Tanah Datar bnewsmedia — Gelaran Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026 yang digelar pada 8–9 Februari 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Dang Tuanku Bukit Gombak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menjadi ajang pembuktian bagi Brahma, yang akrab dipanggil Dedek. Ia berhasil menjadi yang tercepat di kelas Ekstra 600 meter bersama kuda pacu Zhafira, setelah memimpin sejak keluar dari starting gate dan unggul atas empat pesaing lainnya.
Kegiatan pacuan kuda ini merupakan bagian dari event tahunan yang mempertemukan puluhan ekor kuda dari berbagai daerah di Pulau Sumatera dan Jawa, baik dalam kategori open race (berpelana) maupun tradisional (tanpa pelana). Tahun ini, panitia mencatat keikutsertaan lebih dari 80 ekor kuda yang bersaing dalam berbagai kelas lomba.
Perjalanan Dedek di Dunia Pacuan Kuda
Sejak kecil, Dedek sudah diperkenalkan dengan dunia pacuan kuda oleh sang ayah, Indra, yang juga seorang owner kuda pacu, termasuk yang bernama Flo Indigo. Keseharian Dedek dihabiskan di arena pacuan, terutama di Dang Tuanku Bukit Gombak. Seusai pulang sekolah, ia rutin berlatih menunggang kuda di bawah arahan senior dan pelatih setempat, membentuk keterampilan dan keberanian yang kini membawanya meraih prestasi di panggung kompetisi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Respons dan Harapan
Usai perlombaan, Dedek menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih kepada pihak pelatih, owner, serta semua yang telah mendukungnya hingga dapat tampil perdana di arena pacuan kuda. Ia berharap prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada event selanjutnya.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan semua pihak, khususnya pelatih dan keluarga. Semoga ke depan saya bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi,” ujar Dedek kepada wartawan.
Event Budaya dan Olahraga yang Menyatu
Pacu kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga bagian dari tradisi budaya Tanah Datar yang telah berlangsung turun-temurun. Event ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk Bupati Tanah Datar Eka Putra, yang menekankan pentingnya sinergi antara panitia, aparat keamanan, dan masyarakat untuk menjaga keselamatan peserta dan penonton selama lomba berlangsung.
Pacu kuda juga berperan sebagai daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Tim









