Padang Pariaman, Sumatera Barat bnewsmedia.id — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul hujan lebat yang memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang sejak 21 November 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan kajian cepat dari kerentanan wilayah, keterbatasan sumber daya lokal, dan rekomendasi dari BPBD Kabupaten Padang Pariaman.
Pemerintah daerah mengerahkan seluruh personel BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan aparatur nagari untuk mengevakuasi warga terdampak, membuka akses jalan, serta mendirikan dapur umum dan pos bantuan di sejumlah titik. Sebagai tahap awal, disiapkan ribuan paket makanan siap saji untuk mendukung warga yang mengungsi.
Menurut data sementara, luapan sungai (termasuk Sungai Batang Ulakan) menjadi penyebab utama banjir, sementara tanah longsor terjadi di kawasan perbukitan dan permukiman yang berbatasan dengan lereng. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah nagari dan kecamatan terendam, menghambat akses transportasi dan komunikasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga 27 November 2025, berdasarkan peringatan dini dari BMKG. Warga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan mengikuti instruksi evakuasi bila diperlukan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









