Perusaan PT. PAN Perusak Lingkungan segera disidang di kursi persakitan

- Penulis

Selasa, 8 September 2020 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto dan Narasi : Ditjen Gakkum KLHK

Sumber Foto dan Narasi : Ditjen Gakkum KLHK

bnewsmedia.id, Jakarta – Jakarta, September 2020. Berkas penyidikan, PT PAN tersangka korporasi kasus reklamasi ilegal (tanpa izin) yang telah merusak lingkungan di Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah lengkap. Kasus ini akan segera disidangkan. Penyidik KLHK telah menerima surat pemberitahuan bahwa berkas penyidikan telah lengkap dari Kejaksaan Agung RI.

Penyidik KLHK akan segera menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Belitung dan untuk selanjutnya disidangkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Dalam kasus tersebut Sdr. BA (58) selaku General Manager PT PAN akan mewakili di persidangan.

“Reklamasi tanpa izin itu selain merusak lingkungan, menyebabkan banjir, serta menutup akses masyarakat, juga melanggar tata ruang dan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. KLHK melakukan penyelidikan bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dan Bareskrim Polri,” kata Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana Ditjen Gakkum, KLHK, di Jakarta, 7 September 2020. “Lokasi sudah diberikan tanda segel dari tiga Kementerian tahun lalu,” kata Yazid Nurhuda  menambahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para Penyidik KLHK sudah mengumpulkan keterangan dan bahan, olah tempat kejadian, memeriksa dokumen dan saksi termasuk meminta keterangan saksi ahli. Para saksi yang sudah memberikan keterangan antara lain pemilik hotel di sekitar Pantai Desa Air Saga, staf Kabupaten Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Kantor Pertanahan), staf kedinasan Provinsi Bangka Belitung (Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan), warga Desa Air Saga, pakar hukum pidana, dan ahli ekologi hutan mangrove, tambah Yazid.

Baca Juga :  Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Yazid menambahkan bahwa PT PAN  disangkakan melanggar Pasal 98, Pasal 109, Jo. Pasal 116 Huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Kasus yang akan disidangkan ini kasus korporasinya, untuk pelaku perorangannya sedang kami dalami. Kami juga akan mengembangkan penyidikan pidana berlapis terhadap kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam ini, kata Yazid.

Berkaitan dengan kasus perusakan lingkungan di Tanjung Pendam Belitung ini, Yazid menegaskan bahwa perusakan pesisir pantai termasuk perusakan mangrove ini merupakan kejahatan serius, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Disamping merusak lingkungan, mereka juga merampas akses masyarakat ke pantai. Kami sedang mendalami keterlibatan pelaku-pelaku lainnya, kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menerapkan pidana berlapis untuk kasus ini.

Baca Juga :  Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Dalam kasus yang sama, saat ini Penyidik Gakkum KLHK juga sedang melakukan penyidikan tersangka perorangan atas nama Sdr. TI (49) yang beralamat di Jl. Air Serkuk, Desa Air Saga Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. TI diduga pihak yang melakukan kegiatan reklamasi tanpa izin di sepanjang pantai Desa Air Saga dan Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjung Pandan, Kebupaten Belitung. TI sempat ditahan Penyidik KLHK di Rutan BARESKRIM POLRI. Kami melihat bahwa disamping TI ada pihak-pihak lain yang terlibat terkait kegiatan perusakan lingkungan ini, kami terus dalami hal ini kata Yazid.

Dari informasi yang kami dapatkan bahwa TI diduga juga melakukan perusakan lingkungan ditempat lainnya. Tim penyidik kami sedang mendalami informasi keterlibatan kejahatan perusakan lingkungannya yang dilakukan oleh TI ini.

Dalam data di Mahkamah Agung, Sdr TI pernah dihukum atas kejahatan penambangan timah ilegal di Hutan Lindung tanpa izin pada tahun 2009. Mengingat pentingnya upaya untuk mencegah perusakan lingkungan diwilayah pesisir guna melindungi kehidupan dan akses masyarakat terhadap pantai dan laut, kasus ini harus menjadi perhatian bagi kita semua, pungkas Yazid. (Lap/ Nas)

Berita Terkait

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha
Moh.Hendri :Bekasi darurat sampah,Siapa yang bertanggung Jawab?
Masyarakat Andaleh Serbu Jalanan Andaleh dibawah komando Afrizal Nanang
AMPHIBI Kolaborasi Bersama Warga Pondok 6 dan Bumantara Team Lakukan Aksi Bersih Sampah Sungai.
AMPHIBI : Pemkot Bekasi Perlu Evaluasi dan Menjadi Role Model Pengelolan Sampah TPA yang Baik, Jangan Hanya Mengandalkan Masyarakat Kelola Sampah
Agus Salim Tanjung Terima Mahasiswa/i Ilmu Politik FISIP USU Untuk Diskusi dan Wawancara Tentang Lingkungan
Hendri : DLH Kota Bekasi Tak Befungsi,Pencemaran Kali Asem Bertahun – Tahun
Hendri: Hanya Asal Proyek IPAS TPA Hanya Formalitas

Berita Terkait

Sabtu, 6 April 2024 - 09:35 WIB

Lembaga Lingkungan Amphibi galakan Ramadhan berbagi, TJSL dari berbagai pelaku usaha

Senin, 1 April 2024 - 21:38 WIB

Siap berlibur lebaran 2024? Berikut Event-Event Di Sumatera Barat yang dapat kamu kunjungi

Senin, 1 April 2024 - 10:52 WIB

Berikut Jumlah Zakat Fitrah beras dan uang di sejumlah Provinsi Indonesia

Sabtu, 30 Maret 2024 - 06:02 WIB

Ganjar Ogah Jadi Mentri Prabowo, Gibran : Yang Nawari Siapa?

Kamis, 28 Maret 2024 - 11:59 WIB

RUU Desa Resmi Jadi Undang-Undang, Kepala Desa Resmi Jabat 8 Tahun

Selasa, 26 Maret 2024 - 22:11 WIB

Indonesia Obrak Abrik Gawang Vietnam di kandangnya sendiri pada Kualifikasi Piala Dunia 2026

Minggu, 24 Maret 2024 - 21:08 WIB

Bombardir Bendungan dan Sumber Kelistrikan, Rusia: itu sebagai serangan balasan

Kamis, 21 Maret 2024 - 15:49 WIB

Perumdam Kota Padang Panjang Raih Top BUMD dan Top CEO BUMD

Berita Terbaru