Membanggakan, Putra Nagari Saruaso Dikukuhkan Sebagai Guru Besar dan Profesor Riset di BRIN

- Tim

Kamis, 21 November 2024 - 09:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

๐Ÿ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

bnewsmedia.id, Batusangkar – Membanggakan Prof. Dr. Atriyon Julzarika putra daerah asal Jorong Kubang Landai, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dikukuhkan sebagai guru besar dan profesor riset di BRIN pada Selasa,(19/11/2024).

Atriyon Julzarika meraih gelar tersebut dalam usia cukup muda yakni diusia 39 tahun dengan jabatan Peneliti Ahli Utama golongan IV E.
Melansir dari YouTube BRIN Indonesia Atriyon mengawali pendidikan-nya di kampung halaman di SDN 07 Kubang Landai tamatan tahun 1997, dilanjutkan ke SMP 1 Batusangkar tamat tahun 2000, dan SMA 1 Batusangkar tamatan tahun 2003.
Kemudian dia mendapatkan gelar sarjana teknik geodesi geomatika tahun 2007 dan magister geomatika tahun 2015, profesi geodesi geomatika tahun 2019, dan doktor ilmu teknik geoteknik tahun 2021, semua gelar tersebut diperoleh nya di Universitas Gajahmada.
Atriyon menekuni riset ilmu geodesi dengan bidang keahlian yang dipilihnya adalah pemodelan bumi dengan kepakaran topografi dinamis.
Hingga saat ini dia terus melakukan riset permodelan bumi, topografi dinamika semu, geoforensik, polar engineering, geodesi kuantum, dan interdisiplin geospasial.
Dia juga aktif menjadi calon pegawai negeri sipil pada 2008, dia memulai karir nya saat bergabung sebagai peneliti pada lembaga lembaga penerbangan dan antariksa Nasional (Lapan) pada tahun 2010.
Jabatan fungsional peneliti mulai dijajakinya sebagai peliti ahli pertama, peneliti ahli muda tahun 2012, peneliti ahli madia tahun 2018, dan peneliti ahli utama tahun 2023.
Di tengah kesibukan melakukan riset, dia juga diberi amanah jabatan sebagai ketua tim di lapan dan ketua kelompok riset di BRIN.
Atriyon telah menekuni riset topografi sejak 2006, inovasi topografi dinamis dikembangkan nya dengan mengintegrasikan topografi statis terhadap reformasi vertikal, dinamika semu, dan dinamika proses kabumian yang secara multi waktu yang diekstraksi dari berbagai data spasial multi sumber.
Topografi dinamis ini digunakan untuk pemodelan bumi dengan pembaruan data elevasi yang mendukung berbagai geospasial tematik.
Topografi dinamis dengan perairan bumi telah ditetapkan di perairan darat, perairan laut, infrastruktur, wilayah sub tropis, wilayah kutub, dan wilayah dinamika tinggi.
Dia telah menghasilkan lebih dari 185 karya ilmiah yang dia tulis sendiri maupun yang dia tulis bersama penulis lain baik dalam bentuk buku, bagian buku, jurnal, maupun publikasi lainnya.
Karya ilmiah tersebut telah ditulis dalam bahasa Indonesia sebanyak 99 buah, Inggris 86 buah, dan memiliki kekayaan intelektual 6 buah. Dia juga pembimbing aktif mahasiswa D3 hingga S3 dari beberapa universitas, dan juga pebimbing jabatan peneliti di BRIN.
Sebagai periset aktif, Atriyon bergabung dengan berbagi organisasi ilmiah dengan menjadi anggota.
Dia telah menerima sertifikat sebagai peneliti terbaik kedua dari diklat peneliti pertama dari LIPI, Satyalancana Karya Satya 10 tahun dari Presiden, piala penghargaan Gubernur Jawa Barat tahun 2023 untuk peringkat 3 karya tulis Jawa Barat dan penghargaan untuk artikel dengan sitasi tertinggi di bidang geofisika tahun 2022-2023 dari jurnal trends in sciences.
Berkat kegigihan dan kerja kerasnya dia telah membuktikan puncak karirnya sebagi periset dan menjadi tauladan bagi periset muda untuk selalu semangat dalam berkarya.
Baca Juga :  Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: https://www.rri.co.id/

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada Apa? Roni Pasla yang Digadang Maju Justru Antar Fadhli Daftar Ketua KNPI
Bursa Ketua KNPI Tanah Datar Memanas! Roni Pasla Mundur, All Out Dukung Fadhli Tarmizi
Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama
Dari Tanam Mangrove hingga Bongkar Dugaan Limbah, Aksi AMPHIBI di Deli Serdang Jadi Sorotan
Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan
Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati
Bangkit dari Kerusakan, AMPHIBI Kembali Hijaukan Pesisir Percut dengan 75.000 Mangrove
Atriyon Julzarika meraih gelar tersebut dalam usia cukup muda yakni diusia 39 tahun dengan jabatan Peneliti Ahli Utama golongan IV E.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 18:06 WIB

Ada Apa? Roni Pasla yang Digadang Maju Justru Antar Fadhli Daftar Ketua KNPI

Selasa, 1 September 2026 - 15:26 WIB

Bursa Ketua KNPI Tanah Datar Memanas! Roni Pasla Mundur, All Out Dukung Fadhli Tarmizi

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:44 WIB

Evaluasi Usai, One Way Berakhir: Aspirasi Warga Jadi Pertimbangan Utama

Senin, 20 Juli 2026 - 11:52 WIB

Dari Tanam Mangrove hingga Bongkar Dugaan Limbah, Aksi AMPHIBI di Deli Serdang Jadi Sorotan

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:50 WIB

Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam

Berita Terbaru