Jakarta,bnewsmedia.id 15/11/2025– Pemerintah Amerika Serikat akhirnya menghentikan status shutdown setelah tercapai kesepakatan anggaran di Senat. Namun, alih-alih memberikan sentimen positif, pasar crypto justru mencatat koreksi tajam secara serentak pada perdagangan hari ini. Sejumlah aset digital utama seperti Bitcoin, Ethereum, hingga altcoin berkapitalisasi besar mengalami penurunan signifikan dalam waktu bersamaan.
Bitcoin dan Ethereum Turun Tajam
Pada pembukaan pasar Asia pagi ini, Bitcoin (BTC) tertekan hingga mencatat penurunan lebih dari 5%, sementara Ethereum (ETH) turun sekitar 4,2%. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Pelaku pasar menjelaskan bahwa meskipun shutdown AS berakhir, ketidakpastian ekonomi masih tinggi. Investor masih menunggu kepastian terkait kebijakan suku bunga The Fed serta rilis data inflasi terbaru.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Altcoin Ikut Tertekan
Tidak hanya dua aset utama, sejumlah altcoin seperti Solana (SOL), XRP, dan Avalanche (AVAX) juga mengalami penurunan serentak antara 3–7%. Volume perdagangan menurun tajam, menandakan investor memilih wait and see di tengah ketidakpastian global.
Mengapa Harga Crypto Justru Turun?
Menurut analis pasar, ada beberapa faktor yang memicu tekanan jual di pasar aset digital:
-
Reaksi Terlambat Pasar Global
Akhirnya berakhirnya shutdown belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran soal kondisi fiskal AS. -
Ketidakpastian Kebijakan The Fed
Investor mewaspadai kemungkinan penundaan penurunan suku bunga yang sebelumnya diperkirakan terjadi lebih cepat. -
Aksi Profit Taking
Setelah beberapa hari reli, investor jangka pendek memilih mengamankan keuntungan. -
Sentimen Risk-Off Global
Penguatan dolar AS dan turunnya indeks saham global turut mempengaruhi pergerakan aset berisiko seperti crypto.
Prospek Ke Depan
Analis memperkirakan volatilitas masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Jika kebijakan moneter AS lebih jelas, pasar crypto berpotensi kembali rebound.
Namun dalam jangka pendek, tekanan pasar diperkirakan masih berlanjut hingga ada kejelasan dari The Fed dan perkembangan ekonomi AS.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Lap









