Amphibi Pertanyakan Kelayakan PT Xaviera Terima APEC BEST Award 2025

- Tim

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI bnewsmedia.id — Lembaga Lingkungan Hidup Amphibi mempertanyakan kelayakan Wilda Yanti, pemilik PT Xaviera Global Synergy, sebagai penerima APEC Business Efficiency and Success Target (BEST) Award 2025. Pasalnya, perusahaan tersebut justru mendapat penolakan dari masyarakat dan aktivis lingkungan terkait dugaan kegagalan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah.

Ketua Umum Amphibi, Agus Salim Tanjung, menilai pemberian penghargaan tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut operasional PT Xaviera Global Synergy di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor menuai protes warga karena dinilai menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan.

“Ini menjadi ironi. Di satu sisi menerima penghargaan internasional, namun di sisi lain masyarakat melakukan aksi protes akibat terganggunya lingkungan dari aktivitas perusahaan,” ujar Agus Salim Tanjung dalam keterangan pers, Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanjung menjelaskan, pada 16 September 2025, puluhan aktivis yang tergabung dalam Prabu Peduli Lingkungan Simpul Cikarang Barat menggelar aksi demonstrasi di gudang PT Xaviera Global Synergy di Jalan Raya Fatahillah, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Aksi tersebut dipicu oleh penumpukan limbah milik PT Fajar Surya Wisesa Tbk yang dikelola PT Xaviera sebagai pihak ketiga.

Sehari berselang, pada 17 September 2025, protes serupa juga terjadi di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sentul City Recycle Center (SCRC), Kabupaten Bogor, yang dikelola perusahaan yang sama. Warga mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik serta bau menyengat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Amphibi pun mempertanyakan mekanisme penilaian APEC BEST Award 2025. Menurut Tanjung, panitia penyelenggara seharusnya melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebelum menetapkan penerima penghargaan.

“Kami khawatir penilaian hanya berdasarkan presentasi dan dokumen administratif, tanpa melihat fakta di lapangan. Padahal realitas operasional perusahaan sangat menentukan dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ia menegaskan, penghargaan di bidang bisnis dan lingkungan semestinya diberikan kepada pelaku usaha yang konsisten menerapkan praktik pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab, bukan semata-mata berdasarkan pencitraan.

Tanjung juga mendorong instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas PT Xaviera Global Synergy. Selain itu, ia meminta panitia APEC BEST Award 2025 melakukan klarifikasi dan evaluasi ulang atas penghargaan yang diberikan.

“Penghargaan internasional harus mencerminkan kinerja nyata. Jangan sampai justru melegitimasi praktik bisnis yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Litbang LSM Amphibi

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU
Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak
Dari Luka yang Sama, Muaro Ambius Bantu Korban Banjir Taluk
Sampah, Saluran Air dan Seorang Wakil Walikota Padang Panjang
Harapan di Tengah Bencana, Bantuan M. Shadiq Pasadigoe Ringankan Beban Warga
AMPHIBI Soroti Pengelolaan Limbah, Usulkan Satgas Tangkap Tangan di Deli Serdang
ASN dan PPPK di BPD: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Konflik Kepentingan
Lembaga Lingkungan Hidup Amphibi mempertanyakan kelayakan PT Xaviera Global Synergy sebagai penerima APEC BEST Award 2025 menyusul aksi protes warga Bekasi dan Bogor terkait pengelolaan sampah.

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:19 WIB

Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:42 WIB

Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WIB

Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:29 WIB

Dari Luka yang Sama, Muaro Ambius Bantu Korban Banjir Taluk

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:05 WIB

Sampah, Saluran Air dan Seorang Wakil Walikota Padang Panjang

Berita Terbaru

Environment

Dari Luka yang Sama, Muaro Ambius Bantu Korban Banjir Taluk

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:29 WIB

Editor's Pick

Sampah, Saluran Air dan Seorang Wakil Walikota Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:05 WIB