Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini yang Harus Dihindari

- Tim

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

LAMPUNG bnewsmedia.id โ€” Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menjadi perhatian setelah gunung api tersebut mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam.

Meski episode erupsi menerus telah berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Dalam rekomendasi terbarunya, masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Radius 3 Kilometer Dilarang?

Penetapan radius tersebut berkaitan dengan potensi bahaya yang dapat muncul dari aktivitas erupsi.

PVMBG menyebut potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Karena material vulkanik dapat terlontar dari pusat erupsi, masyarakat tidak dianjurkan mendekati kawasan tersebut meskipun kondisi gunung terlihat relatif tenang.

Apakah Radius 3 Km Berarti Seluruh Selat Sunda Berbahaya?

Tidak.

Radius 3 kilometer merupakan kawasan yang secara khusus direkomendasikan untuk dihindari dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat yang berada di luar radius tersebut tetap harus memperhatikan perkembangan aktivitas gunung api dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun PVMBG.

Baca Juga :  DLH Kab.Pati dan berbagai kalangan tanam mangrove mageri Segoro dalam rangka Hari Menanam Pohon Nasional

PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks terkait potensi tsunami akibat aktivitas Anak Krakatau.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

PVMBG menyatakan status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga) setelah episode erupsi menerus berakhir.

Episode tersebut tercatat mulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Setelah itu, PVMBG masih mencatat satu erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih harus dipantau secara intensif.

Jangan Mendekati Gunung Hanya untuk Mengambil Foto

Erupsi gunung api sering menarik perhatian wisatawan maupun pemburu foto.

Namun, ketika status aktivitas meningkat, keinginan mendapatkan foto atau video dari jarak dekat dapat meningkatkan risiko keselamatan.

Masyarakat dan wisatawan sebaiknya tidak memasuki kawasan yang telah dinyatakan sebagai zona yang harus dihindari.

Keselamatan harus menjadi prioritas dibandingkan mendapatkan dokumentasi erupsi.

Bagaimana dengan Wilayah Pesisir Banten dan Lampung?

PVMBG meminta masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung tetap tenang.

Artinya, rekomendasi radius 3 kilometer tidak berarti seluruh masyarakat di wilayah pesisir harus melakukan evakuasi.

Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas normal dengan mengikuti arahan pemerintah daerah dan memantau informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Aktivitas Meningkat?

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

  • Memantau informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi.
  • Tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.
  • Mengikuti instruksi BPBD dan pemerintah daerah.
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  • Tidak mempercayai pesan berantai mengenai tsunami tanpa sumber resmi.
  • Menggunakan perlindungan yang sesuai jika terjadi hujan abu.
  • Mengutamakan keselamatan ketika berada di kawasan sekitar Selat Sunda.
Baca Juga :  Peringati Hari Penanaman Pohon 2020 : AMPHIBI Canangkan Management Pohon & Peduli Sungai 2021.

Mengapa Status Bisa Berubah?

Status gunung api tidak bersifat permanen.

PVMBG melakukan evaluasi berdasarkan berbagai data, termasuk pengamatan visual dan instrumental.

Dalam perkembangan terbaru, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rata-rata amplitudo RSAM sempat meningkat pada 5 September, kemudian menunjukkan tren menurun pada 6 September. Data Tiltmeter Stasiun Tanjung juga masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Istimewah

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Ada Apa? Roni Pasla yang Digadang Maju Justru Antar Fadhli Daftar Ketua KNPI
Bursa Ketua KNPI Tanah Datar Memanas! Roni Pasla Mundur, All Out Dukung Fadhli Tarmizi
Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama
Dari Tanam Mangrove hingga Bongkar Dugaan Limbah, Aksi AMPHIBI di Deli Serdang Jadi Sorotan
Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan
Radius bahaya Gunung Anak Krakatau saat ini 3 kilometer dari pusat aktivitas. Simak status Level III Siaga dan rekomendasi terbaru PVMBG.

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai

Rabu, 2 September 2026 - 23:35 WIB

Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar

Selasa, 1 September 2026 - 18:06 WIB

Ada Apa? Roni Pasla yang Digadang Maju Justru Antar Fadhli Daftar Ketua KNPI

Selasa, 1 September 2026 - 15:26 WIB

Bursa Ketua KNPI Tanah Datar Memanas! Roni Pasla Mundur, All Out Dukung Fadhli Tarmizi

Berita Terbaru