Bali, bnewsmedia.id – Hujan deras yang mengguyur Bali dan Nusa Tenggara Timur sejak Sabtu (7/9) memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Senin (9/9), sedikitnya 47 orang tewas, 112 orang hilang, dan lebih dari 7.000 warga terpaksa mengungsi.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem (Bali) dan Kabupaten Ende (NTT) menjadi lokasi terdampak paling parah. Jalan utama putus, jembatan roboh, dan ratusan rumah hanyut terbawa arus.
“Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban. Cuaca ekstrem dan akses jalan yang tertutup lumpur menjadi kendala besar,” kata Kepala BNPB, Letjen Suharyanto.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden Prabowo telah menginstruksikan penyaluran bantuan darurat berupa makanan, obat-obatan, dan logistik ke wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga menyiapkan posko pengungsian di berbagai titik.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









