Pemilu Berdarah Jadi Kabinet Baru, Lupakan Perjuangan Emak-emak.

- Tim

Sabtu, 26 Desember 2020 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image: Roni Pasla,S.H / Design Grafis bnewsmedia.id

Image: Roni Pasla,S.H / Design Grafis bnewsmedia.id

bnewsmedia.id, OPINI – Setelah pemilihan umum Presiden dan wakil Presiden yang di menangkan kembali Oleh Petahana Jokowi Dodo bersama wakilnya kiyai Makruf Amin pada tahun 2019 kemarin Dengan lawannya Prabowo Subianto dan Salahuddin Sandiaga Uno.

Pasca pemilu Presiden dan Wapres itu terjadi bentrok di mana-mana banyak penyelenggara pemilu yang meninggal dunia hingga saat ini belum dapat di pastikan apa penyebab yang sebenarnya.

Seolah-olah pada saat itu terjadi perpecahan antara dua kubu yang saat itu di kenal dengan sebutan cebong dan kampret. Meskipun adanya sengketa Pemilu dan sampai di mahkamah Konstitusi (MK) namun yang melatar belakangi penyelenggara pemilu itu meninggal hanyalah kelelahan saja.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu, sesuai putusan MK Jokowi dan wakilnya Ma’aruf Amin tetap di Lantik menjadi presiden RI memenangkan Pemilu dan berhak memimpin Indonesia pada 2019-2024 mendatang.

Pasca Pelantikan tersebut yang lebih menariknya Prabowo Subianto sebagai penentang Jokowi pada pemilu tahun 2019 tersebut, akhirnya merapatkan barisan ke kubu Jokowi dengan jabatan Menteri Pertahanan Negara yang langsung di tunjuk oleh Jokowi.

Hal itu menimbulkan kekecewaan yang mendalam terhadap pendukung Prabowo-sandi yang notabenenya banyak dari kalangan Emak-emak. Memang hal itu di luar dugaan dan mengejutkan sebagian masyarakat Indonesia pada waktu itu.

Namun apalah hendak di kata, sang panglima yang di agung-agungkan dulu yang katanya menerima kekalahan dengan kesatria itu akhirnya berbalik arah dan pindah barisan ke kubu lawan hingga memilih menjadi menteri Jokowi.

Namum emak-emak dan pendukung Prabowo-sandi masih memiliki harapan kepada sosok pemuda yang intelektual dan energik harapannya untuk selalu memperjuangkan nasib dan menyampaikan aspirasi emak-emak serta mengawal suara mereka hingga tingkat tertinggi di negara ini.

Ada harapan untuk Sandi maju di Pemilu 2024 mendatang, emank-emak masih menaruh harapan besar terhadap sandi untuk memimpin Negara ini dan maju di pemilu 2024 menjadi capres dan membawa harapan baru untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia yang akan datang.

Namun apalah hendak di kata harapan emak-emak itu hilang seketika saat saat Salahuddin Sandiaga Uno (Sandi) juga memilih masuk ke barisan kabinet Indonesia maju, dan di Lantik menjadi menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif mengikuti Prabowo Subianto baru-baru ini.

Bagi-bagi kue itu berhasil dilakukan oleh Jokowi dan Prabowo hingga kini mereka duduk santai di istana menikmati kopi pemilu Berdarah di 2019 lalu.

Kini di sebut menjadi kabinet Baru mungkin saja itu bertujuan untuk mendamaikan antara dua kubu yang di sebut cebong dan kampret menjadi kita Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tetapi yang menjadi tanda tanya besar untuk apa pemilu Berdarah dan menghabiskan anggaran Negara yang sangatlah banyak itu dilakukan?? Hingga akhirnya happy ending. Jokowi – Ma’aruf Amin dan Prabowo-sandi menikmati kopi bersama di instana Negara.

Namun sebagian emak-emak yang terlupakan itu masih ada yang menaruh harapan untuk Sandi maju di pilpres 2024. Meskipun lebih dominan memilih Anis Baswedan.

Kita berharap dengan bergabungnya Prabowo-sandi di kabinet maju memang bertujuan untuk mengawal roda pemerintahan dari dalam, setidaknya mendamaikan kubu cebong dan kampret menjadi kita Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia di dalam kabinet Baru tersebut.

Writer : Roni Pasla SH. Alumni Hukum Pidana dan Politik UIN IB PADANG.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel bnewsmedia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Padang Panjang Gelar Paripurna Hendri-Allex Jadi Wako-Wawako Terpilih
FPII : Dewan Pers Doyan Diskriminasi dan Kriminalisasi wartawan Pers,”Bubarkan !!’
Tegakkan Kehormatan Insan Pers, FPII Gelar Aksi Damai, “Copot Menteri Yandri Susanto !!
KPUD Padang Panjang Tetapkan Hendri Arnis-Allex Saputra sebagai Wako-Wawako Terpilih
MK TOLAK GUGATAN PASLON RICHI- DONNY KARSONT
Ketahanan Pangan gagal akibat proyek tol, petani lakukan aksi bersama aktivis lingkungan
Permohonan PHPU Padang Panjang Kandas, Sah diungguli Hendri Allex
untuk riset internet kompleks OpenAI luncurkan Deep Research

Berita Terkait

Minggu, 9 Februari 2025 - 12:17 WIB

DPRD Padang Panjang Gelar Paripurna Hendri-Allex Jadi Wako-Wawako Terpilih

Jumat, 7 Februari 2025 - 02:23 WIB

FPII : Dewan Pers Doyan Diskriminasi dan Kriminalisasi wartawan Pers,”Bubarkan !!’

Jumat, 7 Februari 2025 - 02:00 WIB

Tegakkan Kehormatan Insan Pers, FPII Gelar Aksi Damai, “Copot Menteri Yandri Susanto !!

Jumat, 7 Februari 2025 - 01:43 WIB

KPUD Padang Panjang Tetapkan Hendri Arnis-Allex Saputra sebagai Wako-Wawako Terpilih

Rabu, 5 Februari 2025 - 15:47 WIB

MK TOLAK GUGATAN PASLON RICHI- DONNY KARSONT

Berita Terbaru

News

MK TOLAK GUGATAN PASLON RICHI- DONNY KARSONT

Rabu, 5 Feb 2025 - 15:47 WIB