Cemarkan Sungai Deli : PTUN Medan Menolak Gugatan PT Expravet Nasuba (EN)

- Tim

Minggu, 13 September 2020 - 13:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Pemasangan PLANG Penyegelan Pelarangan Kegiatan oleh PPLH KLHK dan Lembaga Amphibi Kota Medan

Pemasangan PLANG Penyegelan Pelarangan Kegiatan oleh PPLH KLHK dan Lembaga Amphibi Kota Medan

bnewsmedia.id Medan, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, 25 Agustus 2020, memutuskan menolak seluruh gugatan PT Expravet Nasuba (EN) melawan Balai Gakkum Wilayah Sumatera atas tindakan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) yang menutup saluran limbah, memasang garis PPNS dan papan peringatan. Sebelumnya, 22 Januari 2020, Pengadilan Negeri Medan sudah menolak gugatan PT EN terhadap Balai Gakkum Wilayah Sumatera.

“Kami menyambut baik keputusan majelis hakim PTUN Medan, yang memperjelas kedudukan dan kewenangan PPLH dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Putusan ini sekaligus meyakinkan kami untuk terus menegakkan hukum tanpa kompromi. Proses hukum PT Expravet Nasuba akan terus dilanjutkan dan sangat dimungkinkan mengarah ke proses penyidikan pidana,” kata plt. Direktur Penganduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi, Jasmin Ragil di Jakarta pada,
Jum’at (11/9/2020.

Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea, menyampaikan, “Kami sedang menyiapkan langkah-langkah untuk menindaklanjuti putusan PTUN ini, termasuk mengawasi pelaksanaan sanksi administrasi dan penyidikan.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi I Medan Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Haluanto Ginting, berjanji akan menegakkan hukum agar menimbulkan efek jera.

Sengketa bermula dari kegiatan PPLHK dan PPNS Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan Seksi I Medan yang menemukan adanya saluran limbah mengalirkan air limbah tanpa diolah di instalasi pengolahan limbah. PPLH dan PPNS Balai Gakkum menutup saluran limbah, memasang garis PPNS dan papan peringatan di lokasi.

PPLH dan PPNS bersama ahli mengambil sampel dan menguji sampel yang hasilnya menunjukkan air limbah itu melampaui baku mutu air limbah.

Tidak setuju dengan penindakan itu, PT EN – melalui kuasa hukumnya – mendaftarkan gugatan “perbuatan melawan hukum” Balai Gakkum Wilayah Sumatera ke Pengadilan Negeri Medan. Tanggal 22 Januari 2020, Majelis Hakim PN Medan memutuskan PN Medan tidak berwenang mengadili serta memutus perkara itu.

Tidak puas atas putusan PN Medan, PT EN tanggal 17 Maret 2020, kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dengan obyek gugatan yang sama yaitu mengenai “sah tidaknya tindakan PPLH menutup saluran air limbah, memasang garis PPNS, dan papan peringatan, dan juga langkah Menteri mengeluarkan sanksi administrasi paksaan kepada PT EN. Majelis Hakim PTUN Medan memutuskan menolak seluruh gugatan PT EN.

Sementara ketua umum Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) Agus Salim Tanjung So,Si menyatakan bahwa dirinya akan mengawal kembali kasus ini hingga tuntas.
Sebagai lembaga sosial kontrol yang tertera dalam UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup akan menjalankan fungsi lembaganya dalam pengawalan penegakkan hukum pidana lingkungan.

Pendampingan dan pengawalan kasus ini sejak dari awal 17/9/2018 hingga pemasangan plank segel oleh Balai Gakkum Wilayah Sumatera kami telah dilibatkan, “terang Agus ST.

Hingga robohnya plank tersebut juga telah kami lakukan klarifikasi dengan pihak PT Expravet Nasuba (EN) pada 14/10/2019 yang diterima Asman selaku HRD PT.EN.

Dengan adanya keputusan majelis hakim PTUN Medan tersebut, akan segera saya instruksikan Pengurus Dpw Amphibi Sumut dan Dpd Amphibi Kota Medan untuk berkoordinasi kembali dengan Balai Gakkum Wilayah Sumatera dan mengawal kasus pidana lingkungan ini sampai tuntas “tegas Agus ST. (Lap)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Berita Terbaru

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB