Home / Tak Berkategori

Lapas Kelas IIA Pancur Batu Gelar Pelatihan Pembuatan Tempe, Wujudkan Warga Binaan yang Mandiri dan Produktif

- Tim

Rabu, 12 November 2025 - 00:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancur Batu kembali menunjukkan komitmennya dalam membina dan memberdayakan warga binaan. Kali ini, Lapas Pancur Batu bekerja sama dengan Yayasan Sosial Berdikari Karya Sehati (YASOS BKS) menggelar Pelatihan Kemandirian Pembuatan Tempe bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Aula Lapas Pancur Batu mulai 29 Oktober hingga 3 November 2025, dan diikuti oleh 15 warga binaan yang telah melalui proses seleksi ketat oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berfokus pada bidang agribisnis, dengan tujuan membekali warga binaan agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pancur Batu, Raymond Rumahorbo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri.

“Pelatihan ini diharapkan dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Pahami setiap materi yang disampaikan tim pengajar, karena ilmu ini akan menjadi bekal berharga untuk mandiri secara ekonomi dan percaya diri saat kembali ke masyarakat,” ujar Raymond.

Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi nilai tambah ekonomi dan modal usaha setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.

Sementara itu, pengurus YASOS BKS Anisa Wahyu Ningrum, S.M., yang hadir bersama Dini Ceria Cahayani dan Dewi Agustyne sebagai mitra pelatihan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembinaan ini.

“Kami hadir untuk membimbing para peserta hingga memiliki kompetensi yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja maupun industri rumahan. Materi pelatihan difokuskan pada praktik langsung sesuai standar dunia usaha,” jelas Anisa.

Dari sisi yayasan, Agus Salim Tanjung, S.Si., Ch. (AST) selaku Pimpinan Umum YASOS BKS sekaligus Ketua Umum Lembaga Lingkungan AMPHIBI, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan keterampilan bagi WBP telah rutin dilakukan sejak tahun 2016 di berbagai lapas di Indonesia.

“Kami sudah melatih warga binaan di berbagai lapas dengan beragam keterampilan, mulai dari pembuatan sabun cair, kerajinan tangan, hingga pemanfaatan limbah untuk pakan ternak. Kali ini kami fokus pada pembuatan tempe dan tahu di sejumlah lapas di Sumatera Utara,” papar Agus.

“Kami percaya, pemberdayaan keterampilan seperti ini adalah kunci perubahan bagi warga binaan agar mereka tidak hanya sadar hukum, tetapi juga produktif dan mandiri setelah bebas,” tambahnya.

Kegiatan pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi. Melalui pembinaan berkelanjutan seperti ini, Lapas Kelas IIA Pancur Batu berharap mampu mencetak warga binaan yang siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB