Berlangsung damai Aksi Demo Masyarakat dan Ninik Malalo Tigo Jurai tolak Mafia Tanah

- Tim

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 11:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Bnewsmedia.id Batusangkar – Ratusan Ninik Mamak Malalo Tigo Jurai menyampaikan peryataan sikap di depan Kantor Bupati Tanah Datar, setelah itu ke Kantor DPRD Tanah Datar lansung menuju Kantor BPN Tanah Datar pada Kamis (11/08). Dalam hal ini menyampaikan tututan atas 60 hektar Tanah Ulayat masyarakat Malalo Tigo juari yang disertifikatkan oleh oknum mafia Tanah.

Kami atas nama Ninik Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat dan Pemuda Malalo Tigo Jurai menyampaikan peryataan sikap:

  1. Mendesak BPN agar membatalkan da mencabut seluruh sertifikat di atas 60 hektar tanah Ulayat Malalo Tigo Jurai.
  2. Bersihkan BPN dari Tanah Datar dari oknum mafia tanah.
  3. BPN harus bertanggungjawab terhadap kerugian moril dan materil masyarakat Malalo Tigo Jurai.
  4. Mendesak Bupati Tanah Datar menetapkan tapal batas administratif berdasarkan batas Ulayat dari Ninik Mamak.
  5. Mendorong Bupati Tanah Datar segera melakukan pembuatan Perda Pengakuan masyarakat hukum adat Malalo Tigo Jurai.
  6. Mendesak Bupati Tanah Datar menolak penertibaan rekomendasi atau izin untuk kawasan wisata di atas 60 hektar Tanah Ulayat Malalo Tigo Juai.
  7. Masyarakat Malalo Tigo Jurai mendukung langkah langkah Bupati Tanah Datar membersihkan jajaran dari unsur mafia tanah.
  8. Menolak segala bentuk pembangunan proyek wisata dengan cara perampasan 60 hektar tanah Ulayat Malalo Tigo Jurai.
  9. Kepada wakil rakyat di DPRD. Jangan cuman diam dan menjadi penonton diatas penderitaan masyarakat tiga nagari (Malalo, Bungo Tanjung dan Batipuh Baruah)
  10. Mendesak DPRD Tanah Datar mengesahkan Perda Pengakuan masyrakat hukum adatMalalo Tigo Jurai.

“Saat kami menyampaikan tututan tidak ada yang bisa kami temui kami, informasinya Bupati tidak ada di tempat, termasuk anggota DPRD keluar daerah. Kami lansung menuju Kantor BPN Tanah Datar, yang kami mempertanyakan kenapa BPN bisa mengeluarkan Sertifikat di atas Tanah Ulayat masyarakat Tigo Jurai 60 hektar, akan tetapi jawaban dari Kepala BPN tidak masuk akal bagi kami,” Ujar Nasrul Ketua Orasi.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasrul juga katakan, luas tanah Malao tiga juari lebih kurang 50 setengah hektar, 4 setengah Bungo Tanjuang, jadi dalam satu kelompok sertifikat berjumlah 69 hektar. Yang dibagi 20 dua sertifikat. Sekarang yang perada pada satu kasus hukum itu baru satu sertifikat, masih ada 22 sertifikat lagi.

Ini yang perlu kami sampaikan kepada pihak BPN, Bupati, DPRD agar pihak tersebut jangan hanya bicara soal Suktural, artinya Prosedural hari ini pihak BPN kami duga ini telah melakukan tindakan tidak sesuai dengan aturan. Buktinya kami tidak tau BPN itu hadir kelapangan untuk melakukan pengukuran tidak pernah ada terus kemudia kenapa sertifikat itu diterbitkan di nagari sebelah. Ada apa? Ini kan jadi pertanyaan bagi kami, katanya lagi.

Saat di temui awak media, Kepala BPN Tanah Datar Rubito, mengatakan sebenarnya ini sudah pernah kita Audensi dengan Ninik Mamak, tapi itu sebelum saya disini, terkait dengan penerbitan sertifikat wilayah yang di gugat di situ sudah di sampaikan dan sudah dijelaskan bahwa penerbitan sudah sesuai dengan SOP kita.

Persyaratan semuanya sudah kita Cek sesuai dengan aturan yang ada, kemudian dilakukan pengukuran dan pemetaan kemudian dilakukan pemeriksaan dilapangan, kemidian di umumkan selama dua bulan di Kantor Wali Nagari dan ini tidak ada keberatan dari masyarakat.

Baik itu pengukuran, pengumuman dan Panitia turun kelapangan itu tidak ada keberatan dari masyarakat. Apa yang di sampaikan oleh mereka tadi tentang mafia tanah, saya rasa itu tidak ada. Hanya saja kita tidak tau masyarakat mengajukan permohonan kepada kita, kan gitu. Tentu kita teliti dan di proses, tidak ada keberatan dari masyarakat.

Sesuai dengan PUPR terkait tata ruang, kita mengatakan pada posisi yang sama, jadi kami semakin yakin, tadi juga mereka sampaikan bahwa tahun 83 sudah ada sertifikat nantik akan kami cek dulu,
karena kami belum tau itu dari mana.

“Kalau seperti yang mereka sampaikan tentang tompang tindih, kita akan melakukan mediasi seperti apa tentang kepemilikan ini. Tapi kalau keduanya sudah terbit sertifikat ini silahkan gugat di pengadilan, menyangkut pembatalan kalau salah administrasi silahkan juga gugat di Pengadilan, ” Kata Rubito Ketua BPN. (Read/bn)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB