SIDOARJO – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) Jawa Timur memilih cara berbeda dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10. Jika umumnya perayaan ulang tahun organisasi digelar di dalam gedung, AMPHIBI Jatim justru memilih kawasan Tanggul Lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, sebagai lokasi peringatan, Minggu (20/9/2026).
Pemilihan Tanggul Lumpur Lapindo sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Kawasan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap dampak panjang yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas manusia terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia HUT ke-10 AMPHIBI Jatim, Edi Susilo. Dalam sambutannya, Edi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) AMPHIBI Jawa Timur atas kerja keras dan dukungan sehingga rangkaian kegiatan HUT ke-10 dapat terlaksana dengan baik dan khidmat.
ADVERTISEMENT
Punya Ide
Aplikasi?
Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan diisi dengan tasyakuran, doa bersama, serta refleksi perjalanan AMPHIBI selama satu dekade dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPW AMPHIBI Jawa Timur serta calon pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPHIBI Kabupaten Sidoarjo.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, AMPHIBI Jatim juga menyerahkan santunan secara langsung kepada warga kurang mampu yang berada di sekitar kawasan terdampak Lumpur Lapindo.
Soroti Persoalan Lingkungan di Kawasan Lapindo
Ketua DPW AMPHIBI Jawa Timur, Samsul Hadi, S.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menyebut persoalan semburan lumpur Lapindo sebagai salah satu peristiwa lingkungan yang dampaknya masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
Menurut Samsul, organisasi lingkungan harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari upaya perlindungan lingkungan serta pendampingan terhadap warga yang membutuhkan.
“Sebagai lembaga lingkungan hidup, posisi kami selalu berada di samping warga yang membutuhkan. Kami siap membuka diri dan bekerja sama dengan pihak manapun, demi memastikan alam tetap terlindungi dan kelestariannya terjaga,” tegas Samsul.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan lingkungan. Masyarakat, kata dia, perlu berani menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pencemaran maupun indikasi kerusakan lingkungan di wilayahnya.
Rangkaian HUT Berlanjut dengan Aksi Bersih Saluran Air
Ketua Panitia HUT ke-10 AMPHIBI Jatim, Edi Susilo, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan HUT tidak berhenti di kawasan Tanggul Lumpur Lapindo.
Kegiatan akan dilanjutkan dengan aksi sosial dan lingkungan hingga akhir September 2026.
Puncak rangkaian kegiatan dijadwalkan pada Minggu (27/9/2026) melalui bakti sosial berupa kerja bakti membersihkan saluran air di kawasan permukiman sepanjang jalur Desa Ngampelsari hingga Desa Balonggabus, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Menurut Edi, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian AMPHIBI terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air.
“Aksi ini sebagai langkah antisipasi dini untuk mencegah genangan dan banjir saat musim hujan tiba,” pungkas Edi.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Litbang Amphibi









Komentar