BANJIR MELANDA JALAN BARU UNDERPASS KOTA BEKASI

- Tim

Jumat, 3 Maret 2023 - 21:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id Bekasi – Curah hujan yang tinggi disertai dengan angin yang kencang membuat debit air di sungai jalan baru underpass bekasi timur menjadi lebih besar sehingga mengakibatkan meluapnya air ke jalanan dan juga memasuki permukiman warga pada selasa, (28/2/2023). Kejadian tersebut juga membuat salah satu pohon besar yang ada di bantaran sungai tersebut tumbang dan jatuh ke permukaan air sehingga makin memperburuk situasi di lokasi sekitar.

Sadi, ketua RT 06/02 Kel. Bekasi Jaya yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan bahwa pohon jenis dadap berdiameter 40 cm dengan tinggi sekitar 5 meter tersebut tumbang akibat tekanan air yang meluap dan menggerus tanah dibawah pohon tersebut.
Ditambah dengan kondisi angin kencang disertai hujan lebat pada pukul 14.50 WIB siang tadi, “ucap Sadi..

Sementara di tempat terpisah ketua AMPHIBI Bekasi Raya, Willy Nur Wahyudi mengatakan bahwa sebelum kejadian tersebut, AMPHIBI telah melakukan audiensi dengan pihak Dinas BMSDA Kota Bekasi dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21/2/2023 untuk berkolaborasi terkait dengan kondisi sungai tersebut.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar sungai yang sudah cukup lama mengalami sedimentasi/pendangkalan akibat penumpukan lumpur perlu dilakukan pengerukan.

Beberapa waktu lalu, AMPHIBI melakukan audensi dengan Dinas BMSDA Kota Bekasi.
Saat menjelang aksi HPSN 2023 lalu kita sudah meminta Dinas BMSDA Kota Bekasi untuk menurunkan alat berat guna mengangkat lumpur yang berada di dasar Sungai tersebut.

“Namun salah satu pegawai yang berada di kantor upt dmsda tersebut mengatakan bahwa seluruh alat berat di UPT saat ini sedang dipergunakan semua untuk pekerjaan di lokasi lain, “ungkap Willy.

Agar permasalahan sungai yang membuat kekhawatiran masyarakat sekitar terhadap dampak banjir, saat ini AMPHIBI sedang mengirim surat permohonan ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk dapat melakukan pengerukan aliran sungai ini hingga tembus ke muaranya di wilayah Tambun Utara Kabupaten Bekasi, “tutup Willy. (**AST)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,
DPC Hanura Tanah Datar Bertekad Raih 4 Kursi di Pemilu Mendatang*
Peringati Hari Santri 2026, Tanah Datar Salurkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta
Ombudsman Panggil Kadis PMDPPKB hingga Camat Batipuh Selatan, Dugaan Penolakan Ranji Warga Batu Taba Disorot
Pastikan Tampil Di Porprov Sumbar
Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Gelar HUT ke-10 di Tanggul Lapindo, AMPHIBI Jatim Tekankan Kolaborasi Jaga Alam
Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:38 WIB

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,

Rabu, 4 November 2026 - 17:12 WIB

DPC Hanura Tanah Datar Bertekad Raih 4 Kursi di Pemilu Mendatang*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Peringati Hari Santri 2026, Tanah Datar Salurkan Bantuan Pendidikan Rp100 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Ombudsman Panggil Kadis PMDPPKB hingga Camat Batipuh Selatan, Dugaan Penolakan Ranji Warga Batu Taba Disorot

Jumat, 25 September 2026 - 20:38 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Berita Terbaru

Hukum

PLTS Apung di Danau Singkarak Menuai Penolakan,

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:38 WIB