Home / Tak Berkategori

Banjir dan Longsor di Kabupaten Tanah Datar, berikut informasinya

- Tim

Kamis, 27 November 2025 - 06:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Tanah Datar, bnewsmedia.id — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tanah Datar sejak Senin sore (24/11/2025) hingga Selasa siang (25/11/2025) telah menyebabkan bencana serius: luapan sungai, banjir bandang, longsor, kerusakan infrastruktur, dan evakuasi warga.

📍 Kronologi & Dampak

  • Hujan deras berturut-turut hampir 20 jam tanpa henti membuat debit air di Sungai Batang Malalo melonjak drastis — menyebabkan luapan air, aliran lumpur dan kayu, serta erosi tebing sungai.

  • Di wilayah terdampak seperti Nagari Malalo (Kecamatan Batipuh Selatan), arus deras menghantam pemukiman — membawa lumpur dan kayu besar hingga menutup akses jalan dan menghambat mobilitas warga.

    ADVERTISEMENT

    IKLAN
    DEVTECH INDONESIA
    SOFTWARE DEVELOPMENT

    Punya Ide
    Aplikasi?

    Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

    devtech.app
    BUSINESS DASHBOARD Overview
    PROJECT 128
    USER 8.4K
    WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
    Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
    KONSULTASI GRATIS

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Tidak hanya Nagari Malalo — tiga nagari dilaporkan terdampak: Nagari Guguak Malalo, Nagari Tambangan, dan Nagari Batipuah Baruah. Dampaknya: jembatan putus, rumah rusak/hanyut, pohon tumbang, dan fasilitas umum terancam.

  • Di Nagari Guguak Malalo, luapan sungai bahkan merusak satu rumah dan membuat sebuah jembatan provinsi tak dapat dilalui kendaraan.

  • Sebagian warga terpaksa mengungsi — terutama yang tinggal dalam radius kurang lebih 150 meter dari bantaran sungai, karena risiko keselamatan tinggi.

⚠️ Penyebab

Menurut tim dari BPBD Tanah Datar / BPBD Sumatera Barat, penyebab bencana ini antara lain intensitas hujan ekstrem, ditambah kondisi bendungan alam di hulu sungai yang tidak kokoh. Saat hujan tinggi, bendungan alam ini jebol dan menyebabkan aliran deras yang memicu banjir bandang dan longsor.


Tindakan & Respons Pemerintah Daerah

  • Pihak Pemda dan BPBD langsung menerjunkan tim untuk mengecek titik-titik terdampak dan melakukan pemetaan kerusakan serta kebutuhan darurat.

  • Menurut Eka Putra (Bupati Tanah Datar), dapur umum, tenda darurat, serta distribusi bantuan logistik telah disiapkan untuk warga terdampak — termasuk layanan kesehatan bagi pengungsi.

  • BPBD menghimbau warga untuk melaporkan kerusakan atau korban sedini mungkin agar data lengkap bisa segera dihimpun. Warga pun diminta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa berlanjut.


Imbauan Keselamatan & Kesiapsiagaan

Sehubungan dengan kondisi cuaca yang dinamis, Pemerintah Provinsi bersama lembaga cuaca telah memperingatkan agar masyarakat di Sumatera Barat termasuk warga Tanah Datar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, angin kencang).

Khusus bagi warga yang tinggal dekat bantaran sungai atau di daerah rawan longsor — disarankan untuk mempertimbangkan relokasi sementara bila curah hujan kembali meningkat, serta memantau perkembangan cuaca dan petunjuk dari BPBD setempat.

Peristiwa di Tanah Datar kali ini menunjukkan bahwa intensitas hujan ekstrem bisa memicu bencana besar: banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur. Diperlukan kerja sama semua pihak — pemerintah, masyarakat, dan kelembagaan — untuk mitigasi, evakuasi, dan bantuan kemanusiaan.

Kami menghimbau seluruh warga terdampak untuk tetap tenang, mengikuti imbauan resmi, serta saling membantu untuk pemulihan bersama.

Berikut data kontak, posko darurat, dan informasi penting bagi warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kerusakan/korban terkait bencana di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat — bisa dimasukkan dalam lampiran rilis atau disebarkan publik sebagai panduan darurat.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Bukan Sekadar Festival, Bupati Asahan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai Asahan

Home / Tak Berkategori

Banjir dan Longsor di Kabupaten Tanah Datar, berikut informasinya

- Tim

Rabu, 26 November 2025 - 07:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Tanah Datar, bnewsmedia.id — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tanah Datar sejak Senin sore (24/11/2025) hingga Selasa siang (25/11/2025) telah menyebabkan bencana serius: luapan sungai, banjir bandang, longsor, kerusakan infrastruktur, dan evakuasi warga.

📍 Kronologi & Dampak

  • Hujan deras berturut-turut hampir 20 jam tanpa henti membuat debit air di Sungai Batang Malalo melonjak drastis — menyebabkan luapan air, aliran lumpur dan kayu, serta erosi tebing sungai.

  • Di wilayah terdampak seperti Nagari Malalo (Kecamatan Batipuh Selatan), arus deras menghantam pemukiman — membawa lumpur dan kayu besar hingga menutup akses jalan dan menghambat mobilitas warga.

    ADVERTISEMENT

    IKLAN
    DEVTECH INDONESIA
    SOFTWARE DEVELOPMENT

    Punya Ide
    Aplikasi?

    Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

    devtech.app
    BUSINESS DASHBOARD Overview
    PROJECT 128
    USER 8.4K
    WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
    Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
    KONSULTASI GRATIS

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Tidak hanya Nagari Malalo — tiga nagari dilaporkan terdampak: Nagari Guguak Malalo, Nagari Tambangan, dan Nagari Batipuah Baruah. Dampaknya: jembatan putus, rumah rusak/hanyut, pohon tumbang, dan fasilitas umum terancam.

  • Di Nagari Guguak Malalo, luapan sungai bahkan merusak satu rumah dan membuat sebuah jembatan provinsi tak dapat dilalui kendaraan.

  • Sebagian warga terpaksa mengungsi — terutama yang tinggal dalam radius kurang lebih 150 meter dari bantaran sungai, karena risiko keselamatan tinggi.

⚠️ Penyebab

Menurut tim dari BPBD Tanah Datar / BPBD Sumatera Barat, penyebab bencana ini antara lain intensitas hujan ekstrem, ditambah kondisi bendungan alam di hulu sungai yang tidak kokoh. Saat hujan tinggi, bendungan alam ini jebol dan menyebabkan aliran deras yang memicu banjir bandang dan longsor.


Tindakan & Respons Pemerintah Daerah

  • Pihak Pemda dan BPBD langsung menerjunkan tim untuk mengecek titik-titik terdampak dan melakukan pemetaan kerusakan serta kebutuhan darurat.

  • Menurut Eka Putra (Bupati Tanah Datar), dapur umum, tenda darurat, serta distribusi bantuan logistik telah disiapkan untuk warga terdampak — termasuk layanan kesehatan bagi pengungsi.

  • BPBD menghimbau warga untuk melaporkan kerusakan atau korban sedini mungkin agar data lengkap bisa segera dihimpun. Warga pun diminta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa berlanjut.


Imbauan Keselamatan & Kesiapsiagaan

Sehubungan dengan kondisi cuaca yang dinamis, Pemerintah Provinsi bersama lembaga cuaca telah memperingatkan agar masyarakat di Sumatera Barat termasuk warga Tanah Datar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, angin kencang).

Khusus bagi warga yang tinggal dekat bantaran sungai atau di daerah rawan longsor — disarankan untuk mempertimbangkan relokasi sementara bila curah hujan kembali meningkat, serta memantau perkembangan cuaca dan petunjuk dari BPBD setempat.

Peristiwa di Tanah Datar kali ini menunjukkan bahwa intensitas hujan ekstrem bisa memicu bencana besar: banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur. Diperlukan kerja sama semua pihak — pemerintah, masyarakat, dan kelembagaan — untuk mitigasi, evakuasi, dan bantuan kemanusiaan.

Kami menghimbau seluruh warga terdampak untuk tetap tenang, mengikuti imbauan resmi, serta saling membantu untuk pemulihan bersama.

Berikut data kontak, posko darurat, dan informasi penting bagi warga yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kerusakan/korban terkait bencana di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat — bisa dimasukkan dalam lampiran rilis atau disebarkan publik sebagai panduan darurat.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Bukan Sekadar Festival, Bupati Asahan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai Asahan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 11:15 WIB

USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Berita Terbaru