Home / Tak Berkategori

Krisis Pinjol? Utang Belum Dibayar Capai Rp90,99 Triliun

- Tim

Sabtu, 15 November 2025 - 12:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Jakarta, bnewsmedia.id β€” Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini mengungkap data terkini terkait pembiayaan melalui layanan pinjaman online (pinjol) di Indonesia. Berdasarkan laporan resmi OJK, jumlah utang pinjol masyarakat yang belum dibayar hingga September 2025 mencapai Rp 90,99 triliun, mengalami kenaikan sebesar 22,16 % dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Ringkasan Singkat

  • Outstanding utang pinjol per September 2025: Rp 90,99 triliun.

  • Pertumbuhan tahunan (YoY): +22,16 %.

    ADVERTISEMENT

    IKLAN
    DEVTECH INDONESIA
    SOFTWARE DEVELOPMENT

    Punya Ide
    Aplikasi?

    Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

    devtech.app
    BUSINESS DASHBOARD Overview
    PROJECT 128
    USER 8.4K
    WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
    Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
    KONSULTASI GRATIS β†’

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Pertumbuhan bulanan dari Agustus 2025: +3,86 % (Agustus tercatat Rp 87,61 triliun).

  • Rasio wanprestasi (> 90 hari) atau TWP90 pada September 2025: 2,82 %.

Analisis dan Makna

Kenaikan outstanding pinjol ke angka Rp 90,99 triliun menunjukkan bahwa masyarakat semakin banyak menggunakan layanan pinjaman daring sebagai sumber pembiayaan. Namun, peningkatan bersamaan dalam tingkat wanprestasi (TWP90) menandakan bahwa kemampuan masyarakat untuk melunasi pinjaman tersebut mulai tertekan.

Menurut pengamat, seperti Bhima Yudhistira dari CELIOS, peningkatan pinjol dalam jumlah besar bukanlah indikator ekonomi positif, karena banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif dan bukan produktif. Jika trend ini terus berlanjut, daya beli masyarakat dapat semakin terkikis karena sebagian penghasilan terpakai untuk membayar bunga dan cicilan pinjol β€” bukannya untuk konsumsi atau investasi yang membangun.

Implikasi bagi Pemangku Kepentingan

  • Bagi konsumen: disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil pinjol, memahami bunga, biaya dan konsekuensi gagal bayar. Bila menghadapi kesulitan bayar, sebaiknya segera menghubungi penyelenggara untuk mengevaluasi opsi restrukturisasi β€” bukan menghindar.

  • Bagi penyelenggara pinjol: penting untuk memperkuat manajemen risiko, mengevaluasi profil peminjam, dan menegakkan praktik penagihan yang etis dan sesuai regulasi.

  • Bagi regulator dan pembuat kebijakan: data ini menjadi sinyal bahwa literasi keuangan masyarakat perlu ditingkatkan, serta regulasi dan supervisi sektor fintech pinjaman harus terus diperkuat agar tidak menimbulkan dampak sistemik atau sosial yang lebih luas.

Pernyataan Resmi OJK

β€œKami mencatat bahwa outstanding pembiayaan pinjol hingga September 2025 telah mencapai Rp 90,99 triliun dengan TWP90 sebesar 2,82 %. Ini menunjukkan bahwa sekalipun layanan makin besar, hambatan dalam pelunasan juga ikut naik,” ujar Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro & Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK.

OJK mengimbau seluruh pihak β€” peminjam, penyelenggara fintech, dan stakeholder terkait β€” untuk bertindak secara kooperatif dalam menyelesaikan permasalahan utang pinjol, menjaga hak dan kewajiban secara transparan, dan memperkuat inklusi keuangan yang sehat.

Penutup

Angka Rp 90,99 triliun bukan sekadar statistik β€” ini mencerminkan beban keuangan yang semakin berat di kalangan masyarakat dan menuntut respon dari seluruh ekosistem keuangan. OJK akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang tepat agar pertumbuhan pinjol berjalan secara berkelanjutan dan aman bagi konsumen.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disitaβ€”Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 11:15 WIB

USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Berita Terbaru

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB