klinik konsultasi pengelolaan keuangan Nagari di Launching di Kecamatan Sungai Tarab

- Tim

Senin, 31 Agustus 2020 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bnews Tanah datar.Wakil Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilahirkan Kecamatan Sungai Tarab melalui Penerapan Pola Pembinaan Pengelolaan Keuangan Nagari yang diluncurkan, Kamis (27/8/2020) di Kantor Camat Sungai Tarab.

“Inovasi sangat dibutuhkan dalam sebuah sistem pemerintahan sehingga pelaksanaan pelayanan ataupun pengelolaan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,” ujar Wabup.

Dan Inovasi yang digagas Kecamatan Sungai Tarab ini, tambah Wabup, bisa dilihat bahwa inovasi ini sangat membantu pemerintah nagari dalam pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pertanggungjawaban.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita melihat inovasi ini menghadirkan sebuah klinik konsultasi pengelolaan keuangan nagari, diharapkan mampu menjadi sarana peningkatan pemahaman terhadap tata cara ataupun prosedur pengelolaan yang baik sehingga aparatur yang mengelola keuangan tidak berurusan dengan hukum karena terlibat kasus-kasus penyalahgunaan ataupun penyimpangan pengelolaan keuangan,” ujarnya

Tentunya ke depan, ujar Zuldafri, inovasi yang dilahirkan Kecamatan Sungai Tarab ini, butuh komitmen yang kuat untuk diimplementasikan serta tidak ada salahnya juga dilaksanakan di 13 kecamatan lainnya di Tanah Datar.

“Kita menilai, inovasi ini layak untuk terus dikembangkan dan diimplementasikan  di seluruh jajaran pemerintahan, terutama di nagari, karena ketika program ini menghasilkan pengelolaan yang transparan, tepat sasaran dan efektif, tentu bantuan lain baik dari pemerintah pusat, donatur ataupun perantau akan mengalir ke kampung halaman, sehingga tentu akan sangat membantu untuk pembangunan daerah kita yang memang minim Pendapatan Asli Daerah,” tukasnya.

Sementara itu Camat Sungai Tarab Afrizal yang kerap disapa Ayah memaparkan, inovasi ini dilahirkan di samping sebagai bahan penyelesaian pendidikannya, juga ia melihat besarnya APB Nagari yang dikelola sangat rentan terhadap kesalahan pengelolaan yang bisa menyebabkan berurusan dengan hukum.

 

“Dana APB Nagari ada di kisaran Rp.750 juta sampai Rp.1,4 Milyar menjadi tantangan tersendiri untuk mengelola secara transparan dan akuntabel. Nah, karenanya pihak kecamatan mengambil langkah menyediakan klinik pembinaan agar aparatur nagari paham dan mengerti dengan pengelolaan keuangan yang baik dengan bekerjasama dan bimbingan instansi terkait yang ada di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Camat Afrizal menambahkan, dengan inovasi ini, diharapkan ke depan keterlambatan penetapan APB Nagari beberapa waktu belakangan tidak mengalami keterlambatan lagi. “APB Nagari seharusnya ditetapkan pada tahun sebelumnya, namun yang terjadi saat ini tidaklah demikian sehingga terjadilah keterlambatan dan otomatis akan berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan di nagari, makanya untuk hilangkan keterlambatan itu kita lakukanlah inovasi bimbingan ini,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Camat Afrizal menyampaikan ucapan dan ungkapan terima kasih atas dukungan pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Nagari dan seluruh instansi terkait lainnya. “Tentu inovasi ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan kita semua. Terima kasih pak Bupati dan pak Wabup, pak Kadis Kominfo yang turut menyediakan aplikasi khusus, Camat se-Tanah Datar, OPD lainnya, Forkopimca dan Wali Nagari se Kecamatan Sungai Tarab. Insya Allah kita bisa dan menjadi lebih baik dalam pengelolaan keuangan nagari,” pungkasnya.(humas/rhn/Lap)

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Tangis Keysa, Ada Luka yang Tak Bisa Diukur dengan Bantuan
Tata Kelola BGN Kembali Jadi Sorotan, Pengamat Desak Transparansi Program MBG
Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama
Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak
ASN dan PPPK di BPD: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Konflik Kepentingan
Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu
AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:10 WIB

Di Balik Tangis Keysa, Ada Luka yang Tak Bisa Diukur dengan Bantuan

Senin, 27 Juli 2026 - 16:27 WIB

Tata Kelola BGN Kembali Jadi Sorotan, Pengamat Desak Transparansi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:44 WIB

Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:42 WIB

Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:42 WIB

Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak

Berita Terbaru