Home / Tak Berkategori

Amphibi Sumatera Barat Diskusi dan silaturahmi bersama Letjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr. dalam Kunkernya ke Sumbar

- Tim

Jumat, 8 November 2024 - 01:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id, Bukittinggi – Dalam Rangka Kunjungan Kerja ke Sumatra Barat dan Napak Tilas ke lubuk Sikaping, Pasaman timur ke tanah Kelahirannya Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr. di selah kunkernya ke Kota Bukittinggi melakukan sharing, silaturahmi dan temuramah bersama Dewan Pimpinan Wilayah Amphibi Sumatera Barat yang di dampingi Dpd Amphibi Kab. Tanah Datar setelah melakukan night dinner di RM Pauah Piaman di Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan itu Nasrul (Ketua Amphibi Sumbar) di Dampingi Sekwil Amphibi Sumbar (Lingga Ananda), Ahmad Zaky (Kabiro ITE Sumbar Amphibi), Noviardi Rajo Mansur (Ketua Amphibi DPD Tanah Datar) dan Sekretarisnya Mutiara dan Team Lainnya.

Nasrul menjelaskan kegiatan Amphibi di Sumatera Barat saat ini terkait permasalahan lingkungan Hidup dan sosial Kemasyarakatan, Amphibi telah melakukan perhatian terhadap Danau Singkarak dan Danau Maninjau yang mana di danau tersebut mengancam punahnya populasi ikan bilih.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Letjend Harto Karyawan menanyakan tentang Ikan Bilih di Danau Singkarak yang merupakan ikan khas dari Danau Singkarak itu, “Apakah Bilih masih banyak di Danau tersebut” ?

Nasrul menjelaskan bilih saat sekarang ini sudah mulai berkurang di danau tersebut salah satunya penangkapan ikan bilih menggunakan bagan dan menggunakan cahaya dengan ukuran mata jaring jaring selebar dua milimeter. Akibatnya, ikan bilih yang kecil juga tertangkap.

disi lain Letjend Harto Karyawan menanyakan mengenai status niniak mamak,  bundo kanduang, dan tanah ulayat dalam adat Minangkabau, bendahara Amphibi Sumbar yg Notabenenya merupkan seorang Bundo Kanduang (Perempuan) dalam suku Minangkabau menjelaskan bahwa setiap wanita yang sudah menikah di beri julukan bundo kanduang, namun setiap wanita yang belum menikah walaupun sudah berumur tetap di panggil puti yang berarti putri atau gadis yang belum menikah.

Niniak mamak itu menurut garis keturunan ibu (Matrilinealisme) yang berarti mamak ( paman) dalam suatu keluarga akan mewariskan gelar Datuk kepada kemenakannya, tetapi harta diwariskan kepada perempuan selaku bundo kanduang.

Nasrul juga menjelaskan mengenai hukum adat tanah ulayat di Minangkabau, bahwa tanah ulayat ini memiliki hukum adat tersendiri dimana sejak dahulunya hukum adat lah yang dipakai mengenai tanah ulayat karena tanah ulayat di MinangKabau merupakan pusako tinggi ( pusaka tinggi) yang hukumnya sudah ada dan jelas.

Letjend Harto Karyawan , mengungkapkan bahwa sebagai makhluk Allah harus bisa mengenali cakra diri masing-masing. Jika manusia sudah bisa membaca cakra dirinya maka sukses dunia akhirat Insha Allah dapat di raih.

Saya senang dan Sangat mendukung sekali tentang kegiatan kawan-kawan Amphibi di sumatera Barat tentang Penyelamatan Lingkungan Hidup dan perbaikan sosial Kemasyarakatan.

di Ujung perbincangan hangat itu Letjend HARTO KARYAWAN memberikan sebuah buku hasil karyanya yang berjudul  “The 8 Power of Cakra (Delapan Kekuatan Cakra)” kepada Amphibi, disisi lain Amphibi pun juga memberikan T-shirt berdesign Amphibi kepada Letjend TNI Besar Harto Karyawan sebagai kenang-kenangan yang notabenenya merupkan Karya lokal (Anak Nagari) (**Tia, Ahmad)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:29 WIB

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB