Niniak Mamak 4 Nagari Datangi DPRD Tanah Datar

- Tim

Rabu, 4 November 2020 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niniak mamak 4 Nagari Audiensi dengan DPRD Tanah Datar

Niniak mamak 4 Nagari Audiensi dengan DPRD Tanah Datar

bnewsmedia.id Tanah Datar – Sekitar 45 orang ninik mamak dan tokoh masyarakat dari 4 nagari mendatangi Kantor DPRD Tanah Datar di Pagaruyung, Batusangkar.
Mereka terdiri dari KAN Padang Laweh Malalo, Guguk Malalo, KAN Bungo Tanjung dan Batipuh Baruh. Kemudian BPRN, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Kedatangan mereka diterima oleh Ketua DPRD Rony Mulyadi Datuk Bungsu, Wakil Ketua DPRD Anton Yondra, Ketua Komisi 1 Benny Remon, Wakil Ketua Komisi 1 Nova Hendria, anggota komisi 1 Herman Sugiarto, Kamrita Kamal.

Mereka mendesak dicabutnya sertifikat di tanah ulayat kaum milik Malalo yang berada di Jorong Rumbai, Nagari Padang laweh Malalo dan Jorong Kapuh, Nagari Bungo Tanjung.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, mereka juga menyayangkan sikap Pemda Tanah Datar yang tidak juga menyelesaikan masalah tersebut. “Kami dari Malalo Tigo Jurai, Bungo Tanjung dan Batipuh Baruh sudah bersurat sejak 20 Oktober 2020 untuk meminta audiensi dengan bupati tapi hingga kini tidak ada jawaban pasti. Sejak awal, ninik mamak kami bersedia duduk bersama tapi tidak ada tanggapan hingga kini dan sertifikat terus terbit,” kata Indrawan, juru bicara dari Malalo Tigo Jurai.

Ia meminta pemerintah daerah bertindak untuk menyelesaikan pokok persoalan itu bukan sekedar menyuruh masyarakat menahan diri.

Sertifikat itu diterbitkan oleh BPN Tanah Datar di wilayah ulayat Padanglaweh Malalo dan Bungo Tanjung.

Tidak tanggung-tanggung, ulayat Malalo dan Bungo Tanjung yang disertifikatkan diduga mencapai 60 hektar.

Ia menduga sertifikat keluar melalui proses yang tidak sesuai fakta lokasi. Setelah sertifikat dibuat langsung dibeli oleh investor.

Ia menyatakan, BPN tidak punya wewenang menentukan tapal batas administratif tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan negeri tetangga.
Ninik mamak keempat nagari tersebut juga menolak pemakaian peta Belanda untuk dijadikan dasar penetapan wilayah. “Di Minangkabau, batas dan ulayat jelas kewenangan ninik mamak,” katanya.

Selain mendesak pencabutan sertifikat, rombongan juga mendesak agar pemerintah segera menetapkan batas nagari secara administrasi. “Kami sama sekali tidak mau ada konflik. Ini bukan masalah antar nagari tetapi dengan oknum-oknum,” katanya.

Selain itu, ninik mamak dan perwakilan masyarakat Malalo Tigo Jurai sudah ada juga membacakan pernyataan sikap dan tuntutan. Diantaranya mendesak pemerintah mencabut semua sertifikat di tanah ulayat seluas 60 hektar, tetapkan batas administrasi dan mengusut keterlibatan semua oknum yang terlibat. Pernyataan tersebut disertai ancaman akan menutup operasional PLTA Singkarak jika tuntutan tidak ditanggapi oleh pihak yang berwenang.

Perwakilan Bungo Tanjung Yudhistira Datuk Majo Basa memaparkan awal terjadinya konflik itu hingga saat ini. Ia mengatakan, pihak sudah lama menginginkan pertemuan antar ninik mamak namun hingga saat ini tidak juga terlaksana. “Di Minangkabau, ulayat dan batas nagari ditentukan oleh ninik mamak bukan oleh BPN atau peta peta Belanda,” katanya.

Ia juga menyebut, jika tidak kunjung ada penyelesaian, mereka akan mencari jalan sendiri. “Kami tidak mau ada konflik,” katanya. (**Nas)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang
Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu
AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara
Dana Desa Berbuah Manis: Panen Raya Ini Bikin Pejabat Daerah Turun Tangan
Dedek Tunjukkan Kejayaan di Pacuan Kuda Wirabraja Open Race 2026
Ponpes Surau Qur’an Batusangkar Terus Berkembang, 42 Calon Santri Daftar di Tahun Ketiga
PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia
Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Perkuat Representasi Muslim Progresif di Politik Amerika

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:54 WIB

Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:18 WIB

Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu

Senin, 16 Maret 2026 - 17:29 WIB

AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:32 WIB

Dana Desa Berbuah Manis: Panen Raya Ini Bikin Pejabat Daerah Turun Tangan

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:13 WIB

Ponpes Surau Qur’an Batusangkar Terus Berkembang, 42 Calon Santri Daftar di Tahun Ketiga

Berita Terbaru