Amphibi Tanam Mangrove Bersama Presiden Joko Widodo Untuk Pemulihan Lingkungan

- Tim

Minggu, 26 September 2021 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo bersama Mentri KLHK Saat penanaman Mangrove

Presiden Joko Widodo bersama Mentri KLHK Saat penanaman Mangrove

bnewsmedia.idDalam rangka mensukseskan program padat karya untuk percepatan ekonomi nasional (PEN) melalui rehabilitasi penanaman mangrove, lembaga lingkungan hidup Amphibi turut ambil andil dalam penanaman bersama Presiden RI Joko Widodo yang dilakukan secara serentak diseluruh indonesia.

Bersama 170 orang masyarakat pantai bagan serdang, penanaman mangrove dilakukan Amphibi bersama kelompok tani hutan hijau mekar dipantai bagan serdang kec.pantai labu kab.deli serdang prov.sumatera utara, pada Kamis (23/09/2021).

Sementara Presiden RI Jokou Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rehabilitasi mangrove dilakukan untuk memulihkan, melestarikan kawasan hutan mangrove.
Selain itu, rehabilitasi mangrove juga untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak perubahan iklim,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan penanaman mangrove ini diharapkan dapat mengurangi energi gelombang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, memperbaiki lingkungan pesisir dan memperbaiki habitat di pantai. Hal tersebut juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produksi ikan, dan hasil laut lainnya, terutama di sini kepiting. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir pantai.

Selanjutnya, Presiden Jokowi menegaskan akan terus melakukan rehabilitasi mangrove melalui KLHK dan BRGM.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Presiden memberi petunjuk lapangan kepada Menteri LHK, Kepala BRGM dan Dirjen PDASRH.

Selain itu, setiap provinsi telah disediakan bibit mangrove gratis secara terbatas di persemaian permanen milik UPT Direktorat Jenderal PDASRH yaitu Balai Pengelolaan DAS dan RH yang dapat dimanfaatkan untuk merehabilitasi mangrove di dalam dan di luar kawasan hutan.
Sementara, BRGM melakukan rehabilitasi mangrove melalui pola Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), agar bisa menjaga ekosistem serta memberikan tambahan penghasilan untuk masyarakat.

Pemerintah secara konsisten terus mendorong upaya-upaya rehabilitasi ekosistem mangrove dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat di seluruh Provinsi di Indonesia.

Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia yaitu mencapai 3,36 juta hektar atau sekitar 20% mangrove dunia dengan keanakeragaman tertinggi di dunia.

Kegiatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Cilacap seluas 650 ha melibatkan masyarakat lokal. Pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo bersama masyarakat melakukan penanaman mangrove pada areal seluas 28 Ha (dari total luasan 650 ha).

Selain bersama masyarakat di Kabupaten Cilacap, pada saat bersamaan, ada 9 Provinsi lain juga melakukan penanaman mangrove.

Salah satunya di Pantai Bagan Serdang Kec.Pantai Labu Kab.Deli Serdang Sumatera Utara yang di motori lembaga lingkungan hidup Amphibi bersama kelompok tani hutan hijau mekar melakukan penanaman mangrove seluas 90 hektar.

Ketua umum Amphibi Agus Salim Tanjung didampingi ketua kelompok tani Hutan Hijau Mekar Rahmadsyah, dan perwakilan dari pulau kampai Kth Berang-berang Azwan,Kth Berembang Badrul dan Kth Akar Bakau Nasruddin menyatakan bahwa disamping menjadi pendamping, Amphibi juga memberikan arahan teknik cara membuat pengaman tanaman mangrove dilokasi hantaman ombak setinggi 1 hingga 2 meter,
“Hari ini kami menanam 10.000 mangrove jenis Apyculata dan membuat pengaman pemecah ombak, “ucap Agus ST.

Dengan metode menggunakan bambu diameter 6 inc dibelah 2.
Setiap 5 batang bibit mangrove yang telah dii ikat, dimasukkan ke tengah lingkaran bambu dengan posisi batang diikat .
Hal ini agar bibit mangrove aman dari terjangan ombak setinggi 1 hingga 2 meter, “tutup Agus ST. (**read/Litbang)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AMPHIBI Soroti Pengelolaan Limbah, Usulkan Satgas Tangkap Tangan di Deli Serdang
ASN dan PPPK di BPD: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Konflik Kepentingan
272 Siswa MTsN 6 Tanah Datar Ikuti Haflah akhirussanah
LBH FIAT JUSTITIA TERIMA PENGHARGAAN
Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang
Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu
AMPHIBI Salurkan 400 Paket TJSL Ramadhan untuk Pemulung dan Kaum Dhuafa di Bekasi, Jakarta, dan Sumatera Utara
Dana Desa Berbuah Manis: Panen Raya Ini Bikin Pejabat Daerah Turun Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:15 WIB

AMPHIBI Soroti Pengelolaan Limbah, Usulkan Satgas Tangkap Tangan di Deli Serdang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:57 WIB

ASN dan PPPK di BPD: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Konflik Kepentingan

Kamis, 30 April 2026 - 09:07 WIB

272 Siswa MTsN 6 Tanah Datar Ikuti Haflah akhirussanah

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:54 WIB

Pawai Takbiran, Wako Hendri Arnis Pimpin Gema Idulfitri di Padang Panjang

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:18 WIB

Dari Rantau ke Kampung Halaman, Pulbasnas 2026 Jadi Titik Temu Rindu

Berita Terbaru

Belasan siswa MTsN 6 Tanah Datar raih beragam prestasi. (ist)

News

272 Siswa MTsN 6 Tanah Datar Ikuti Haflah akhirussanah

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:07 WIB