Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu

- Tim

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saruaso, bnewsmedia.id — Di balik gemuruh persiapan Pulang Basamo Nasional (Pulbasnas) 2026, Nagari Saruaso tidak sekadar menyiapkan sebuah acara. Ia sedang merawat ingatan, menyulam rindu, dan meneguhkan kembali jati diri yang nyaris tergerus zaman.

Semangat gotong royong terasa hidup di setiap sudut nagari. Warga bahu-membahu, tangan-tangan bekerja tanpa pamrih, menyatukan satu tujuan: menyambut kepulangan para perantau dengan penuh kehormatan dan kehangatan.

Bagi Saruaso, Pulbasnas bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah panggilan pulang—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Nagari Saruaso tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia melihat langsung bagaimana masyarakat bergerak, terutama para ibu-ibu PKK yang dengan penuh ketekunan berlatih selama lebih dari satu bulan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat panitia, terutama PKK. Persiapan mereka luar biasa,” ujarnya dengan nada haru.

Namun di balik kebanggaan itu, terselip harapan. Generasi muda, yang diharapkan menjadi penerus budaya, masih belum sepenuhnya terlibat. Partisipasi yang baru mencapai sekitar 45 persen menjadi catatan penting.

“Ke depan, kami ingin pemuda menjadi garda terdepan,” tegasnya.

Tahun ini menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya Kecamatan Tanjung Emas dipercaya sebagai tuan rumah Pulbasnas, dengan Saruaso tampil sebagai wajah nagari yang membawa nama daerah.

Menghidupkan Kenangan Lewat Tradisi

Pulbasnas di Saruaso bukan sekadar pertemuan, tetapi perjalanan pulang ke masa lalu.

Setiap jorong akan menghadirkan kesenian yang nyaris terlupakan—permainan anak nagari, pertunjukan tradisional, hingga irama budaya yang belum tersentuh modernisasi. Di sinilah kenangan lama akan kembali berdenyut.

Tak kalah menggoda adalah jejak rasa yang dihidangkan lewat kuliner khas:

  • Kuah Pake Anjang

  • Kaliki Muduk

  • Jagung Karambie Bergulo

  • Kuda-kuda (Kantong Semar)

Aroma masakan ini bukan hanya soal cita rasa, tetapi tentang kenangan—tentang masa kecil, tentang kampung halaman, tentang ibu yang memasak di dapur sederhana.

Menyelamatkan Generasi, Menjaga Masa Depan

Lebih dalam lagi, Pulbasnas memikul misi sosial yang besar.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan ancaman narkoba, kegiatan ini menjadi ruang aman bagi generasi muda. Seni dan budaya dijadikan jalan untuk kembali mengenal diri, memahami akar, dan menjauh dari pengaruh negatif.

“Ini bukan sekadar acara. Ini tentang masa depan anak-anak kita,” ungkap Wali Nagari dengan penuh kesungguhan.

Ketika Budaya Menggerakkan Ekonomi

Di balik panggung budaya, denyut ekonomi ikut bergerak.

Pulbasnas membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk bangkit. Produk-produk tradisional yang mungkin selama ini tersembunyi, kini mendapat panggung.

Dalam satu hari saja, perputaran ekonomi diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat—membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga sumber kehidupan.

Tungku Tigo Sajarangan: Penjaga Nilai

Kesuksesan Pulbasnas tak lepas dari peran tokoh adat, pemerintah nagari, dan masyarakat—yang bersatu dalam filosofi tungku tigo sajarangan.

Mereka menjadi penjaga agar setiap rangkaian kegiatan tetap berakar pada nilai-nilai Minangkabau.

Harapan ke depan pun mengemuka: dukungan lebih besar dari pemerintah daerah, fasilitas kesenian yang memadai, serta pengemasan acara yang semakin profesional.

Pesan yang Tak Boleh Hilang

Di akhir, sebuah pesan sederhana namun dalam disampaikan kepada generasi muda:

“Jangan lebih kagum pada budaya luar, sementara budaya sendiri kita abaikan. Ini adalah warisan nenek moyang kita.”

Pulbasnas 2026 di Saruaso bukan sekadar tentang pulang.

Ia adalah tentang menemukan kembali siapa diri kita.
Tentang rindu yang akhirnya bertemu.
Tentang budaya yang kembali dihidupkan.

Dan di sanalah, Saruaso berdiri—menyambut, merangkul, dan mengingatkan:
bahwa sejauh apa pun merantau, pulang adalah tentang kembali menjadi diri sendiri.

Facebook Comments Box

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Tim

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang
AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara
Alokasi Dana Transfer 2026 Turun, Padang Panjang Hadapi Tekanan Fiskal Terbesar dalam 12 Tahun
Dana Desa Berbuah Manis: Panen Raya Ini Bikin Pejabat Daerah Turun Tangan
Dedek Tunjukkan Kejayaan di Pacuan Kuda Wirabraja Open Race 2026
Ponpes Surau Qur’an Batusangkar Terus Berkembang, 42 Calon Santri Daftar di Tahun Ketiga
PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia
Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Perkuat Representasi Muslim Progresif di Politik Amerika
Pulbasnas 2026 di Saruaso hadir sebagai momentum pulang basamo yang menghidupkan budaya Minangkabau, kuliner tradisional, dan semangat generasi muda.

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:54 WIB

Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:18 WIB

Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu

Senin, 16 Maret 2026 - 17:29 WIB

AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:40 WIB

Alokasi Dana Transfer 2026 Turun, Padang Panjang Hadapi Tekanan Fiskal Terbesar dalam 12 Tahun

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:32 WIB

Dana Desa Berbuah Manis: Panen Raya Ini Bikin Pejabat Daerah Turun Tangan

Berita Terbaru