Putra Sungai Tarab Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Doni Monardo, S.IP. Tutup Usia

- Tim

Senin, 4 Desember 2023 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bnewsmedia.id Batusangkar – Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (Purn) Doni Monardo meninggal dunia pada Minggu (3/12/2023). Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 17.35 WIB.

Saat sakit, beberapa pejabat negara sempat menjenguk Doni. Salah satunya adalah Presiden RI Joko Widodo. Saat itu, Presiden Jokowi sempat melihat kondisi Doni yang terbaring di tempat tidur perawatan dan berbincang bersama keluarga.

Selain dikenal sebagai mantan Kepala BNPB, ia juga sempat menjadi Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Saat itu ia ikut melakukan monitor perkembangan kasus COVID di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari wikipedia.org Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Doni berdarah asli Minang. Ayahnya, Letkol CPM Nasrul Saad berasal dari LintauKabupaten Tanah Datar dan sang ibu, Roeslina, dari Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar. Karena ayahnya yang seorang prajurit, maka Doni kecil pun ikut berpindah-pindah.

Lahir di Cimahi, Doni lalu menghabiskan masa kanak-kanak di Aceh. Setelah itu, ia baru tinggal di Padang hingga lulus SMA Negeri 1 Padang pada 1981. Mengikuti jejak ayahnya, ia masuk Akademi Militer setelah lulus SMA. Tahun 1985 ia mengawali masa kedinasannya sebagai seorang prajurit.

Selama 36 tahun Doni berkarier menjalankan penugasan. Ia pernah berdinas di Banten, Bali, Aceh, Jakarta, Sulawesi Selatan, Bogor, Maluku, dan Jawa Barat. Penugasan luar negerinya juga termasuk menonjol.

KARIR

Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor TimurAceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke MakassarSulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ia sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia. Pada tahun 2010, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diangkat menjadi Wadanjen Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.

Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Baru empat bulan di Lemhannas Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres. (**bn)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia
Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Perkuat Representasi Muslim Progresif di Politik Amerika
Zohran Mamdani dan Gelombang Progresivisme Global: Suara Muslim Muda dalam Politik Amerika
Wali Kota Padang Panjang Lantik 1.113 PPPK, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme
Pemkot Padang Panjang Tegaskan Optimalisasi Zakat sebagai Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Amphibi Pertanyakan Kelayakan PT Xaviera Terima APEC BEST Award 2025
Langkah Nyong Timor terhenti Di Final Liga 4 Tanah Datar
Tanam Pohon Produktif, Upaya Nagari Andaleh Baruh Bukik Jaga Lingkungan dan Keselamatan Warga
Berita ini 180 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:39 WIB

PSSI Resmi Tunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:12 WIB

Zohran Mamdani Resmi Dilantik, Perkuat Representasi Muslim Progresif di Politik Amerika

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:05 WIB

Zohran Mamdani dan Gelombang Progresivisme Global: Suara Muslim Muda dalam Politik Amerika

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:09 WIB

Wali Kota Padang Panjang Lantik 1.113 PPPK, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:18 WIB

Pemkot Padang Panjang Tegaskan Optimalisasi Zakat sebagai Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru