Tangerang Selatan — Kasus perundungan yang menimpa seorang siswa SMP Negeri 19 Tangerang Selatan (Tangsel), MH (13), berakhir tragis setelah ia meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa ini memicu perhatian luas masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan lembaga perlindungan anak.
Berikut rangkuman 7 fakta terkait kasus tragis tersebut:
1. Dipukul Menggunakan Kursi oleh Teman Sekelas
MH diduga kuat menjadi korban kekerasan fisik di sekolah. Menurut keterangan keluarga, MH dipukul pada bagian kepala menggunakan kursi oleh teman sekelasnya. Pukulan tersebut memicu kondisi medis yang memburuk hingga ia harus mendapatkan perawatan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
2. Sudah Mengalami Bullying Sejak MPLS
Kakak korban, Rizky, mengungkapkan bahwa adiknya telah menjadi sasaran perundungan sejak awal masuk sekolah pada masa MPLS. Bentuk perundungan disebutkan berupa pemukulan, tendangan, hingga intimidasi verbal.
3. Kondisi Menurun dan Dirujuk ke RS Fatmawati
Setelah mengalami kekerasan, kondisi MH semakin memburuk. Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Tangsel sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta karena kondisi fisiknya makin kritis. MH dirawat selama sekitar satu minggu sebelum menghembuskan napas terakhir.
4. Pemkot Tangsel Turun Tangan dan Lakukan Mediasi
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung turun merespons kasus ini. Mediasi dilakukan antara pihak sekolah dan keluarga guna menggali informasi sekaligus memberikan pendampingan kepada orang tua korban.
5. KPAI Desak Penegakan Hukum
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut bersuara dan mendorong agar kasus ini diproses sesuai hukum. KPAI menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak, baik dilakukan oleh anak maupun orang dewasa, tetap dapat dijerat melalui mekanisme peradilan anak.
6. MH Meninggal Setelah Dirawat Sepekan
Setelah kondisi tak menunjukkan perbaikan, MH dinyatakan meninggal dunia. Pihak kepolisian menyampaikan duka mendalam dan memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional untuk mengungkap penyebab kematian serta menindak pihak yang bertanggung jawab.
7. Wakil Wali Kota Hadiri Pemakaman dan Beri Dukungan
Kematian MH membawa duka mendalam, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, hadir langsung dalam pemakaman. Pemerintah Kota juga memberikan dukungan, termasuk bantuan pendidikan bagi kakak korban serta pendampingan terhadap keluarga.
Seruan untuk Perbaikan Sistem Perlindungan Anak di Sekolah
Kasus ini kembali menyadarkan banyak pihak mengenai pentingnya pengawasan dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Pemerintah daerah berjanji akan memperketat pengawasan dan memastikan seluruh sekolah memiliki sistem pelaporan dan penanganan bullying yang efektif.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









