Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

- Tim

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Image : Ilustrasi

Image : Ilustrasi

PADANG bnewsmedia.id – Di tengah gencarnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mendorong masyarakat agar taat membayar pajak, justru muncul persoalan dari lingkungan pemerintahan sendiri.

Sebanyak 2.000 kendaraan dinas berpelat merah milik pemerintah daerah tercatat belum membayar pajak kendaraan. Tidak hanya itu, sebanyak 3.890 unit kendaraan ASN di lingkungan Pemprov Sumbar juga tercatat belum memenuhi kewajiban pajaknya.

Total tunggakan pajak kendaraan ASN tersebut mencapai lebih dari Rp6,3 miliar. Data tersebut mencuat dalam rapat paripurna DPRD Sumbar pada Jumat (4/9/2026).

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Komisi III DPRD Sumbar, Nofrizon, menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Nofrizon meminta Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengambil langkah tegas agar kendaraan dinas dan kendaraan ASN yang masih memiliki tunggakan segera menyelesaikan kewajibannya.

Kepatuhan Kendaraan ASN Hanya 79,17 Persen

Berdasarkan rekapitulasi data kendaraan ASN Pemprov Sumbar, dari 18.672 unit kendaraan ASN, sebanyak 3.890 unit tercatat belum melakukan pembayaran pajak.

Dengan demikian, tingkat kepatuhan pajak kendaraan ASN berada di kisaran 79,17 persen. Sementara total tunggakan kendaraan ASN mencapai sekitar Rp6,3 miliar.

Baca Juga :  20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It

Kondisi antar-OPD juga berbeda. Bappeda Sumbar tercatat memiliki tingkat kepatuhan tertinggi, yakni 100 persen.

Sebaliknya, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII menjadi salah satu yang terendah. Dari 1.313 unit kendaraan ASN yang tercatat, hanya 844 unit yang dinyatakan patuh atau sekitar 62,28 persen.

Gubernur Sumbar Buka Suara

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengakui persoalan tersebut. Ia menyebut keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu faktor yang membuat kewajiban pembayaran belum seluruhnya dapat diselesaikan.

Menurut Mahyeldi, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

Pemprov Sumbar juga meminta DPRD memperhatikan skala prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 agar kewajiban pemerintah yang belum terselesaikan dapat ditangani.

DPRD Soroti Keteladanan Pemerintah

Sorotan DPRD tidak hanya berkaitan dengan potensi penerimaan daerah yang tertunda. Persoalan tersebut juga menyangkut keteladanan pemerintah kepada masyarakat.

Pemerintah selama ini terus mendorong masyarakat agar taat membayar pajak kendaraan. Karena itu, kendaraan milik pemerintah maupun yang digunakan aparatur negara dinilai semestinya tidak menjadi pengecualian.

Terlebih, Pemprov Sumbar saat ini juga menghadapi tekanan fiskal. Dalam APBD Perubahan 2026, defisit anggaran disebut mencapai sekitar Rp216 miliar.

Tunggakan lebih dari Rp6,3 miliar memang relatif kecil dibandingkan keseluruhan APBD. Namun, persoalannya menjadi sensitif karena menyangkut kewajiban rutin yang seharusnya dapat diprediksi dan dianggarkan.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa yang belum membayar pajak, tetapi juga mengapa ribuan kendaraan pemerintah bisa sampai menunggak.

Apakah persoalannya berada pada keterbatasan anggaran, administrasi aset, koordinasi antar-OPD, atau lemahnya pengawasan?

DPRD Sumbar meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti agar pemerintah tidak hanya menuntut kepatuhan pajak dari masyarakat, tetapi juga menunjukkan keteladanan dari lingkungan pemerintah sendiri.

Baca Juga :  Bursa Pilkada Padangpanjang, Allex Saputra Resmi Mendaftar Ke Partai Nasdem

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Tim Liputan

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, PVMBG Ungkap Kondisi Terkini dan Bahaya yang Mengintai
Farid AlKausar: Semoga Whisnu Suryadi Amanah dan Bawa Inovasi di PN Batusangkar
Bukan Sekadar Festival, Bupati Asahan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan di Sungai Asahan
AMPHIBI Tanam Pohon Produktif di Sungayang, Tandai 10 Tahun Gerakan Pelestarian Lingkungan
Sebanyak 2.000 kendaraan dinas dan 3.890 kendaraan ASN di Sumbar tercatat belum membayar pajak. Total tunggakan mencapai lebih dari Rp6,3 miliar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 11:15 WIB

USD 85 Ribu Masuk ke Gus Alex, Aliran Uang Kasus Kuota Haji Mulai Terbongkar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WIB

Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Berita Terbaru