Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama

- Tim

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Ilustrasi : AI

Ilustrasi : AI

Padang Panjang, bnewsmedia.id โ€“ Tak ada kebijakan yang lebih baik selain yang lahir dari mendengar suara masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang memutuskan mengembalikan sistem arus lalu lintas di kawasan Pasar Pusat ke pola semula setelah melalui masa evaluasi selama kurang lebih satu bulan.

Keputusan ini menjadi bukti bahwa setiap kebijakan publik tidak bersifat kaku. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses penyempurnaan pelayanan publik.

Selama masa uji coba penerapan sistem satu arah (One Way), berbagai tanggapan disampaikan masyarakat. Mulai dari pedagang, pelaku usaha, pengemudi angkutan, hingga warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pasar Pusat menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terhadap rekayasa lalu lintas tersebut.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh masukan tersebut kemudian dihimpun dan menjadi bahan evaluasi bersama. Hasilnya, pemerintah memandang bahwa pengembalian arus lalu lintas ke kondisi semula merupakan langkah terbaik untuk saat ini, dengan tetap mengedepankan kelancaran mobilitas masyarakat serta keberlangsungan aktivitas ekonomi di pusat kota.

Keputusan ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan responsif. Setiap kebijakan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan, bukan semata-mata mempertahankan sebuah keputusan tanpa melihat dampaknya terhadap masyarakat.

Mendengar suara rakyat bukan berarti pemerintah mengubah arah tanpa pertimbangan. Sebaliknya, hal itu menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ke depan, Pemerintah Kota bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi lalu lintas di kawasan Pasar Pusat. Berbagai langkah pembenahan, mulai dari penataan parkir, pengaturan aktivitas bongkar muat, hingga peningkatan disiplin berlalu lintas tetap menjadi prioritas untuk menciptakan kawasan perdagangan yang tertib, aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kebijakan bukan hanya diukur dari seberapa baik ia dirancang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Pemkot Padang Panjang

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?
Menelusuri Sejarah Sumatera Barat: Dari Keresidenan, Perjuangan Kemerdekaan hingga Provinsi
PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Pemerintah Kota Padang Panjang mengembalikan sistem One Way di kawasan Pasar Pusat ke kondisi semula setelah melalui evaluasi selama satu bulan. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan hasil kajian lapangan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:36 WIB

Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?

Jumat, 18 September 2026 - 10:34 WIB

Menelusuri Sejarah Sumatera Barat: Dari Keresidenan, Perjuangan Kemerdekaan hingga Provinsi

Selasa, 8 September 2026 - 21:29 WIB

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB