Home / Tak Berkategori

“Padang Panjang dalam Duka” — Pernyataan Pemerintah Kota

- Tim

Kamis, 27 November 2025 - 14:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Padang Panjang, bnewsmedia.id  – Pemerintah Kota Padang Panjang menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana banjir bandang (galodo) yang melanda wilayah kota ini pada Kamis, 27 November 2025 — sekitar siang hari — di kawasan gerbang kota, tepatnya di Jembatan Kembar Silaiang / Gerbang Kota Padang Panjang. Arus deras membawa tanah, lumpur, bebatuan, bahkan batang kayu, menyeret material ke jalan nasional, permukiman dan kawasan bantaran sungai.

Dalam video pernyataan resmi yang beredar, Wakil Wali Kota — Allex Saputra — tampak menyampaikan rasa duka dan kepedihan mendalam atas dampak bencana terhadap warga serta kota, dengan suara terbata-bata. Pemkot bersama seluruh instansi terkait segera bergerak untuk penanganan darurat, evakuasi, dan penanganan korban.

Kronologi & Dampak Bencana

  • Sekitar pukul 11.52 WIB pada Kamis siang, galodo menghantam kawasan Jembatan Kembar Silaiang — Gerbang Kota Padang Panjang. Akses jalan nasional Padang–Padang Panjang pun tertutup total akibat timbunan material tanah, batu, lumpur, dan kayu.

    ADVERTISEMENT

    IKLAN
    DEVTECH INDONESIA
    SOFTWARE DEVELOPMENT

    Punya Ide
    Aplikasi?

    Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

    devtech.app
    BUSINESS DASHBOARD Overview
    PROJECT 128
    USER 8.4K
    WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
    Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
    KONSULTASI GRATIS

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Akibatnya jalur utama penghubung Padang ↔ Padang Panjang (melalui Lembah Anai) lumpuh total: kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.

  • Tidak hanya jalan: arus galodo dilaporkan menghantam pemukiman dan rumah warga di bantaran sungai / pinggir jalan di sekitar kawasan. Beberapa rumah disebut “terbawa arus galodo”.

  • Korban evakuasi dan kerusakan: per Kamis sore, minimal enam korban selamat telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit — lima ke RS Yarsi, satu ke RSUD Kota Padang Panjang — dengan luka serius di kaki dan tubuh.

  • Namun, sejumlah warga lainnya hingga saat ini belum ditemukan — petugas gabungan (TNI/Polri/BPBD/Tagana/Relawan) terus melakukan pencarian.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan

  • Tim gabungan — melibatkan instansi seperti BPBD Kota Padang Panjang, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, serta relawan — langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pertolongan korban, penanganan darurat, dan pengamanan lokasi.

  • Ambulans dari Pemkot dan Puskesmas dikerahkan ke lokasi untuk merujuk korban ke rumah sakit.

  • Akses jalan nasional melalui Gerbang Kota / Jembatan Kembar Silaiang ditutup sementara oleh polisi sebagai upaya mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan warga.

  • Pemerintah menghimbau masyarakat — terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai, lereng bukit, dan lokasi rawan longsor — untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area terdampak, dan mengikuti instruksi resmi.

Imbauan & Panggilan untuk Bantuan

Dengan situasi seperti saat ini, Pemkot Padang Panjang menyerukan:

  • Warga agar tunda perjalanan ke wilayah Padang-Padang Panjang via Lembah Anai hingga dinyatakan aman. Hindari jalur yang tertimbun atau rawan longsor.

  • Media, organisasi kemanusiaan, relawan, dan masyarakat luas agar membantu — terutama dalam bentuk logistik, medis, sandang, dan tempat penampungan sementara — bagi warga terdampak.

  • Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan ikuti arahan resmi pemerintah dan instansi terkait agar tidak memicu kepanikan atau kesalahpahaman.

Pernyataan Pemerintah

“Padang Panjang sedang berduka.” — Wakil Wali Kota Allex Saputra

Pemerintah Kota menegaskan bahwa seluruh upaya penanganan, evakuasi, perawatan korban, dan pemulihan infrastruktur akan terus dilakukan tanpa henti, hingga kondisi dianggap aman dan normal kembali.

Kami mengajak seluruh elemen — pemerintah pusat, provinsi, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat, media, dan relawan — untuk bersatu padu, bergotong-royong membantu warga Padang Panjang yang terkena dampak. Solidaritas dan bantuan Anda sangat berarti bagi pemulihan kota tercinta ini.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Bukan Sekadar Festival, Bupati Asahan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai Asahan

Home / Tak Berkategori

“Padang Panjang dalam Duka” — Pernyataan Pemerintah Kota

- Tim

Kamis, 27 November 2025 - 11:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Padang Panjang, bnewsmedia.id  – Pemerintah Kota Padang Panjang menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana banjir bandang (galodo) yang melanda wilayah kota ini pada Kamis, 27 November 2025 — sekitar siang hari — di kawasan gerbang kota, tepatnya di Jembatan Kembar Silaiang / Gerbang Kota Padang Panjang. Arus deras membawa tanah, lumpur, bebatuan, bahkan batang kayu, menyeret material ke jalan nasional, permukiman dan kawasan bantaran sungai.

Dalam video pernyataan resmi yang beredar, Wakil Wali Kota — Allex Saputra — tampak menyampaikan rasa duka dan kepedihan mendalam atas dampak bencana terhadap warga serta kota, dengan suara terbata-bata. Pemkot bersama seluruh instansi terkait segera bergerak untuk penanganan darurat, evakuasi, dan penanganan korban.

Kronologi & Dampak Bencana

  • Sekitar pukul 11.52 WIB pada Kamis siang, galodo menghantam kawasan Jembatan Kembar Silaiang — Gerbang Kota Padang Panjang. Akses jalan nasional Padang–Padang Panjang pun tertutup total akibat timbunan material tanah, batu, lumpur, dan kayu.

    ADVERTISEMENT

    IKLAN
    DEVTECH INDONESIA
    SOFTWARE DEVELOPMENT

    Punya Ide
    Aplikasi?

    Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

    devtech.app
    BUSINESS DASHBOARD Overview
    PROJECT 128
    USER 8.4K
    WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
    Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
    KONSULTASI GRATIS

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Akibatnya jalur utama penghubung Padang ↔ Padang Panjang (melalui Lembah Anai) lumpuh total: kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.

  • Tidak hanya jalan: arus galodo dilaporkan menghantam pemukiman dan rumah warga di bantaran sungai / pinggir jalan di sekitar kawasan. Beberapa rumah disebut “terbawa arus galodo”.

  • Korban evakuasi dan kerusakan: per Kamis sore, minimal enam korban selamat telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit — lima ke RS Yarsi, satu ke RSUD Kota Padang Panjang — dengan luka serius di kaki dan tubuh.

  • Namun, sejumlah warga lainnya hingga saat ini belum ditemukan — petugas gabungan (TNI/Polri/BPBD/Tagana/Relawan) terus melakukan pencarian.

Respons Pemerintah dan Upaya Penanganan

  • Tim gabungan — melibatkan instansi seperti BPBD Kota Padang Panjang, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, serta relawan — langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pertolongan korban, penanganan darurat, dan pengamanan lokasi.

  • Ambulans dari Pemkot dan Puskesmas dikerahkan ke lokasi untuk merujuk korban ke rumah sakit.

  • Akses jalan nasional melalui Gerbang Kota / Jembatan Kembar Silaiang ditutup sementara oleh polisi sebagai upaya mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan warga.

  • Pemerintah menghimbau masyarakat — terutama yang tinggal di daerah bantaran sungai, lereng bukit, dan lokasi rawan longsor — untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area terdampak, dan mengikuti instruksi resmi.

Imbauan & Panggilan untuk Bantuan

Dengan situasi seperti saat ini, Pemkot Padang Panjang menyerukan:

  • Warga agar tunda perjalanan ke wilayah Padang-Padang Panjang via Lembah Anai hingga dinyatakan aman. Hindari jalur yang tertimbun atau rawan longsor.

  • Media, organisasi kemanusiaan, relawan, dan masyarakat luas agar membantu — terutama dalam bentuk logistik, medis, sandang, dan tempat penampungan sementara — bagi warga terdampak.

  • Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan ikuti arahan resmi pemerintah dan instansi terkait agar tidak memicu kepanikan atau kesalahpahaman.

Pernyataan Pemerintah

“Padang Panjang sedang berduka.” — Wakil Wali Kota Allex Saputra

Pemerintah Kota menegaskan bahwa seluruh upaya penanganan, evakuasi, perawatan korban, dan pemulihan infrastruktur akan terus dilakukan tanpa henti, hingga kondisi dianggap aman dan normal kembali.

Kami mengajak seluruh elemen — pemerintah pusat, provinsi, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat, media, dan relawan — untuk bersatu padu, bergotong-royong membantu warga Padang Panjang yang terkena dampak. Solidaritas dan bantuan Anda sangat berarti bagi pemulihan kota tercinta ini.

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Bukan Sekadar Festival, Bupati Asahan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai Asahan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 11:15 WIB

USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Berita Terbaru