PRESTASI CEMERLANG, LEMBAGA LINGKUNGAN AMPHIBI PECAHKAN REKOR MURI

- Tim

Minggu, 28 Februari 2021 - 08:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Pembina Amphibi bersama Ketua Amphibi Bekasi Raya, Duta Lingkungan Hidup Amphibi Rio Reifan

Pembina Amphibi bersama Ketua Amphibi Bekasi Raya, Duta Lingkungan Hidup Amphibi Rio Reifan

bnewsmedia.id Jakarta – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) karena melakukan penananam pohon Mangrove dilokasi yang bukan pada tempatnya.

Penyerahan Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) yang diberikan Yusuf Nandri kepada jajaran pengurus Amphibi dilakukan di kantor MURI, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada,
Jumat (26/2/2021).

Hadir dalam dalam penerimaan Rekor MURI tersebut Dewan Pembina/Pendiri Amphibi Nawa Kurniawan SIP, Ketua Amphibi Bekasi Raya Moch.Hendry A, ST, ketua panitia pelaksana penanaman Joko Santoso dan Duta Lingkungan Hidup Amphibi Aktor Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Rio Reifan.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS โ†’

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mangrove yang selama ini kita ketahui hidup di air payau dan asin atau muara dan pinggiran laut, ternyata juga bisa hidup di lumpur air lindi di TPA Bantar Gebang.

Hal tersebut diyakini oleh ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung So,Si saat memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2021.

Penanaman Mangrove di TPA yang dihadiri perwakilan Kementerian Lhk Direktur Konservasi Tanah dan Air, Kepala Dinas Kehutanan prov.jawa barat, Kapolres Metro Kota Bekasi, Dandim 0507/BS, pimpinan ormas, lsm, komunitas se jawa barat serta pengurus Amphibi dan Yasos Bks dari berbagai daerah.

Ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung So,Si menyatakan bahwa penanaman Mangrove di lokasi TPA adalah salah satu tumbuhan yang mampu memberikan Solusi permasalahan Lingkungan Hidup khususnya di TPA.

Pengelolaan Sampah yang mengacu kepada UU No.18 Tahun 2008 beserta turunannya sudah tidak layak untuk dipergunakan.
Hal tersebut disampaikan A.S.Tanjung dengan dasar dan alasan yang kuat.
“sudah berjalan selama 13 tahun UU Sampah diberlakukan tetapi tidak ada titik terang dan kejelasan dari hasil UU tersebut, “ujar A.S.Tanjung.

Coba kita cermati baik baik dari mulai terjadinya bencana longsor TPA Leuwi Gajah pada tahun 2005 silam hingga dibuatnya UU Pengelolaan Sampah No.18 Tahun 2008 sampai saat ini apakah ada perubahan yang terjadi.
Malah sebaliknya, saat ini hampir seluruh kabupaten/ kota di indonesia bermasalah dengan sampah.
Sementara Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) diseluruh kab/kota yang berkembang sudah over load, “ujarnya.

Belum lama ini TPA Tangerang dihantam longsor sampah.
Apakah harus menunggu terjadi penyusulan TPA lainnya yang notabene merengut korban jiwa.

Sementara Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah KLHK yang berperan penuh dalam ranahnya seperti tidak hirau dengan permasalahan sampah yang semakin menggunung dan meluas diseluruh indonesia, “ucap A.S.Tanjung.

Dirinya meminta dirjen Pslb3 Klhk untuk lebih fokus kepada permasalahan sampah.
Jangan mengurusi yang bukan ranahnya seperti bencana alam, perhutanan sosial, covid 19, Clean up B3 dll.
Itukan sudah ada direktorat bidang nya masing-masing, “cetus AST.

Kementerian Lhk saat ini sedang diposisi diatas rata rata kementerian lain.
Perlu diketahui bahwa saat ini TPA di kota berkembang sedang bermasalah dengan air lindi, longsor dan bau.
Ini butuh Solusi, ujar Tanjung.

Penanaman pohon Mangrove yang saat ini dilakukan Amphibi adalah sebagai upaya dan uji coba dan salah satu Solusi utama dalam menjawab permasalahan TPA, “tuturnya.

Senada dengan Rio Reifan yang hadir dalam penerimaan Piagam Penghargaan MURI tersebut menyatakan bahwa dirinya sangat bangga dan terharu bisa menjadi pilihan menjadi Duta Lingkungan Hidup Amphibi.
Awalnya saya juga berpikir pohon Mangrove akan dikembangkan di TPSA suatu hal yang sulit untuk diterima akademis.
Tapi setelah saya lihat sendiri bahwa selama uji coba 3 bulan tampak tunas dan daun mangrove yang ditanam Amphibi di bulan oktober 2020 seluruhnya mulai bertunas.
Kita doa in saja semoga upaya Amphibi memberikan Solusi Lingkungan TPA sukses, “ucap Rio.

Yang membuat saya kaget setelah melihat langsung tingginya gunung sampah dan menghirup bau tidak sedap saat melakukan penanaman di TPA Bantar Gebang, terlintas seketika bencana longsor di TPA Leuwi Gajah.
Inilah yang membuat saya terpanggil untuk bisa menjadi bagian dari lembaga Amphibi.”jelas Rio.

Setelah aku pelajari tentang kinerja Amphibi, ternyata organisasi ini sangat luar biasa aktif nya
Tidak hanya bisa kritik.
Tetapi ternyata Amphibi jagonya Solusi dan Aksi.

Dari situlah saya mulai terpanggil.
Insya Allah aku akan menjalankan tugas Duta Lingkungan Hidup Amphibi sesuai harapan lembaga.

Dalam waktu dekat ini saya akan ikut turun melakukan sosialisasi lingkungan ke seluruh indonesia untuk mendampingi ketua umum Amphibi, “ujar Reifan.

Sementara Dewan Pembina Amphibi Nawa Kurniawan yang hadir dan menerima Piagam Penghargaan MURI menyampaikan bahwa lembaga Amphibi telah banyak melakukan penanaman pohon.
Dari tahun 2016 sudah tidak terhitung jumlah dan lokasinya.
Salah satu sejarah Amphibi dalam penanaman pohon jenis Mahoni sebanyak 500 batang yang dilakukan pada 10 Nopember 2016 tepatnya di Pulau Pari kepulauan seribu.

Kalau dikaji kembali pohon Mahoni bisa tumbuh besar dan subur yang ditanam di atas pasir secara akal sehat tentunya tidak akan bisa dipercaya.

Tetapi fakta saat ini membuktikan sudah hampir 5 tahun kini tingginya hampir mencapai 9 meter.
Silahkan di cek dan ditanyakan ke masyarakat pulau pari untuk melihatnya.

Dari pengalaman uji coba penanaman pohon Mahoni di Pulau pari tentunya tidak salah juga uji coba pohon Mangrove di TPA.
Saya rasa kalau sudah di uji coba sebelumnya selama 3 bulan dari bibit/buah dan saat ini sudah keluar 6 helai daunnya berarti ada harapan pohon Mangrove bisa berkembang dan tumbuh subur, jelas Nawa K.

Saat team media menanyakan tentang adanya penolakan keras dari salah satu Profesor, Doktor, pakar ahli konservasi yang juga pernah menjabat posisi strategis di Klhk terkait penanaman Mangrove di TPSa ? “dirinya menjawab itu hal yang biasa”
Namanya para ahli akademis tentu tidak terima dengan apa yang belum pernah dia lakukan.

Silahkan saja ajak ketua umum Amphibi untuk duduk bersama.
Sayang az ILC sudah tutup.
Bisa akan seru apabila terjadi debat dan saling argumentasi pemaparan pohon Mangrove.
Judulnya debat Mangrove secara akademis vs otodidak, “tutup Nawa Kurniawan. (**Nas/Lap)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disitaโ€”Siapa Lagi yang Akan Terseret?
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 12:54 WIB

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB