Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Level III

- Tim

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

LAMPUNG bnewsmedia.id โ€” Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah gunung api tersebut mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa episode erupsi menerus tersebut telah berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Meski episode tersebut telah berakhir, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pemerintah melalui PVMBG masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik gunung api tersebut.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi Anak Krakatau Berlangsung Sekitar 25 Jam

Berdasarkan rekaman instrumental PVMBG, episode gempa erupsi menerus mulai tercatat pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB.

Aktivitas tersebut kemudian berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Selama periode pengamatan, kondisi visual Gunung Anak Krakatau terpantau cukup jelas meskipun sesekali tertutup kabut.

Pada malam hari, kamera pemantauan atau CCTV memperlihatkan kolom erupsi berwarna merah. Sementara pada siang hari terlihat kepulan berwarna kehitaman yang membumbung dari kawasan gunung api.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III Siaga

Berakhirnya episode erupsi menerus tidak berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau telah sepenuhnya berhenti.

PVMBG memastikan status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).

Pemantauan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik masih mengalami dinamika. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi PVMBG dalam melakukan evaluasi dan menentukan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi pemerintah dan tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial sebagai satu-satunya sumber informasi.

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Bisa Erupsi Lagi?

Pertanyaan mengenai kemungkinan erupsi susulan menjadi perhatian setelah episode erupsi menerus berakhir.

PVMBG menyatakan dinamika aktivitas vulkanik masih berlangsung. Dalam periode pengamatan 5โ€“6 September 2026, juga tercatat adanya erupsi susulan bertipe Strombolian pada Minggu dini hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih harus terus dipantau.

Dengan status Level III, masyarakat tidak dianjurkan mendekati kawasan yang masuk dalam zona berbahaya sebagaimana rekomendasi resmi PVMBG.

Bahaya Apa yang Bisa Terjadi Saat Anak Krakatau Erupsi?

Aktivitas gunung api dapat menghasilkan sejumlah bahaya, tergantung karakter dan perkembangan erupsinya.

Beberapa material dan fenomena yang perlu diwaspadai antara lain:

  • lontaran material vulkanik;
  • batu pijar;
  • abu vulkanik;
  • gas vulkanik;
  • aliran lava pada kondisi tertentu;
  • perubahan aktivitas erupsi yang berlangsung cepat.

Karena karakter aktivitas gunung api dapat berubah, masyarakat sebaiknya tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan kondisi visual dari kejauhan.

Pemantauan instrumental oleh PVMBG menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan status dan rekomendasi keselamatan.

Radius 3 Kilometer Harus Dihindari

Dalam rilis terbaru Kementerian ESDM, PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan maupun pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rekomendasi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran, wisata maupun kegiatan lain di sekitar kawasan Selat Sunda.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya hanya untuk mendapatkan dokumentasi erupsi.

Mengapa Anak Krakatau Sering Menjadi Perhatian?

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang berada di kawasan kompleks vulkanik Krakatau di Selat Sunda.

Kemunculan Anak Krakatau berkaitan dengan aktivitas vulkanik setelah peristiwa besar Krakatau pada masa lalu. Sejak muncul ke permukaan, gunung api tersebut telah mengalami berbagai episode erupsi.

Aktivitas Anak Krakatau juga menjadi perhatian karena posisinya berada di kawasan perairan Selat Sunda yang memiliki aktivitas pelayaran dan pariwisata.

Karena itu, informasi mengenai status dan rekomendasi keselamatan perlu disampaikan secara akurat dan berdasarkan sumber resmi.

Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi Hoaks

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sering memunculkan berbagai informasi yang beredar melalui media sosial.

Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi mengenai ancaman bencana, terutama informasi yang tidak mencantumkan sumber resmi.

Untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas gunung api, masyarakat dapat mengikuti pembaruan dari PVMBG, Badan Geologi dan Kementerian ESDM.

Informasi resmi juga dapat digunakan untuk mengetahui perubahan status maupun rekomendasi terbaru.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Aktivitas Anak Krakatau Meningkat?

Masyarakat sebaiknya:

  1. Mengikuti informasi resmi PVMBG dan pemerintah daerah.
  2. Tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya.
  3. Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
  4. Mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi.
  5. Menggunakan perlengkapan pelindung apabila terdapat paparan abu vulkanik sesuai arahan otoritas setempat.
  6. Mengutamakan keselamatan dibandingkan mengambil foto atau video dari lokasi berbahaya.

Kesimpulan

Gunung Anak Krakatau memang mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam, namun berakhirnya episode tersebut bukan berarti aktivitas vulkanik telah selesai sepenuhnya.

Per 6 September 2026, status Gunung Anak Krakatau masih Level III atau Siaga, sementara PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi.

Masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda diharapkan tetap tenang, tidak panik, tetapi juga tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan.

BNewsMedia akan memperbarui informasi ini apabila terdapat perkembangan resmi terbaru dari PVMBG atau Badan Geologi.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Istimewah

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?
PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sekitar 25 jam. PVMBG memastikan status masih Level III Siaga dan menetapkan radius bahaya 3 kilometer.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:38 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Jumat, 18 September 2026 - 11:36 WIB

Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?

Selasa, 8 September 2026 - 21:29 WIB

PT ARP Kembali Diaktifkan, BADKO HMI Sumbar Desak Audit Aset 108 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Berita Terbaru