UNIK,11 GONJONG DI ISTANA BASA PAGARUYUNG TERBUAT DARI IJUK

Sang Ali

- Penulis

Jumat, 8 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bnewsmedia.id Tanah datar – Kata museum identik dengan sebuah bangunan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah,namun di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat,Museum Istana Basa Pagaruyung adalah sebuah ornamen yang melambangkan sebuah kerajaan masa lalu,dimana didalamnya tersimpan puluhan benda-benda peninggalan bersejarah kerajaan itu.

Bangunan Istana Basa Pagaruyung berbentuk Rumah Gadang yang dilengkapi dengan gonjong,ujungnya runcing pada bagian atap bak tanduk kerbau.

Untuk mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya, terdapat 11 gonjong yang menghiasi atap istana ini. Uniknya, 11 gonjong ini terbuat dari 26 ton serat ijuk. Tidak heran, jika warna atap ini berwarna cokelat tua kehitaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah panggung besar ini bertingkat tiga. Setiap lantainya memiliki keistimewaan masing-masing. Detail ornamen-ornamen akar, bunga dan daun terukir indah. Bermain dengan warna-warna cerah. Terlihat kontras namun keindahannya berhasil membuat setiap pengunjung terpukau dan kagum, bila berada di dalamnya akan terasa sejuk meskipun di dalam museum ini tidak menggunakan pendingin udara.

Istana Basa Pagaruyung berdiri kokoh dengan 72 tiang penopang. Bagian dalam interior Istana didominasi dengan kayu-kayu mengkilap. Ornamen-ornamen kayu nampak menghiasi bagian dalam Istano. Material kayu ini dihias dengan 60 ukiran yang menjelaskan filosofi dan budaya Minangkabau.

Jika diamati lebih detail, rupanya tiang-tiang di Istana Basa Pagaruyung tidak berdiri tegak. Tiang tersebut miring kekiri dan ada pula yang miring ke kanan. Hal ini berfungsi agar bangunan bersahabat dengan alam, tiang di Istana Basa Pagaruyung bisa menahan gempa dan hantaman angin kencang.

Baca Juga :  BANJIR BANDANG TERJANG SEJUMLAH WILAYAH TANAH DATAR

Dari sekian banyaknya tiang, ada 1 tiang yang menonjol berwarna kuning. Tiang itu rupanya tiang pertama di rumah gadang ini. Tiang itu disebut tonggak tua. Kayunya dicari yang paling tua, di negeri tertua Minangkabau yaitu di Pariangan yang kini dijuluki desa terindah dunia.

Bangunan jejak peninggalan Kerajaan Pagaruyung ini semakin menawan dengan kain-kain yang menjuntai di dinding-dindingnya. Kain tersebut merupakan kain adat, atau biasa disebut langi-langi. Ada tiga warna yang paling menonjol dari warna kain yang ada yaitu merah, hitam dan kuning. Ketiga warna itu merupakan warna khas Minangkabau.

Rumah panggung besar ini dulunya ditempati oleh Bundo Kandung, Raja beserta anggota keluarga kerajaan.

Bangunan ini memiliki tiga lantai dimana setiap lantai punya fungsi masing-masing. Lantai pertama disebut juga singasana, merupakan tempat Bundo Kandung melihat-lihat siapa yang datang. Bundo juga yang mengatur makanan yang diberikan untuk tamu dan mengatur tempat duduk tamu sesuai kepentingan dan dari mana ia berasal.

Lantai kedua, di sini seseorang yang akan dijadikan Bundo Kandung akan dilantik secara agama, adat dan ilmu khusus untuk meneruskan. Sedangkan di lantai 3 merupakan tempat yang tertinggi, tempat pusaka diturunkan yang berarti tempatnya seorang raja akan dilantik dan diberi ilmu.

Baca Juga :  BANJIR BANDANG TERJANG SEJUMLAH WILAYAH TANAH DATAR

Dalam istana ini juga terdapat sejumlah koleksi senjata pusaka asli kerajaan yang masih tersisa, di antaranya tombak, pedang, dan senapan peninggalan Belanda. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat secara langsung 100 replika furnitur dan artefak antik khas Minang.

Pengunjung juga dapat menjajal baju adat khas Minangkabau yang menawan. Rasanya seolah menjadi raja dan permaisuri atau baju seorang datuk dan bundo yang dilengkapi dengan tongkat, keris, saluak serta suntiang di kepala.

Museum Istano Basa Pagaruyung yang kini berdiri kokoh bukanlah istana yang asli namun replika. Istana ini tidak dibangun pada situs aslinya tetapi berpindah arah selatan dari situs aslinya. Istana yang asli beberapa kali hangus dilahap si jago merah. Tercatat sudah tiga kali, sejak 1804, 1966 dan yang terakhir pada 2007.

Beberapa arsip dan kain-kain cantik ludes terbakar. Setelah dibangun kembali selama 6 tahun, Istana ini pun diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013. Bangunan ini kembali dapat dikunjungi untuk melihat sejarah masa lalu.(an/lap)

Sumber : Merdeka.Com

 

 

Berita Terkait

BANJIR BANDANG TERJANG SEJUMLAH WILAYAH TANAH DATAR
Wasit Online Indonesia Geram terhadap wasit Indonesia vs Guinea u23
Bursa Pilkada Padangpanjang, Allex Saputra Resmi Mendaftar Ke Partai Nasdem
Jemput Bola Ke Pelaku Usaha di Desa Wisata, Kemenag Tanah Datar Adakan Layanan Sertifikasi Halal On The Spot
Siap Bertarung Di Pilkada, Owner RM AB Ilhamdi Mendaftar Ke DPD PAN Padangpanjang
“Anti Mahar”, DPD Nasdem Buka Pendaftaran Balon Pilkada Kota Padangpanjang
Ikut Bertarung di Pilkada Tanah Datar, Allex Saputra Mendaftar Ke Demokrat
Menang Pinalti Timnas Indonesia melaju ke Semi Final

Berita Terkait

Minggu, 12 Mei 2024 - 16:11 WIB

BANJIR BANDANG TERJANG SEJUMLAH WILAYAH TANAH DATAR

Kamis, 9 Mei 2024 - 23:18 WIB

Wasit Online Indonesia Geram terhadap wasit Indonesia vs Guinea u23

Selasa, 7 Mei 2024 - 20:49 WIB

Bursa Pilkada Padangpanjang, Allex Saputra Resmi Mendaftar Ke Partai Nasdem

Minggu, 5 Mei 2024 - 16:15 WIB

Jemput Bola Ke Pelaku Usaha di Desa Wisata, Kemenag Tanah Datar Adakan Layanan Sertifikasi Halal On The Spot

Kamis, 2 Mei 2024 - 19:52 WIB

Siap Bertarung Di Pilkada, Owner RM AB Ilhamdi Mendaftar Ke DPD PAN Padangpanjang

Sabtu, 27 April 2024 - 10:46 WIB

Ikut Bertarung di Pilkada Tanah Datar, Allex Saputra Mendaftar Ke Demokrat

Jumat, 26 April 2024 - 04:27 WIB

Menang Pinalti Timnas Indonesia melaju ke Semi Final

Jumat, 26 April 2024 - 01:50 WIB

Babak pertama Indonesia Ungguli Korea Selatan 2-1

Berita Terbaru

News

BANJIR BANDANG TERJANG SEJUMLAH WILAYAH TANAH DATAR

Minggu, 12 Mei 2024 - 16:11 WIB

Internasional

Wasit Online Indonesia Geram terhadap wasit Indonesia vs Guinea u23

Kamis, 9 Mei 2024 - 23:18 WIB