Padang, Sumatera Barat — bnewsmedia.id — BPBD Provinsi Sumatera Barat melaporkan estimasi sementara kerugian akibat rangkaian bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, dan pohon tumbang) di provinsi ini mencapai kurang lebih Rp 4,9 miliar. Angka ini dihimpun berdasarkan laporan awal dari kabupaten/kota per 25 November 2025 pukul 16.00 WIB.
Provinsi mencatat bahwa beberapa daerah paling terdampak antara lain Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang. Pemerintah mengerahkan tim darurat, membuka akses jalan, serta mendistribusikan bantuan logistik, sementara proses asesmen detail terhadap infrastruktur publik, lahan pertanian, dan rumah warga terus berlangsung.
Kondisi ini semakin mendesak karena prediksi cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan lebat hingga 27 November, memperbesar risiko bencana lanjutan — sehingga pemerintah menghimbau masyarakat tetap waspada dan siap siaga.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi juga menyerukan agar bantuan dari masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan donor disalurkan melalui jalur resmi BPBD agar distribusi tepat sasaran dan terkoordinasi. Pemulihan dan rehabilitasi diprioritaskan di wilayah kritis dengan kerusakan berat.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









