Cameback, Anjing Penyanyi di Papua kembali lagi setelah menghilang 50 Tahun lalu

- Tim

Sabtu, 5 September 2020 - 23:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Sumber foto: (SHUTTERSTOCK/Aubord Dulac)

Sumber foto: (SHUTTERSTOCK/Aubord Dulac)

bnewsmedia.id Anjing penyanyi papua (New Guinea Singing Dog) adalah spesies anjing langka yang memiliki keunikan hanya mengeluarkan suara melolong layaknya bernyanyi dan tidak pernah menggonggong dikutip dari kumparan.com Sayangnya, anjing penyanyi yang sudah tidak pernah terlihat sejak tahun 1970-an. Namun, McIntyre dan tim penelitinya kembali menemukan kawanan anjing penyanyi di dataran tinggi Papua saat melakukan penelitian pada 2016 silam. Berdasarkan foto dan sampel kotoran yang diambil oleh McIntyre dan tim-nya, ditemukan kesamaan genetik antara kawanan tersebut dengan anjing penyanyi Papua yang sudah lama hilang.

Seperti dikutip dari Sabtu, Kamis (5/9/2020) dalam beberapa tahun terakhir ada sejumlah penampakkan anjing liar di dekat tambang emas di dataran tinggi Papua.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha
Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp17,9 Triliun untuk Pulihkan Sumbar, Tapi Banjir Kembali Mengintai: Warga Harus Menunggu Sampai 2028?
MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah, Netizen: โ€œJadi Boleh Nyinyir Sekarang?โ€
AMPHIBI Pati Investigasi Dugaan Pencemaran Sungai Bulumanis Lor, Sampel Air Diuji Laboratorium
Kemenpar Dorong Desa Wisata di Padangpanjang Naik Kelas Melalui Strategi Pemasaran Digital
Ombudsman Turun Tangan! Walinagari Batu Taba Diminta Jelaskan Dugaan Penolakan Ranji Kaum
Jejak 10 Tahun AMPHIBI: Tanam Pohon Produktif, Rawat Alam, Sejahterakan Masyarakat
666 Tahun Islam di Papua: Benarkah Islam Masuk pada 1360 M? Ini Fakta dan Jejak Sejarahnya
Ranji Kaum Sudah Disahkan KAN, Walinagari Batu Taba Tetap Tolak Tanda Tangan, Berujung Laporan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Rp17,9 Triliun untuk Pulihkan Sumbar, Tapi Banjir Kembali Mengintai: Warga Harus Menunggu Sampai 2028?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:19 WIB

MK Hapus Pasal Penghinaan Pemerintah, Netizen: โ€œJadi Boleh Nyinyir Sekarang?โ€

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:12 WIB

AMPHIBI Pati Investigasi Dugaan Pencemaran Sungai Bulumanis Lor, Sampel Air Diuji Laboratorium

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Kemenpar Dorong Desa Wisata di Padangpanjang Naik Kelas Melalui Strategi Pemasaran Digital

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:02 WIB

Ombudsman Turun Tangan! Walinagari Batu Taba Diminta Jelaskan Dugaan Penolakan Ranji Kaum

Berita Terbaru