Polisi : Wartawan Korban Intimidasi Segera Buat Laporan

- Tim

Rabu, 23 Maret 2022 - 19:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id Tanah Datar – Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto menyarankan kepada jurnalis kabardaerah.com yang diduga menjadi korban intimidasi dan pengancaman oleh oknum ninik mamak di Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara segera buat laporan.

Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi media ini, Selasa (21/03/2022) melalui telpon selulernya.

“Rekan media yang merasa di intimidasi atau memang terancam, segera saja buat laporan agar kami bisa memproses dugaan tersebut,” ucap AKBP Ruly.

ADVERTISEMENT

IKLAN
DEVTECH INDONESIA
SOFTWARE DEVELOPMENT

Punya Ide
Aplikasi?

Wujudkan ide digital Anda bersama tim developer profesional.

devtech.app
BUSINESS DASHBOARD Overview
PROJECT 128
USER 8.4K
WEB APP MOBILE APP CUSTOM SYSTEM
Dari aplikasi sederhana hingga sistem skala besar.
KONSULTASI GRATIS

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mantan Kepala Subdit Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Sultra itu menegaskan, jika tugas kepolisian adalah melayani dan mengayomi masyarakat, untuk itu jika memang masyarakat merasa dirugikan, termasuk kawan kawan jurnalis, laporkan saja.

“Jadi kita punya dasar untuk memanggil atau melakukan pemeriksaan terkait hal diatas, kami siap melayani 24 jam,” tegasnya.

Sementara itu, wartawan atau pimpinan redaksi Sumatera Barat www.kabardaerah.com, Aldoris yang menjadi korban dugaan intimidasi dan pengancaman oleh Fery Dt Tanpado, oknum ninik mamak yang menjabat Sekretaris KAN Tanjung Bonai mengucapkan terimakasih atas saran yang diberikan Kapolres Tanah Datar.

“Ini yang kita kagumi dari sosok Kapolres Tanah Datar itu, walaupun baru menjabat namun respon terkait permasalahan di daerah ini selalu diberikan, termasuk menyikapi masalah saya ini. Laporan polisi itu pasti akan kita lakukan, dan saya sudah menunjuk penasehat hukum (PH) untuk kasus ini,” ungkap Dodoy sapaan Aldoris.

Katanya, saat ini ia menenangkan diri dulu disamping PH nya menyusun pengaduan ke Kapolda Sumatera Barat dan juga laporan ke polres setempat.

“Karena PH kami juga menemukan unsur pengiringan opini, fitnah dan ujaran kebencian yang dilakukan si Fery tersebut melalui media percakapan WhatsApp kepada rekan – rekan jurnalis saat melakukan konfirmasi. Insya Allah besok kita sudah berada di Polres. Mohon dukungan kawan kawan media,” sebutnya.

Ia juga menilai, adanya pemberitaan bohong oleh oknum ninik mamak tersebut yang mengatakan Aldoris sudah melakukan tindakan yang tidak pada tempatnya. Dan lembaga adat sudah melakukan pemangilan, namun ia tidak datang.

“Sangat – sangat bohong, dan bisa dinilai tipikal ninik mamak seperti ini. Dari tindakan dan jawaban konfirmasi yang bersangkutan sudah bisa dinilai kualitas seorang datuk. Tidak mau dikritik, dan merasa benar sendiri seperti tindakan dia kepada saya di depan banyak orang,” pungkas Dodoy.

Sebelumnya Diketahui, Aldoris seorang wartawan media online nasional kabardaerah.com menjadi korban dugaan intimidasi dan ancaman buntut dari pemberitaan yang diterbitkan oleh sebuah medianya.

Pemberitaan itu tentang dugaan isu pungli tambang pasir di Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara yang dilakukan oleh oknum pengurus KAN setempat. Apalagi izin tambang itu dikeluarkan oleh Ketua KAN Tanjung Bonai Djapris Dt Majo Besar, bukan dari instansi terkait.

Kejadian itu pada Senin (21/03/22) di depan rumah orang tua korban di Tanjung Bonai. Namun aksi main pukul oknum ninik mamak itu gagal saat dilerai oleh salah seorang masyarakat yang melihat kejadian itu. (Rp)

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar
293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare
Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?
Gaji ASN Pemda Dipindah ke Bank BUMN? Ini Kata Menkeu Purbaya
Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar
43 Ribu Korban Keracunan MBG, Kini Pertanyaan Besarnya Bukan Lagi Soal Makanan
Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?
Radius Bahaya Gunung Anak Krakatau 3 Km, Ini Wilayah yang Harus Dihindari

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 September 2026 - 18:23 WIB

293 Hotspot Terdeteksi di Sumbar, Jejak Karhutla Capai 440,91 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Minta BRI-BSI Siapkan Rekening untuk Warga, Bansos Bakal Langsung Masuk?

Senin, 7 September 2026 - 15:11 WIB

Ironi di Sumbar: 2.000 Mobil Dinas dan 3.890 Kendaraan ASN Nunggak Pajak Rp6,3 Miliar

Senin, 7 September 2026 - 08:52 WIB

Rp237 Miliar dalam Kasus KPR Fiktif Karawang, Rp42,5 Miliar Sudah Disita—Siapa Lagi yang Akan Terseret?

Berita Terbaru

Environment

Kualitas Udara Sumbar Memburuk, Kabut Asap Mulai Mengancam Sumbar

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB

Environment

Pantau Kualitas Udara Sumatera Barat Secara Real-Time

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:54 WIB