Jakarta, bnewsmedia – Keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan berdampak langsung pada pasar keuangan. Rupiah melemah lebih dari 1% terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (9/9), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga 2,1%.
Investor asing melakukan aksi jual besar-besaran, mencerminkan kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia ke depan. “Sri Mulyani dianggap sebagai jangkar stabilitas fiskal. Ketika ia dicopot, pasar otomatis kehilangan figur kepercayaan,” ujar David Sumual, ekonom Bank Permata.
Pelemahan rupiah diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya impor. Beberapa pelaku usaha menilai kondisi ini bisa memperburuk daya beli masyarakat yang sudah tertekan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Bank Indonesia menyatakan siap melakukan intervensi pasar untuk menahan gejolak nilai tukar. Namun, para analis menekankan pentingnya kepastian kebijakan dari pemerintah, terutama siapa sosok pengganti Sri Mulyani dan strategi fiskal yang akan ditempuh.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









