RADIO YBJ-6 URAT NADI PERJUANGAN BANGSA DALAM MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN INDONESIA

- Tim

Kamis, 1 April 2021 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

situs YBJ di Nagari Lubuk Jantan Lintau Buo Utara.

situs YBJ di Nagari Lubuk Jantan Lintau Buo Utara.

Tanah datar.Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan tidak lepas dari peran besar sebuah perangkat radio yang dikenal dengan Radio Yongkie Bravo Juliet (YBJ-6),kisah yang penuh heroik dilakukan oleh para tokoh Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),betapa tidak mereka dalam mempertahankan keberadaan republik Indonesia dimata Internasional harus menyusuri jalan berliku dan terjal ,masuk hutan keluar hutan,alhasil dari perjuangan itu Indonesia masih berdaulat hingga kini .

Perjuangan YBJ-6  beserta tokoh didalamnya merupakan sebuah kisah yang mengharukan dan nyaris dilupakan oleh generasi muda saat ini,Ini sebuah kisah yang pantas diingat dan dikenang terus ,karena Kisah YBJ-6 ini merupakan tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam meminta pengakuan dari dunia Internasional bahwa Indonesia masih ada.

YBJ-6 sebuah perangkat radio yang telah menggemparkan dunia dan menggugah peradaban dan kemanusian,sebuah pemancar radio yang melalui kata-katanya yang tersusun menjadi berita membangkitkan semangat bebas dari belenggu penjajahan ,manjadi harapan tentang sebuah kebebasan  untuk kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

YBJ-6 berjuang melalui corongnya di sebuah Negeri bernama Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo Utara ,dari sanalah disampaikan bahwa Negara RI masih ada.

Pada tahun 1948, atau 3 tahun setelah RI diproklamirkan ,namun masih saja membentang jalan terjal untuk merasakan kemerdekaan ,Belanda masih berkeinginan menguasai jajahannya yang luasnya 60 kali dari negeri mereka.

1948 Yogyakarta sebagai  Ibu Kota RI direbut kembali oleh Belanda ,pemimpin RI ditawan ,perjanjian Linggarjati dan renvile dikhianati oleh Belanda,namun sebelum penangkapan Presiden RI Soekarno sempat mengirim kawat kepada Syafrudin Prawira Negara di Bukit Tinggi dan meminta untuk membentuk pemerintahan darurat .

Namun Bukitinggipun tak luput dari sasaran Belanda ,bom dijatuhkan para pemimpin PDRI terus menghidari  dari kejaran Belanda ,Syafrudin menyingkir ke Halaban Payakumbuh ,sejak saat itulah PDRI diangap lawan yang mengancam bagi Belanda ,para tokoh PDRI tersebut terus bergerak dan menghindari serangan- serangan Belanda .

Radio YBJ-6 dengan prekwensi 3035KC/8 menjadi corong PDRI dalam mendengar dan memberi khabar ,alat ini mampu menerima dan mengirim radiogram dan juga memonitor berita dalam maupun luar negeri YBJ-6 menjadi senjata ampuh untuk menghadapi musuh .

Belanda terus mencari keberadaan YBJ-6 ,karena sering mengudara dengan mengobarkan semangat perjuangan ,Belanda menyerang melaui darat dan udara ,para tokoh-tokoh terus bergerak dan menjauh dari kejaran Belanda , tak peduli jurang terjal,perangkat yang cukup berat itu terus digotong berjalan kaki keluar masuk hutan .siang dan malam demi menajuh dari kecurigaan Belanda demi nafas perjuangan bangsa .

Hingga akhirnya tibalah rombongan di Lareh Aie disebuah rumah gadang milik Inyiak Soma di Nagari Lubuk Jantan kecamatan Lintau Buo Utara dan dari sanalah Radio YBJ-6 diinapkan selama 3 bulan dan dari tempat itulah radio kembali mengudara dan dapat berhubungan dengan Sudarsono dan AA Maramis yang tengah mengikuti konprensi PAN Asia  di New Delhi ,disampaikanlah kondisi Indonesia yang masih ada sebagai Negara berdaulat,dan melalui tokoh –tokoh ini disuarakan kembali keberadaan RI kepada PBB dan dunia Internasional .

“Kisah ini harus terus diceritakan kembali kepada generasi muda kini agar tidak terlupakan,“Sebut Kepala Kesbangpol Irwan S,Sos,M.Si Tanah Datar kepada BNews,melalui telepon selulernya Rabu,(31/3)

 Menurut Irwan ,perjuangan Rakyat Indonesia khususnya Tanah datar dalam mempertahankan eksistensi Bangsa Indonesia dengan mempertahankan Radio YBJ agar tidak direbut ataupun dihancurkan oleh Belanda merupakan bukti patriotisme dan semangat kepahlawanan masyarakat tanah datar pada waktu itu.

“Kepada generasi muda Saya mengajak agar terus mengingat dan mengenang jasa para pejuang yang telah mempertahankan Keberadaan radio YBJ -6 itu melalui drama ataupun peringatan –peringatan lainnya yang sifatnya mampu menanamkan jiwa pratiotisme kedalam diri kita ,kisah heroik ini haruslah diingat terus ,jangan terlupakan “Pungkas Irwan.

Senada yang diungkapkan oleh Kepala Balai Peninggalan Cagar Budaya Sumbar Riau Kepri Teguh Hidayat melalui Humasnya Kosasih,menurutnya Perjuangan dalam mempertahankan Kemerdekaan RI tidak terlepas dari peran besar Radio YBJ 6 yang menjadi corong dan pelecut semangat dari para pejuang lainnya yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Selain itu tempat dimana radio YBJ 6 ini di inapkan selama 3 bulan yaitu dirumah Inyiak Soma yang terletak di Lubuak Jantan Lintau menjadi saksi bisu kisah heroik yang harus diingat oleh generasi muda ”Pungkasnya. (FA/LAP)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan
Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati
Bangkit dari Kerusakan, AMPHIBI Kembali Hijaukan Pesisir Percut dengan 75.000 Mangrove
Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU
Listrik Padam Massal Landa Sumatra, PLN Lakukan Pemulihan Bertahap
Di Tengah Duka Luapan Batang Tompo, Peternak Ayam Lintau Hadir Bawa Harapan untuk Warga Taluak
Dari Luka yang Sama, Muaro Ambius Bantu Korban Banjir Taluk

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:50 WIB

Darurat Lingkungan: Tiga Desa di Percut Sei Tuan Terdampak Busa Diduga Limbah Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:06 WIB

Rika Maria: Keteladanan Guru Menjadi Kunci Membangun Jembatan Hati di Dunia Pendidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:53 WIB

Rika Maria: Pendidikan Tidak Cukup Hanya Mencerdaskan Akal, Tetapi Juga Menumbuhkan Hati

Senin, 15 Juni 2026 - 18:20 WIB

Bangkit dari Kerusakan, AMPHIBI Kembali Hijaukan Pesisir Percut dengan 75.000 Mangrove

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:19 WIB

Polres Padang Pariaman Awasi Penyaluran Solar Bersubsidi di Tiga SPBU

Berita Terbaru