Padang, bnewsmedia.id – Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan bahwa sistem awan konvektif di wilayah barat Sumatera terpantau cukup aktif. Hal itu dipicu oleh peningkatan kelembapan dan adanya belokan angin yang memicu pembentukan gumpalan awan cumulonimbus (CB) sejak dini hari.
Kepala BMKG Stasiun Minangkabau menyatakan bahwa kondisi atmosfer yang tidak stabil dapat berlangsung hingga malam hari, sehingga warga diminta mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. “Kami mencatat adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang. Beberapa daerah bahkan memiliki peluang badai petir,” katanya.
Sejumlah wilayah yang diperkirakan terkena dampak lebih besar antara lain Kota Padang, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pasaman, Solok, Pesisir Selatan, serta Kepulauan Mentawai. Di wilayah pesisir, potensi gelombang tinggi juga perlu diperhatikan, terutama bagi nelayan dan operator kapal kecil.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG menambahkan bahwa potensi cuaca ekstrem seperti ini biasanya dapat memicu dampak lanjutan berupa banjir lokal, longsor tebing, pohon tumbang, serta gangguan jaringan listrik. Masyarakat di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat beberapa daerah kerap mengalami limpahan air saat hujan intens terjadi.
Imbauan BMKG yang Ditekankan:
-
Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras.
-
Batasi aktivitas outdoor di wilayah yang rawan sambaran petir.
-
Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak mampet.
-
Ikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Penutup:
BMKG mengajak seluruh warga Sumatera Barat agar tetap waspada dan tanggap terhadap informasi terkini, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan dapat berulang dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Istimewah









