AMPHIBI BENTUK TEAM RESCUE LH & KEMANUSIAAN BERSAMA TENTARA LANGIT

- Tim

Senin, 18 Januari 2021 - 12:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id, Kabupaten Bandung – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) bersama Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia yang memiliki pasukan Tentara Langit melakukan kerjasama dalam pelatihan pengkaderan masyarakat khususnya para anggota dan simpatisan AMPHIBI diseluruh indonesia.
Kesepakatan kerjasama antara lembaga lingkungan hidup AMPHIBI dengan Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia dilakukan di lokasi pelatihan Leuwi Bilik Training Camp kec.pasir jambu kab. bandung propinsi jawa barat pada, Minggu (17/01/2021).

Kedatangan lembaga Amphibi dari KanPus Bekasi yang dipimpin Agus Salim Tanjung So,Si bersama dewan pembina Amphibi Kasihhati beserta jajaran pengurus Amphibi Bekasi Raya yang dipimpin Moch. Hendri ST dan sekretarisnya Willy Nur Wahyudi ST disambut hangat oleh ketua Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia Dondon Asikin yang juga ketua Tentara Langit beserta jajaran pengurus.

Ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung So,si dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama antara AMPHIBI dengan Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia memang sudah lama direncanakan.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini guna membangun generasi muda yang tangguh khususnya dari kalangan pengurus dan anggota Amphibi se Nkri. “Saat ini Negara kita sedang dalam ancaman bencana dimana-mana.
Mulai dari bencana banjir, gempa, letusan gunung merapi, longsor, badai la nina, tsunami yang butuh bantuan sosial dan perhatian seluruh pihak, “ucap Agus ST.

Dirinya juga menghimbau seluruh rakyat Indonesia dan seuruh unsur di pemerintahan pusat dan daerah untuk tidak saling salah menyalahkan satu sama lain.
Bencana ini adalah suatu tanda teguran Tuhan kepada kita semua agar kita sadar akan pentingnya menjaga alam dari kerusakan dan pencemaran.
“Kita jaga Alam maka Alam jaga kita”.
“Bersama kita berikan yang terbaik untuk bumi ini, agar menjadi bumi yang baik dan layak untuk kita huni, “tutur Agus ST.

Sementara ketua Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia Dondon Asikin menyampaikan bahwa ketertarikan lembaganya untuk bekerjasama dengan Amphibi karena Aksi Nyata (Real Action) yang telah diikutinya selama 4 tahun dalam Grup WA Amphibi.
“saya sudah cukup lama mengenal Amphibi, “ujar nya.

Adapun kerjasama pelatihan yang akan kami lakukan meliputi water rescue, vertical rescue, sar gunung & hutan, edukasi kesiap siagaan bencana, edukasi pengelolaan sampah, mitigasi lahan kritis, pelesetarian sungai dan laut serta seluruh yang terkait dengan lingkungan hidup & sosial kemasyarakatan.

Semoga kerjasama dalam perbaikan lingkungan hidup & misi kemanusiaan ini bisa berjalan sesuai harapan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh pihak , “ucap Dondon.

Dengan adanya kerjasama pelatihan antara Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia bersama Amphibi setidaknya kami bisa menjadi bagian garis depan dalam tanggap bencana dan menurunkan team untuk evakuasi dan memberi pertolongan dilokasi terdampak bencana di seluruh Indonesia, “harapnya.

“Dalam pelatihan Tanggap Bencana, kami telah menyiapkan berbagai pelatih yang terampil dan bersertifikasi internasional, “ jelas Dondon.

Sementara Dewan Pembina Amphibi Kasihhati yang juga ketua presidium Dewan Pers Independen (DPI) dan ketua Presidium Forum Pers Independen Indonesia (FPII) mengatakan bahwa kerjasama tersebut juga merangkup pelatihan jurnalis lingkungan hidup.
Dirinya juga mengatakan bahwa jurnalis yang akan meliput berita di dalam hutan dan puncak gunung serta lokasi terdampak bencana dibutuhkan bekal fisik yang handal.
Hal ini guna untuk keselamatan dan kesiapan para jurnalis yang akan turun meliput ntuk mendapatkan berita yang sebenarnya secara langsung dilokasi terdampak bencana, “tutup Kasihhati. (red-litb.amp)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB