PADANG PANJANG bnewsmedia.id – Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) ke-235 Padang Panjang tahun ini berlangsung dalam suasana duka. Tidak ada pesta rakyat atau perayaan meriah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kegiatan digelar sederhana menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda kota pada 27 November 2025.
Sidang Paripurna DPRD sebagai puncak peringatan HJK, Senin (1/12), dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah untuk para korban. Ketua DPRD Padang Panjang, Imbral, memimpin jalannya sidang dengan suasana khidmat.

ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dalam sambutannya menyebut peringatan HJK tahun ini menjadi momentum muhasabah dan penguatan solidaritas. Menurutnya, sejarah panjang Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekah serta Kota Pendidikan telah membentuk keteguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai cobaan.
“Sejarah menunjukkan, Padang Panjang berkali-kali diuji. Namun kota ini tetap tegar karena fondasi iman, ilmu dan kebersamaan,” ujar Hendri.
Ia menyampaikan, bencana yang baru terjadi meninggalkan kerusakan berat. Puluhan rumah hilang diterjang arus, infrastruktur rusak, dan sejumlah fasilitas umum terdampak parah. Namun, di tengah duka tersebut, solidaritas masyarakat tumbuh kuat. Relawan, pelajar, tokoh agama hingga perantau ikut bergotong royong membantu pemulihan.
“Semangat gotong royong dan cinta terhadap kota ini tidak pernah padam,” sebut Wako.
Sebelum bencana, kata Hendri, pembangunan kota menunjukkan capaian positif. PDRB per kapita mencapai Rp80,01 juta, IPM 80,60, serta angka stunting berhasil ditekan menjadi 9,49 persen. Pengangguran turun menjadi 4,94 persen, sementara Gini Rasio berada pada 0,266 sebagai indikasi pemerataan ekonomi.
Pelayanan publik juga mencatat prestasi membanggakan, di antaranya Nilai Kepatuhan Pelayanan Publik 94,46 (zona hijau), Indeks Reformasi Birokrasi 78,30 (BB), UHC 99,21 persen, dan 251 inovasi daerah aktif.
Meski demikian, sebagian capaian tersebut ikut terganggu akibat bencana. Hendri menegaskan pemerintah akan melakukan percepatan pemulihan melalui Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RRR), dengan fokus pada infrastruktur dasar, bantuan sosial ekonomi, dukungan psikososial, serta penataan ruang yang lebih tangguh.

“Prinsip kami: membangun kembali dengan lebih baik, build back better,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hendri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemprov Sumbar, TNI, Polri, tenaga kesehatan, Basarnas, BPBD, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah sejak bencana melanda.
Di sektor ekonomi, Pemko akan mendukung pelaku UMKM memperkuat transformasi digital agar mampu bersaing di pasar lebih luas melalui pelatihan hingga promosi digital.

Ketua DPRD, Imbral, juga menyampaikan duka mendalam dan menilai HJK kali ini menjadi momentum untuk bangkit. Menurutnya, tema “Membangun dengan Hati, Inovasi dan Kolaborasi” mencerminkan pentingnya pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Sumbar, Syauful Bahri, mewakili Gubernur menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi kota sepanjang 2025, termasuk penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Bunda Rahmah El Yunusiyah.
Ia berharap kejayaan sejarah dan peran pendidikan Padang Panjang menjadi energi untuk mempercepat kemajuan kota.
Peringatan HJK ke-235 diakhiri dengan ajakan untuk terus menjaga solidaritas dan keberanian menatap masa depan. Padang Panjang diyakini mampu bangkit lebih kuat, lebih tangguh dan semakin bermarwah.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Pemkot Padang Panjang









