Petahana Pilkada Sumbar Tumbang, Pendatang Baru Lebih Dominan.

- Tim

Rabu, 16 Desember 2020 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image: Roni Pasla,S.H

Image: Roni Pasla,S.H

bnewsmedia.id OPINI – Perhelatan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bupati dan wakil Bupati /walikota dan wakil walikota di provinsi Sumatera Barat telah usai di laksanakan,
Meskipun dilaksanakan di tengah Pandemi covid-19 Namun hal ini menjadi sejarah baru bagi pilkada yang melaksanakan pemilihan pada tahun 2020 di seluruh Indonesia.

Khusus untuk pemilihan kepala daerah di Sumatera Barat selain di laksanakan pada masa Covid-19 menjadi sejarah baru, ditambah lagi dengan Bertumbangannya petahana di masing-masing daerah yang ada termasuk dalam pemilihan gubernur.

Seluruh petahana yang kembali maju mengikuti kontes demokrasi di Sumbar hanyalah bupati Darmasraya, kota Solok dan kabupaten Pasaman yang memenangkan kembali Pilkada menurut hitungan cepat couit count KPU.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun patahana dari Pilkada Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, dan pertarungan Pilgub harus mengakui keunggulan lawannya yang datang sebagai pendatang baru di pilkada tersebut.

Sepertinya masyarakat Sumatera Barat butuh sosok pemimpin baru untuk memajukan Sumbar di 5 tahun mendatang.

Hal itu juga di picu Karena petahana selama kepemimpinannya tidak membawa rasa aman dan kurang membaur di tengah-tengah masyarakat selama masa kepemimpinannya.

Munculnya pendatang baru yang Lebih dominan dan inergic ini sepertinya akan lebih menjamin untuk kemajuan serta memberikan harapan baru untuk masyarakat Sumbar di banding menunggu gebrakan petahana yang Sudah di berikan kesempatan memimpin selama 5 tahun namun tidak memberikan perubahan yang signifikan.

Di samping itu faktor kekalahan petahana ini di sebabkan pemilu dilaksanakan dimasa pandemi serta terkait keberhasilan nya dalam menangani pandemi tak terlihat jelas hasilnya, di tambah lagi petahana dalam melakukan kampanye juga tak memasukan penanganan covid-19 tersebut ke dalam program kampanye nya.

Kita berharap meskipun bukan petahana yang lebih paham kondisi daerah yang maju dan mendapatkan amanah Oleh masyarakat, namun kita percaya yang muda dan yang baru akan memimpin pasti akan mampu menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan di tengah tengah masyarakat.

Writer : Roni Pasla, SH | Alumni Hukum Pidana dan Politik UIN IB

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Tangis Keysa, Ada Luka yang Tak Bisa Diukur dengan Bantuan
Tata Kelola BGN Kembali Jadi Sorotan, Pengamat Desak Transparansi Program MBG
Indonesia Pesta Gol 5-1 atas Kamboja di ASEAN Cup, Garuda Tampil Dominan
Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama
Dari Tanam Mangrove hingga Bongkar Dugaan Limbah, Aksi AMPHIBI di Deli Serdang Jadi Sorotan
Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan
Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:10 WIB

Di Balik Tangis Keysa, Ada Luka yang Tak Bisa Diukur dengan Bantuan

Senin, 27 Juli 2026 - 16:27 WIB

Tata Kelola BGN Kembali Jadi Sorotan, Pengamat Desak Transparansi Program MBG

Senin, 27 Juli 2026 - 15:57 WIB

Indonesia Pesta Gol 5-1 atas Kamboja di ASEAN Cup, Garuda Tampil Dominan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:44 WIB

Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama

Senin, 20 Juli 2026 - 11:52 WIB

Dari Tanam Mangrove hingga Bongkar Dugaan Limbah, Aksi AMPHIBI di Deli Serdang Jadi Sorotan

Berita Terbaru