Home / Tak Berkategori

BPCB SUMBAR MAMFAATKAN CENGKEH UNTUK LESTARIKAN PENINGGALAN BERSEJARAH YANG BERBAHAN KAYU

- Tim

Jumat, 8 November 2024 - 01:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Tanah Datar.Dalam melestarikan peninggalan bersejarah yang berbahan kayu,Balai Peninggalan Cagar budaya (BPCB) Sumbar Riau Jambi sering mensosialisasikan penggunaan cengkeh sebagai bahan anti rayap.

Kepala BPCB Sumbar Teguh Hidayat melalui humasnya Kosasih kepada Bnews , Senin (1/3) menyebutkan,Indonesia sebagai salah negara beriklim tropis,hal ini tentu sangat cocok dengan pertumbuhan serangga rayap dan Sumatera Barat sebagai daerah yang dikenla dengan ribuan Rumah gadang yang terbuat dari bahan kayu merupakan tempat rayap mencari makan.

“Serangga  rayap merupakan salah satu serangga perusak kayu. Di Sumatera Barat, banyak degradasi terutama disebabkan oleh rayap. Rayap memakan selulosa kayu dan membuat lubang dalam kayu, sehingga ada kayu yang pada bagian luarnya terlihat baik, sementara pada bagian dalamnya sudah rusak”Sebut Nurmatias.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS →

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan,guna mencegah degradasi Rumah gadang yang diakibatkan serangga rayap, BPCB mensosialisasikan cengkeh ataupun tembakau  sebagai  bahan anti rayap.

Dijelaskan,Masyarakat di daerah Kudus-Jawa Tengah dan sekitarnya memiliki kekayaan budaya pembersihan dan perawatan kayu dengan tembakau dan cengkeh. Teknologi tradisional warisan nenek moyang tersebut terbukti efektif, baik secara empiris melalui kajian observasi di lapangan maupun studi laboratorium yang telah dibuktikan oleh Balai Konservasi Borobudur.

“Efektifitas tembakau dan cengkeh sebagai bahan konservan yang sudah cukup teruji sudah dipublikasikan dalam Jurnal Konservasi Benda Cagar Budaya Borobudur Vol.II No.2 Desember 2008. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Magelang – Jawa Tengah”Ungkap Kosasih.

Menurutnya tembakau mengandung bahan aktif alkaloid yang merupakan metabolit sekunder tanaman tembakau yang berfungsi sebagai pengawet kayu. Masuknya alkaloid ke dalam pori kayu akan meningkatkan kandungan zat ekstraktif kayu, sehingga menjadi lebih awet. Nikotin merupakan bahan aktif utama dalam tembakau.

Sementara itu Tambahnya Cengkeh merupakan senyawa fenolat dengan eugenol sebagai komponen paling besar. Senyawa fenolat memiliki sifat fungisida yang mampu melindungi dari serangan mikrobiologi. Kayu yang diolesi dengan ekstrak tembakau dan cengkeh dan diumpankan kepada rayap kayu kering berpengaruh terhadap mortalitas (kematian) rayap.

“Penggunaan bahan tradisional tembakau dan cengkeh untuk pembersihan dan pengawetan kayu juga kami terapkan pada bangunan cagar budaya bahan kayu di Sumatera Barat, diantaranya  di Balairung Sari Tabek di Kabupaten Tanah Datar, Masjid Tuo Kayu Jao di Kabupaten Solok, Rumah Gadang Engku Lareh Paninjauan dan Rumah Gadang Matur di Kabupaten Agam, dan Rumah Gadang Rosma Syarif di Nagari Sumpur Kabupaten Tanah Datar”Pungkasnya.(FA/LAP)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duet Alfiano dan Habibie Torehkan Medali di Nomor Duoble 15 Bola Putra
Pastikan Tampil Di Porprov Sumbar
Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Gelar HUT ke-10 di Tanggul Lapindo, AMPHIBI Jatim Tekankan Kolaborasi Jaga Alam
Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?
Menelusuri Sejarah Sumatera Barat: Dari Keresidenan, Perjuangan Kemerdekaan hingga Provinsi
PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Duet Alfiano dan Habibie Torehkan Medali di Nomor Duoble 15 Bola Putra

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Pastikan Tampil Di Porprov Sumbar

Jumat, 25 September 2026 - 20:38 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Rabu, 23 September 2026 - 09:31 WIB

Gelar HUT ke-10 di Tanggul Lapindo, AMPHIBI Jatim Tekankan Kolaborasi Jaga Alam

Jumat, 18 September 2026 - 11:36 WIB

Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?

Berita Terbaru

News

Pastikan Tampil Di Porprov Sumbar

Senin, 5 Okt 2026 - 22:45 WIB