Home / Tak Berkategori

MUSEUM ISTANA BASA PAGARUYUNG IKON WISATA SUMBAR

- Tim

Jumat, 8 November 2024 - 01:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Batusangkar,

Museum Istano Basa Pagaruyung yang telah menjadi ikon wisata Bumi Minangkabau dibuka dan dapat dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik setiap saat.

Museum ini diproyeksi sebagai pusat pengembangan adat dan budaya Minangkabau.selain bangunan induk berupa istana di lokasi ini terdapat bangunan lainnya seperti tabuah, surau, balai adat bodi chaniago, balai adat koto piliang, pincuran tujuah dan bangunan penunjang lainnya. Pada masa mendatang juga akan dibangun museum budaya, ruang visualisasi adat budaya, gedung pertemuan dan perpustakaan.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Museum Istana Basa Pagaruyung bisa menjadi pintu gerbang bagi wisatawan sebelum mengenal tempat lainnya di Sumatera Barat. Tempat ini dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, penelitian dan sekaligus tempat wisata bernuansa budaya. Maka harus konsisten dan dapat terus menjaga kebutuhannya sebagai situs budaya bernilai tinggi.

Selain Menjadi ikon wisata Minangkabau,Museum ini juga sebagai lambang pemersatu nusantara,betapa tidak berbagai even besar seperti tour de Singkarak juga mengambil museum ini sebagai tempat start maupun finish nya.

Komplek museum Istano Basa Pagaruyung mulai dibangun pasa 27 Desember 1976 ini adalah nama duplikat (tempat tinggal) keluarga kerajaan Minangkabau yang sekaligus menjadi pusat kerajaan Minangkabau pada masanya, konstruksi bangunannya berbeda dengan rumah gadang kebanyakan.

Pada masa Kerajaan Minangkabau Istano Pagaruyung memainkan peran ganda, sebagai rumah tempat tinggal keluarga kerajaan dan pusat pemerintahan.

Kepemimpinan Rajo Alam pada kerajaan Minangkabau dikenal dengan ‘tali tigo sapilin’ dan pemerintahannya dikenal ‘tungku tigo sajarangan’.

Rumah gadang Minangkabau dibangun berdasarkan mufakat semua anggota kaum dan atas persetujuan Penghulu Nagari dan dibiayai oleh suku, berfungsi sebagai tempat pelaksanaan adat dalam kehidupan masyarakat.

Rumah gadang juga bukti nyata kemampuan adat dalam mempersatukan kepentingan, inspirasi dan kebutuhan anggota kaum untuk terciptanya iklim dan kehidupan yang damai, adil dan harmonis dibawah penghulu kaum.

Museum Istano Basa Pagaruyung sekarang merupakan duplikat dari istano yang dibakar Belanda pada tahun 1804. Pada 1976 Istano ini dibangun kembali yang lahir dari pemikiran pemerintah daerah dan tokoh-tokoh adat Sumatra Barat untuk melestarikan nilai-nilai adat, seni, dan budaya serta sejarah Minangkabau.(an/LAP)

Sumber : buku Panduan Wisata Kabupaten Tanah Datar/penulis Alfian Jamrah, Efrison dan Renti Amelia.

 

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:29 WIB

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB