Menu

Mode Gelap
KPM Desa Sidajaya Datangi BRI Cipunagara, ada apa? Sosialisasi Vaksin Covid-19 di MTsN 8 Tanah Datar Petani Subang : Kami Masyarakat Kecil Apakah Bisa Mendapat Kepastian Hukum Seperti Para Pengusaha ??? Hijrah di masa Pandemi Melanda Dunia Anniversary 5 Tahun Amphibi Gelar Aksi Nyata Selama satu bulan. 

Travel · 24 Okt 2022 09:40 WIB ·

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP MODERASI BERAGAMA


 PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENERAPKAN PRINSIP  MODERASI BERAGAMA Perbesar

Hadhriyatul Amni Ali

Kepemimpinan merupakan cara seseorang untuk mempengarui orang lain dalam mencapai tujuan instansi. Kepemimpinan adalah salah satu factor organisasi sebagai fungsi manajemen. Rapl Currier Davis menyatakan “Organization is any group of individual that work toeard zone common and under leadership”. Jadi Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memimpin, mengorganizing, mengatur sekelompok orang untuk daoat mencapai tujuan bersama.

Di dalam suatu kepemimpinan akan ditemukan Beraneka ragam Ras, Budaya, Etnis hingga watak dan tingkah laku seseorang. Dimasa sekarang banyaknya pembahasan moderasi beragama yang muncul.

Kita sebagai generasi penerus bangsa harus tahu bahwa moderasi beragama bisa dimaknai sebagai sumber utama perpecahan. Tidaklah sempit pemahaman agama yang luas, moderat dan tidak kaku yang diwujudkan dan diajarkan di masyarakat, khususnya di lembaga pendidikan, agar peserta didik sebagai generasi penerus bangsa memiliki landasan pemahaman agama. Moderasi beragama adalah moderasi atau sikap yang tidak berlebihan, seimbang, adil, sedang atau ekstrim terhadap keragaman suku, adat, ras, dan agama. Ide utama moderasi beragama adalah mencari persamaan, bukan menonjolkan perbedaan

Kepemimpinan adalah salah satu factor organisasi sebagai fungsi manajemen. Rapl Currier Davis menyatakan “Organization is any group of individual that work toeard zone common and under leadership”. Jadi Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memimpin, mengorganizing, mengatur sekelompok orang untuk daoat mencapai tujuan bersama.

Dapat kita pahami bahwa untuk menjadi seorang pemimpin maka diperlukan skill atau kemampuan yang baik agar apa yang disampaikan dapat mempengaruhi, membimbing da mengajak orang lain agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Istilah moderasi dari kata bahasa Inggris “moderation”, yang berarti sikap tidak melebih-lebihkan (Kom 2014).

Jika moderasi disamakan dengan kepemimpinan, berarti pemimpin harus memiliki sikap yang tidak ekstrim (otoriter) dan selalu mencari jalan terbaik yang menyatukan dan menyelaraskan semua elemen dalam menjalankan kepemimpinan. Artinya pemimpin harus menjadi contoh, perlindungan dan kesejahteraan, membawa kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat. Pada saat yang sama, empat syarat yang harus dipenuhi dalam kaitannya dengan kepemimpinan spiritual, yaitu As-Siddiq (kebenaran dan keikhlasan dalam tindakan, ucapan dan perjuangan dalam menunaikan tugas), Al-Amanah (keyakinan yang membuatnya memelihara sebaik mungkin apa yang dipercayakan kepadanya baik oleh Tuhan maupun para pemimpinnya untuk menciptakan rasa aman dalam semua yang bersangkutan.

Al-Fathanah (kecerdasan yang menghasilkan kemampuan menghadapi dan mengatasi hal-hal yang tidak terduga) masalah dan Tabligh (editing jujur ​​dan bertanggung jawab atau dengan kata lain “keterbukaan”.

Dalam buku “Merangkul Al-Qur’an Jilid 2 (Aktifkan Wahyu Kehidupan) ada satu kalimat yang mengatakan bahwa “Kepemimpinan bukanlah sebuah hak istimewa, tetapi tanggung jawab, itu bukan kesepakatan, tetapi pengorbanan, atau malas, tetapi kerja keras, karena itu bukan kesewenang-wenangan dalam bertindak, tetapi otoritas dalam pelayanan, dan kepemimpinan tidak dihormati, tetapi dilayani.

Selanjutnya, kepemimpinan bukanlah kesewenang-wenangan, tetapi kemampuan untuk membuat keputusan yang disengaja dan menentukan tindakan terbaik (Jamaluddin 2022).

Berdasarkan uraian singkat di atas, jelaslah bahwa tugas dan tanggung jawab  pemimpin tidak semudah membalikkan telapak tangan, ia harus mampu membawa kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik bagi masyarakat yang dipimpinnya dan bersatu sesuai dengan visi dan misinya. “Semangat Moderasi Kepemimpinan”. Selain itu, ia harus memiliki sikap adil  terhadap dirinya, keluarganya, masyarakat yang dipimpinnya dan Allah SWT, karena kepada-Nya segala sesuatu diperhitungkan. (Dr. Tusriyanto 2022)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

KTH AMPHIBI Lakukan Penghijauan Bersama Bupati Batu Bara di Danau Laut Tador

7 November 2022 - 11:57 WIB

DIHADIRI WAMENAKER RI,JELAJAH WISATA PESONA PAGARUYUNG DIGEBER

3 Oktober 2022 - 10:02 WIB

NGALAU PANGIAN AKAN DIKEMBANGKAN MENJADI OBJEK WISATA UNGGULAN

20 Juli 2022 - 15:20 WIB

Pemuda turun tangan untuk Desa wisata Pagaruyung yang begitu eksotis

27 Desember 2021 - 16:19 WIB

MUSEUM ISTANA BASA PAGARUYUNG IKON WISATA SUMBAR

22 November 2021 - 16:43 WIB

MUSEUM ISTANA BASA PAGARUYUNG MILIKI 72 TIANG YANG MELAMBANGKAN PESAN YANG BERBEDA

21 November 2021 - 16:36 WIB

Trending di News