Pemerintah China minta Apple hapus Aplikasi Alqur’an pada App Store di China

- Tim

Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Image: Repibublika.co.id

Image: Repibublika.co.id

bnewsmedia.id Jakarta- Aplikasi bernama Quran Majeed diketahui memiliki 35 juta pengguna di seluruh dunia dan termasuk salah satu aplikasi religi terpopuler di China.

Dilansir dari inet.detik.com Apple menghapus aplikasi Al Quran populer di App Store China karena permintaan dari pemerintah setempat,dihapusnya aplikasi Quran Majeed dari App Store China pertama kali dilaporkan oleh Apple Censorship, situs yang memantau aplikasi di App Store secara global. Saat ini aplikasi Quran Majeed masih tersedia di App Store negara lain dan di Google Play Store.

Menurut Apple, aplikasi Quran Majeed kami dihapus dari App Store China karena berisi konten yang ilegal,” kata pengembang aplikasi Quran Majeed PDMS, seperti dikutip dari BBC, Minggu (17/10/2021).

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami mencoba menghubungi Cyberspace Administration of China dan otoritas China terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” sambungnya.

Apple menolak berkomentar saat dimintai keterangan oleh BBC dan merujuk kepada kebijakan hak asasi manusia mereka yang menyatakan, “Kami diharuskan untuk mematuhi undang-undang setempat, dan terkadang ada masalah kompleks yang mungkin kami tidak setujui dengan pemerintah.

Pemerintah China mengakui Islam sebagai salah satu agama resmi. Tapi Negeri Tirai Bambu sering dikritik atas perlakuannya terhadap kelompok etnis Uyghur yang mayoritas beragama Islam karena dianggap melanggar hak asasi manusia.

Keputusan Apple menghapus aplikasi atas permintaan pemerintah China sejalan dengan laporan New York Times yang diterbitkan pada bulan Mei lalu. Laporan itu mengatakan Apple akan menghapus aplikasi yang membicarakan beberapa topik sensitif seperti Tiananmen Square, kelompok spiritual Falun Gong, Dalai Lama, dan kemerdekaan untuk Taiwan dan Tibet. (**read/bn)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur
Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?
Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disitaโ€”Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:38 WIB

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Galodo Solok, Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Jumat, 18 September 2026 - 11:36 WIB

Baru Dilantik Jadi Menkeu, Nama Suahasil Nazara Terseret Isu Rp500 Triliun, Ada Apa Sebenarnya?

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya

Berita Terbaru