau 15 dengan segala kebesaran dan peranannya dalam kehidupan.(AN/LAP).

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS →

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,
DPC Hanura Tanah Datar Bertekad Raih 4 Kursi di Pemilu Mendatang*
Peringati Hari Santri 2026, Tanah Datar Salurkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta
Ombudsman Panggil Kadis PMDPPKB hingga Camat Batipuh Selatan, Dugaan Penolakan Ranji Warga Batu Taba Disorot
Pastikan Tampil Di Porprov Sumbar
Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:38 WIB

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,

Rabu, 4 November 2026 - 17:12 WIB

DPC Hanura Tanah Datar Bertekad Raih 4 Kursi di Pemilu Mendatang*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Tanah Datar Salurkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Ombudsman Panggil Kadis PMDPPKB hingga Camat Batipuh Selatan, Dugaan Penolakan Ranji Warga Batu Taba Disorot

Jumat, 25 September 2026 - 20:38 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Berita Terbaru

Hukum

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:38 WIB